Obsession

Obsession
Gavin (45)


__ADS_3

Diandra terus menatap Gavin yang sedang menyantap sarapannya dalam diam, dia masih merasa cemas meskipun suaminya dan Gavin sendiri terus mengatakan bahwa dia baik-baik saja, tapi Diandra terus merasa cemas. Ingatannya terus berputar ketika dulu Gavin harus pulang pergi rumah sakit entah untuk pemeriksaan rutin atau di rawat karena sakit.


Memang kalau sekarang sudah tidak pernah lagi terakhir Gavin di rawat ketika masih SMP kelas satu dan keadaannya mulai membaik sekarang. Sayangnya belakangan ini Gavin sakit lagi tidak parah sebenarnya hanya Diandra saja yang memang terlalu cemas.


Diandra benar-benar menyayangi Gavin dia tidak mau sesuatu terjadi pada anaknya itu.


"Mommy bawakan bekal untuk kalian ya?" Kata Diandra


Ke empat anaknya mendongak kalau Danira langsung mengangguk dengan semangat karena dia memang lebih suka membawa bekal.


"Aku juga Mom?" Kata Galen dan Davin bersamaan


"Iya dong, mau enggak?" Tanya Diandra sambil tersenyum


"Hehe enggak deh hari ini pulang agak cepat Mom." Kata Galen


"Iya Mom jam dua belas mungkin udah pulang, jadi nanti makan siang di rumah aja." Kata Davin juga


"Yaudah, kalau gitu Gavin sama Danira ya?" Kata Diandra


Gavin hanya mengangguk patuh karena tidak mau membuat Mommy nya sedih.


"Sebentar Mommy siapkan ya?" Kata Diandra


"Mommy sarapan dulu aja." Kata Gavin


"Iya gak papa nanti aja." Kata Diandra


Diandra beranjak dari tempatnya dan pergi ke dapur dia mengambil dua kotak bekal untuk kedua anaknya. Pertama Diandra mengambil nasi tidak terlalu banyak karena biasanya Gavin dan Danira hanya makan siang sedikit saja.


Setelah kotak makan itu terisi dengan sayur dan juga lauk Diandra menutupnya lalu membawanya ke ruang makan.


"Ini nanti jangan lupa di bawa oh iya Galen sama Davin berangkat sama siapa? Sama Daddy atau Gavin?" Tanya Diandra


"Sama Gavin aja Mom mumpung masih pagi juga." Kata Gavin


Diandra mengangguk singkat lalu melanjutkan sarapannya.


Begitu semua selesai sarapan ke empat anaknya bersiap mereka memakai sepatu lalu berpamitan pada Diandra dan Gibran. Mereka mencium punggung tangan keduanya dengan sayang lalu memberikan pelukan singkat juga.


"Gavin hati-hati bawa mobilnya ya?" Kata Diandra


Gavin mengangguk singkat dia tersenyum ketika Diandra mengusap kepalanya dengan sayang.


"Berangkat ya Mom Dad"


Setelah berpamitan Gavin mengajak ketiga adiknya untuk segera masuk ke dalam mobil agar mereka tidak kesiangan. Sebenarnya kalau Gavin sendiri tidak masalah, tapi dia tidak mungkin membiarkan adik-adiknya datang terlambat apalagi sampai harus di hukum.


Dalam perjalanan Gavin tetap fokus pada jalanan di hadapannya dan tanpa dia sadari Galen juga Davin ternyata terus memperhatikannya.


"Kak"

__ADS_1


"Hm"


Gavin bergumam pelan, dia tau panggilan itu untuknya dan bukan Danira.


"Lagi kenapa sih sama Mommy? Kakak sakit lagi ya? Gak biasanya Mommy gitu." Kata Davin


"Enggak"


Hanya itu yang Gavin katakan.


"Kemaren juga gue lihat Mommy kayak marah dan sedih gitu." Kata Galen menambahkan


"Hm gak ada kok masalah kecil aja, tapi udah gak papa." Kata Gavin


"Mommy gak mau lo kenapa-kenapa Kak jadi nurut sama Mommy ya? Jangan buat Mommy sedih." Kata Davin


Gavin bergumam pelan sebagai tanggapan lalu Danira menoleh dan menatap ke belakang.


"Kak Gavin memang suka nakal." Kata Danira


"Iya kan Kak? Memang tuh gak kayak Kak Ila." Kata Davin


"Gue turunin ya lo berdua." Kata Gavin kesal


"Dih marah." Sindir Galen


Gavin berdecak pelan dan memilih untuk tidak memberikan tanggapan apapun, dia biarkan saja adik-adiknya itu asik membicarakannya di depan dia sendiri. Sekitar lima belas menit Gavin berhenti di area sekolah kedua adiknya yang dulu juga merupakan tempat dia bersekolah.


Masih cukup pagi mereka akan sampai sekolah sepuluh menit sebelum bel masuk berbunyi.


"Kakakk"


"Hm"


"Mommy udah tau ya?" Tanya Danira


Gavin mengangguk singkat sebagai jawaban.


"Mommy marah enggak?" Tanya Danira lagi


"Enggak La." Kata Gavin sambil tersenyum


"Maafin Ila ya karena udah bilang ke Daddy tentang kejadian di sekolah." Kata Danira


"Enggak papa La." Kata Gavin dengan penuh kelembutan


Danira tersenyum lalu menatap wajah Kakaknya yang tengah fokus pada jalanan di hadapannya.


Danira tidak mau sampai sesuatu yang buruk terjadi pada Kakak yang paling dia sayang.


°°°°

__ADS_1


Senyuman menghiasi wajah tampan Gavin ketika dia bersama dengan Alexa ada di perpustakaan, Alexa sedang mengajari Gavin pelajaran Matematika sesuai permintaan Gavin yang entah kenapa tiba-tiba meminta Alexa mengajarinya. Padahal Alexa tau Gavin sangat tidak suka hitung menghitung, tapi dia juga tidak menolak dan dengan telaten mengajari kekasihnya.


Alexa sendiri sebenarnya tidak terlalu pintar, tapi cukup mengerti juga di pelajaran hitung menghitung yang bisa di bilang cukup menguras otak. Mungkin Alexa tidak sadar bahwa Gavin asik memandang wajahnya dan bukan memperhatikan apa yang sedang dia jelaskan.


"Sebenarnya mudah kok Vin yang penting kamu ngerti dulu kalau udah ngerti mau berapapun angkanya pasti kamu bisa, jadi gimana sebelah mana yang belum faham?" Tanya Alexa


Alexa menolah, tapi dia terpaku ketika wajah Gavin begitu dekat dengannya bahkan pria itu tersenyum dengan mata yang terus menatap ke arahnya.


"Gavin"


Alexa memanggilnya pelan pipinya sudah memerah sekarang, tapi Gavin masih asik menatapnya bahkan mendekatkan wajahnya membuat Alexa mundur secara refleks.


"Lexa"


Gavin semakin mendekat Alexa memejamkan matanya ketika tangan Gavin menyentuh wajahnya.


"Bulu mata kamu jatuh." Kata Gavin


Alexa menghela nafasnya pelan ketika Gavin menjauhkan wajahnya lalu meraih tangannya dan meletakkan sehelai bulu mata yang dia ambil.


"Kayaknya Nicholas kangen kamu." Kekeh Gavin


Alexa tertawa pelan dan menatap Gavin yang kini menatapnya juga lalu mencubit pelan pipinya.


"Tuh kan gak fokus, sekarang balik lagi sebelah mana yang kamu belum faham?" Tanya Alexa


"Hm semua aku dari tadi sibuk merhatiin kamu." Kata Gavin jujur


"Gavin ish." Kesal Alexa


"Kamu cantik banget kalau lagi serius gitu ya Lex." Kata Gavin membuat Alexa salah tingkah sendiri


"Gavinnnn"


Gavin tertawa dia mengusap kepala Alexa dengan sayang lalu mengalihkan pandangannya ke sekitar dan secepat kilat mencuri sebuah ciuman di pipinya.


Mata Alexa membulat pipinya semakin memerah dan dengan penuh kekesalan dia memukul pelan lengan kekasihnya.


"Gavinnn! Nanti ada yang lihat gimanaaa?"


Bukan takut Gavin malah tertawa dan mengusap pipinya yang memerah dengan sayang.


"Cantik banget"


Alexa merengek pelan dan meminta Gavin untuk berhenti karena dia bisa-bisa pingsan sendiri!


°°°°


Nama : Gavin Aditya Wijaya


Hobi : Baperin Alexa

__ADS_1


Awas ya Gavin kalau kamu jahatin Alexa😠


__ADS_2