Obsession

Obsession
Gavin (58)


__ADS_3

"DANIRA"


Gavin berlari kencang begitu mendengar suara teriakan yang menyebutkan nama adiknya lalu orang-orang yang berkumpul di sekitaran kolam renang dan melihat Danira yang ada di dalam sana dengan tangan yang berusaha menggapai udara membuat Gavin langsung melompat. Tidak peduli dengan dadanya yang terasa sesak karena berlari sangat kencang ketika temannya datang dan mengatakan bahwa Danira jatuh ke dalam kolam renang.


Demi Tuhan dia mengumpat semua orang yang malah diam sambil memperhatikan adiknya yang sudah akan kehabisan nafas di sana. Secepat mungkin Gavin mendekat dia menggapai tubuh Danira yang sudah kehilangan kesadarannya.


Berusaha membawa tubuh Danira ke pinggir kolam renang Gavin merasa ada seseorang yang juga menopang tubuh Danira, ternyata Arsaka. Mereka berdua membawa Danira ke pinggir lalu menaikkannya ke atas dengan bantuan Alexa juga Maura.


"Ilaa Laa? La bangun La." Kata Gavin panik


Gavin menepuk-nepuk pipi Danira berkali-kali berusaha membuat adiknya itu sadar.


Arsaka pun sama paniknya mereka berusaha membangunkan Danira yang benar-benar sudah tidak sadar.


"Ila bangun Laa!" Kata Gavin panik


Dua tangan Gavin saling terkait dia memompa dada Danira memberikan CPR untuk adik tercintanya yang tidak sadarkan diri dengan wajah pucat juga tangan yang begitu dingin.


"Ila bangun La! ILA!"


Gavin panik bukan main, tapi ada rasa lega ketika Danira terbatuk dan mengeluarkan air dari dalam mulutnya.


"Danira"


Gavin memanggilnya Danira menatapnya, tapi tatapan mata adiknya itu begitu sayu bahkan dipenuhi kecemasan.


"Kakak"


Satu kata itu yang berhasil Danira ucapkan sebelum kesadarannya kembali di renggut dan membuat semua orang kembali panik.


"ILAA"

__ADS_1


Gavin bersumpah tidak akan memaafkan orang yang sudah membuat Danira nyaris tenggelam.


°°°°


Tangan Aura berkeringat dingin jantungnya berdetak dengan begitu cepat merasa takut karena kekacauan yang dia buat, dia tidak sangka akan sampai sekacau ini dia benar-benar tidak tau kalau Danira tidak bisa berenang bahkan memiliki trauma. Melihat Gavin tadi saja dia sudah takut bukan main pria itu terlihat sangat marah tangannya terkepal kuat matanya juga memerah.


Saat ini dia ada di dekat Sherin mereka menunggu Danira yang sedang ditangani oleh Dokter, ya tadi Sherin langsung menghubungi saudaranya yang merupakan seorang dokter. Masih dengan rasa takutnya Aura memejamkan matanya ketika teriakan Gavin terdengar.


Pria itu memanggil namanya membuat semua orang yang ada di sana juga menatap ke arahnya.


"AURA"


Gavin muncul dengan tangan terkepal kuat juga wajah penuh amarah, tatapannya begitu tajam membuat nyali Aura ciut seketika.


"Brengsek! Lo mau bunuh adek gue hah?! Ada masalah apa lo sama Danira?" Sentak Gavin


Aura mundur ketika Gavin mendekat dia juga melirik Arsaka yang sama marahnya seperti Gavin.


"Gue tanya sama lo sialan! Lo mau bunuh adek gue hah? Maju sini Aura! Ngapain lo di sana? Sini kasih tau gue ada masalah apa lo sama adek gue sampai lo buat dia jatuh ke kolam!" Kata Gavin


Aura benar-benar tak berkutik dan orang-orang di sana juga tak ada yang berani bersuara, gadis itu sudah terpojok ke dinding karena terus mundur.


"Bisu lo?! Ada masalah apa lo sama Danira? Gue tanya sialan!" Maki Gavin


"Vin udah Vin...."


"Diam! Jangan ada yang berani ikut campur! Dia berani cari masalah sama Danira itu artinya dia cari masalah sama gue! Diam lo semua!" Kata Gavin marah


"Aura lo benar-benar udah keterlaluan!" Kata Arsaka dengan penuh penekanan


"Gue... Gue enggak tau kalau Danira enggak bisa...."

__ADS_1


"Bacot!"


Gavin sudah kepalang kesal dia mengambil vas bunga yang ada di dekatnya dan melempar tepat ke samping Aura hingga benda itu pecah berkeping-keping karena terbentur tembok.


Aura berseru kencang dia menutup matanya ketika vas itu pecah tepat di sampingnya.


"Vin..."


Gavin tak cukup puas dia berjalan mendekat membuat tubuh Aura bergetar ketakutan apalagi ketika pria itu menarik tangannya cukup kuat.


"Akh Vin sakit..."


Semua orang mengikuti Gavin yang membawa Aura ke arah kolam renang dan dengan teganya mendorong gadis itu hingga jatuh ke dalam kolam renang.


Setelahnya Gavin pergi dia mengabaikan semua mata yang menatap ke arahnya dan bergegas ke kamar tamu dimana Danira berada. Begitu Dokter keluar Gavin merasa lega karena Dokter itu mengatakan bahwa adiknya baik-baik saja dan tidak ada masalah serius.


Gavin langsung masuk dia menghampiri Danira.


"Ila"


Danira mendongak matanya berkaca-kaca dia langsung memeluk Gavin begitu pria itu mendekat.


"Ila mau pulang." Isak Danira


"Iya kita pulang sekarang." Kata Gavin


Saat Arsaka juga masuk ke dalam Gavin meminta pria itu membawa tas Danira lalu dia dengan sigap menggendong tubuh Danira yang sudah di balut dengan jaket tebal milik Gavin yang untungnya ada di mobil.


Mungkin setelah ini Gavin yang akan habis di rumah di marahi oleh orang tuanya, terutama Gibran.


°°°°

__ADS_1


Helloooo ini pendek yaa part nya haha


__ADS_2