Obsession

Obsession
Extra Part (3)


__ADS_3

Kehamilan ketiga Diandra sudah memasuki bulan kedelapan yang artinya sebentar lagi bayi mungilnya akan kembali hadir ke dunia dan melengkapi keluarga kecilnya dengan Gibran. Sekarang Gavin juga sudah semakin besar anak itu sudah mulai belajar menulis bersama dengan Gibran, ya meski terkadang Gavin hanya akan mencoret-coret buku lalu minta untuk bermain game.


Sedangkan si kecil Danira anak itu juga sudah mulai tumbuh menjadi balita menggemaskan dengan pipi gembul serta mata yang sedikit sipit dan seperti yang pernah Ghina katakan anaknya itu sangat menempel pada sang suami. Setiap kali mau makan Danira akan mengatakannya pada Gibran dan kalau menangis dia akan terus mengatakan papa papa yang artinya harus Gibran yang datang untuk menenangkannya.


Semua berjalan dengan begitu baik tidak ada lagi pertengkaran di antara Diandra dan Gibran karena keduanya benar-benar ingin fokus untuk menjaga anak-anak mereka. Selain itu kehamilan Diandra yang cukup sensitif membuat Gibran harus menjadi suami yang siap siaga dan selalu berada di sisinya.


Di bulan tujuh kemarin Diandra sempat ke rumah sakit karena mengeluh sakit perut yang teramat sangat dan Dokter Tiara mengatakan kepada mereka bahwa Diandra harus lebih banyak istirahat. Memang waktu itu Diandra sangat ngeyel dan terus saja beberes rumah serta masak untuk yang lainnya padahal sebelumnya dia akan menyerahkan semuanya pada Bi Diah.


Akhirnya setelah perkataan itu Diandra tidak diizinkan melakukan pekerjaan apapun selain merawat anak-anak.


"Mas Gibrann"


Setiap kali Diandra memanggil Gibran juga akan selalu datang seperti sekarang dia bergegas pergi ke kamar setelah sang istri memanggilnya.


"Ada apa sayang?" Tanya Gibran sambil berjalan mendekat ke arah ranjang


"Aku mau makan." Kata Diandra


"Makan? Baiklah mau makan apa biar aku ambilkan?" Tanya Gibran


"Maunya makan di bawah sama anak-anak juga." Kata Diandra


"Okay, sini aku bantu kita makan di bawah." Kata Gibran


Dengan sigap Gibran membantu istrinya untuk berdiri lalu memeluk pinggangnya dan bersama-sama menuruni tangga. Memang Gibran sendiri yang meminta istrinya untuk segera memanggilnya kalau dia ingin kebawah karena dia takut Diandra harus turun tangga sendirian meskipun istrinya bilang tidak masalah.


"Anak-anak mana Mas?" Tanya Diandra


"Gavin lagi main sama Danira di ruang tengah sambil nunggu Bi Diah masak tadi aku juga menemani mereka." Kata Gibran


"Aku jadi jarang deh main sama anak-anak." Kata Diandra sambil menghela nafasnya pelan


"Hey jangan bicara begitu kita kan selalu tidur sama anak-anak dan sebelum mereka tidur kamu selalu bermain dengan mereka." Kata Gibran


"Hm benar juga"


Begitu sampai di bawah Diandra lebih dulu menemui anak-anaknya yang sedang sibuk bermain. Dapat dia lihat Gavin yang memberikan pensil pada adiknya dan membuat Danira sibuk mencoret-coret kertas lalu tertawa senang.


"Hey senang sekali"


Keduanya menoleh bahkan Danira yang seolah tau kalau itu Mommy nya langsung melempar pensil miliknya lalu berdiri dan berjalan pelan ke arah Diandra.


"Mama mamaaa"


Anak itu terlihat sangat senang membuat Diandra tertawa melihatnya dia duduk dengan perlahan lalu memeluk Danira dengan sayang dan mencium keningnya.


"Ya ampun anak Mommy." Kata Diandra


"Mama mamaa"


"Iya sayang." Kata Diandra sambil mencium anaknya lagi

__ADS_1


"Mommy Ila sudah pintal nulis sekalang nanti dia bisa sekolah sama Gavin." Kata Gavin sambil berlari dan menunjukkan kertas yang penuh dengam coretan


"Benarkah? Wah pintar sekali Danira." Kata Diandra


"Nanti kita sekolahnya baleng." Kata Gavin sambil duduk di dekat Mommy nya


Melihat hal itu Gibran tertawa kecil lalu duduk di dekat Gavin dan mengangkat anak itu kemudian mendudukkan di pangkuannya.


"Gavin adiknya belum boleh sekolah dia masih kecil." Kata Gibran yang langsung membuat anaknya itu cemberut


"Tapi, Danila sudah bisa nulis." Kata Gavin


"Iya sayang, tapi Danira kan masih kecil nanti dia nangis kalau gak ada Mommy sama Daddy." Kata Gibran


"Kan ada Gavin." Kata Gavin lagi


Gibran tertawa kecil lalu mencium pipi anaknya itu dengan gemas.


"Nanti Gavin bakal jagaiin Danira?" Tanya Diandra


"Iya! Nanti kalau ada yang nakal sama Danila bakal Gavin pukul kalna Danila adiknya Gavin, jadi Gavin halus jagaiin Danila." Kata Gavin dengan senyuman polosnya


Diandra tidak bisa menahan senyumnya dia mengusap kepala anaknya itu dengan sayang.


"Tuan makanannya sudah siap." Kata Bi Diah membuat Gibran menoleh lalu tersenyum


"Yuk sayang makan." Ajak Gibran


Setelah itu Diandra mengambilkan makan untuk Gavin dan suaminya lalu untuk dia sendiri.


"Makan yang banyak sayang"


Diandra tersenyum lalu mengangguk dengan semangat dan mulai menyantap makan siangnya.


¤¤¤


"Mommyyy sakittt"


Mata Diandra membulat dengan sempurna kala Gavin masuk ke dalam kamar dengan tangan kotor dan lecet ditangannya belum lagi Gavin yang menangis dengan kencang. Merasa sangat cemas Diandra langsung bangun dan menghampiri anaknya lalu menuntun Gavin untuk duduk di sofa.


Secepat mungkin Diandra mengambil kotak p3k lalu bergegas kembali ke tempat Gavin yang masih menangis sambil merengek kesakitan. Wajah Diandra ikut sedih dia mengusap air mata anaknya dengan sayang membuat Gavin menatapnya dengan wajah begitu sedih.


"Gavin jatuh dimana?" Tanya Diandra


"Gavin jatuh dari sepeda." Kata Gavin dengan isak tangisnya


"Ssst iya sayang biar Mommy obatin ya?" Kata Diandra


Dengan telaten Diandra membersihkan luka di tangan anaknya dan membuat Gavin semakin menangis bahkan berseru kencang karena merasa sakit.


"Enggak Mommy sakittt sakittt"

__ADS_1


Tak lama setelahnya Gibran masuk dengan wajah cemasnya bersama Danira di dekapannya.


"Sayang Gavin kenapa?" Tanya Gibran cemas


Tadi Gavin mengatakan ingin bermain di taman belakang dan Gibran menjaga Danira sambil menemaninya bermain, tapi barusan dia malah mendengar anaknya itu menangis.


"Jatuh dari sepeda katanya." Kata Diandra


"Mommy sakit." Kata Gibran sambil menangis


"Iya sayang sebentar ya? Biar sembuh nanti gak sakit lagi." Kata Diandra


Dengan penuh kelembutan Diandra memberikan betadine lalu membalut lukanya dengan plaster sambil meniupnya perlahan.


"Nah udah sayang sebentar lagi sembuh." Kata Diandra sambil mencium luka yang sudah diplaster


Gavin masih terisak dengan manja dia memeluk Mommy nya membuat Diandra tersenyum tipis lalu mengusap kepalanya dengan sayang.


"Aku tidak tau kalau Gavin main sepeda, maaf sayang." Kata Gibran


"Mas sudahlah tidak papa jangan merasa bersalah." Kata Diandra


"Aku jadi merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Gavin dengan baik." Kata Gibran lagi


"Mas jangan ngomong gitu ah gak suka Gavin gak papa kok cuman luka sedikit nanti pasti sembuh, dia kan jagoannya kita." Kata Diandra


Gibran menghela nafasnya pelan lalu menganggukan kepalanya dia duduk disamping Gavin dan menurunkan Danira yang sekarang berjalan sambil berpegangan pada meja.


"Udah Mas gak papa Gavin besok pasti udah main lagi." Kata Diandra sambil menangkup wajah sang suami dan memainkan pipinya


"Iya sayang"


Tersenyum manis Diandra kembali menatap anaknya yang sekarang sudah melepaskan pelukannya.


"Masih sakit?" Tanya Diandra


Gavin menggelengkan kepalanya pelan lalu turun dari sofa dan menghampiri Danira yang sedang memainkan kertas di meja.


"Sudah aku bilang kan?"


Gibran tertawa kecil lalu menganggukkan kepalanya sambil menatap Gavin yang kini sudah tersenyum.


"Danila ayo kita main lobot"


Gavin memang jagoan kecilnya.


¤¤¤


Extra part lagi yeeee💞


Nanti aku buat extra part sampai lima ya yang artinya tersisa dua extra part lagi😶

__ADS_1


Oh iya gimana ceritanya Ghina suka gakkkk???


__ADS_2