Obsession

Obsession
Bertemu


__ADS_3

Clarissa


Nama itu pernah sangat berarti bagi Gibran bahkan dulu dia sangat yakin bahwa wanita itu lah yang akan menjadi pasangannya, dia tanpa ragu membawa Clarissa menemui orang tuanya. Kekasih pertama Gibran mereka menjalin hubungan selama lima tahun hingga keputusan Gibran mengajak Clarissa bertunangan.


Saat itu Gibran baru saja lulus kuliah dia mengajak Clarissa bertunangan lalu menikah di tahun berikutnya, semua sudah terencana. Sampai Clarissa pergi meninggalkannya tanpa alasan dan membuatnya merasa sangat terluka.


Setelah kepergian Clarissa rasanya Gibran begitu kesepian dia akhirnya dekat dengan banyak wanita, tapi sesekali masih berfikir tentang Clarissa. Sampai akhirnya dia bertemu Diandra hingga jatuh cinta pada wanita yang kini menjadi istrinya.


Kebahagiaan mulai bermunculan Gibran tak lagi memikirkan tentang Clarissa meski hanya sedetik pun, tapi begitu wanita itu menghubunginya dia merasa bimbang. Bukan tentang perasaannya, tapi rasa penasaran tentang alasan wanita itu meninggalkannya.


Gibran tidak berbohong kalau dia merindukan Clarissa, tapi hanya sebatas itu masalah perasaan semuanya sudah hilang. Rasa cinta yang pernah timbul begitu besar untuk wanita itu telah hilang, dia hanya mencintai istrinya.


"Mas"


Suara lembut itu membuat Gibran mendongak lalu menatap istrinya yang baru saja kembali dari kamar anak mereka. Sebelumnya Diandra memang mengajak bicara, tapi dia memastikan dulu kedua anaknya tertidur.


Sekarang Diandra kembali yang artinya anak mereka sudah tidur, ada senyuman tipis di bibir Diandra bersamaan dengan dia yang berjalan mendekat. Begitu Diandra duduk disampingnya Gibran sedikit bergeser lalu menghadap pada Diandra yang kini menatapnya.


"Sini lihat aku." Kata Diandra


"Ada apa sayang?" Tanya Gibran pelan


Diandra diam sebentar lalu tangannya terulur untuk mengusap kepala suaminya.


"Aku mau bicara." Kata Diandra


"Iya katakan saja." Kata Gibran dengan jantung yang berdetak dengan sangat cepat


Diandra tidak berniat meninggalkannya kan?


"Aku ingin tanya beberapa hal kamu jawab jujur ya? Jangan bohong." Kata Diandra


"Iya"


Menghela nafasnya pelan Diandra meraih tangan Gibran untuk digenggam lalu menatap matanya.


"Alasan kamu tidak memberitau tentang Clarissa karena takut aku marah atau ada alasan lainnya?" Tanya Diandra


"Aku hanya takut kamu marah aku akui dia memang seseorang yang pernah sangat berarti untukku, tapi aku bersumpah aku tidak mencintai dia lagi." Kata Gibran


"Tadi waktu kita lagi makan ada pesan masuk dari Clarissa dia mengirimkan screenshot chat kalian." Kata Diandra membuat Gibran menatapnya dalam diam


"Kamu marah?" Tanya Gibran


"Sepertinya dia memang berniat merebut kamu dari aku ya?" Kata Diandra sambil tersenyum


"Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu." Kata Gibran pelan


"Kamu masih mencintai aku?" Tanya Diandra


"Masih, aku sangat mencintai kamu dan tidak mau kehilangan kamu." Kata Gibran yakin


"Kenapa kamu memeluk Clarissa?" Tanya Diandra


Gibran terdiam, dia juga tidak mengerti kenapa.


"Aku.. aku tidak tau maaf." Kata Gibran


"Kamu sudah mendapat jawaban yang kamu inginkan dari dia?" Tanya Diandra


"Sudah dan hanya itu yang aku butuhkan." Kata Gibran


"Dia jawab apa?" Tanya Diandra


"Dia bilang dia pergi untuk mengejar cita-citanya." Kata Gibran


Diandra mengangguk faham lalu terdiam membuat Gibran menghela nafasnya pelan dan menangkup wajah istrinya.

__ADS_1


"Aku bersumpah bahwa aku hanya mencintai kamu." Kata Gibran sambil mengusap pipi istrinya dengan sayang


"Aku wanita yang egois ya?" Tanya Diandra


"Tidak..."


"Kamu sudah banyak sekali berjuang untuk mendapatkan aku, tapi aku malah selalu meragukan perasaan kamu." Kata Diandra


"Sayang..."


"Mas aku mau mempertahankan hubungan kita." Kata Diandra pelan


"Aku juga sayang aku juga." Kata Gibran


"Aku tidak mau merusak pernikahan kita." Kata Diandra lagi


"Maaf semuanya karena aku." Kata Gibran


"Mas"


"Iya"


"Masalah tentang Clarissa..."


Diandra sedikit memberi jeda membuat Gibran merasa cemas seketika memikirkan kalimat apa yang akan istrinya ucapkan.


Cukup lama Diandra terdiam dia terlihat sedikit ragu dan berkali-kali menatap matanya.


"Masalah tentang Clarissa kita tidak usah membahasnya lagi ya? Aku tidak akan membahas hal itu lagi dan aku juga akan berusaha untuk tidak mengingatnya lagi." Kata Diandra


"Sayang"


"Aku akan coba untuk mengerti alasan kamu berbohong entah itu untuk menjaga perasaan aku atau apapun itu, tapi Mas aku harap kamu mengerti bahwa akan lebih baik kalau kamu jujur entah sesulit apapun itu aku akan menghargai kejujuran kamu." Kata Diandra


"Diandra aku minta maaf." Kata Gibran


"Iya aku tidak akan pernah melakukannya lagi." Kata Gibran dengan penuh keyakinan


"Setelah ini mau berjanji untuk tidak berbohong lagi?" Tanya Diandra


"Iya aku janji tidak akan pernah menyembunyikan hal apapun dari kamu." Kata Gibran


"Aku tidak suka dibohongi untuk apapun alasannya, jadi jangan lakukan hal itu lagi ya?" Pinta Diandra


Gibran mengangguk lalu menarik Diandra ke dalam pelukannya dan mencium puncak kepala istrinya dengan sayang.


"Aku sayang sama kamu Mas dan aku sangat takut kamu akan pergi ninggalin aku." Kata Diandra pelan


"Tidak, aku tidak akan pernah pergi meninggalkan kamu." Kata Gibran sambil mengeratkan pelukannya


"Aku harap kamu tidak akan pernah membuat aku kecewa lagi Mas." Kata Diandra


"Iya sayang aku tidak akan melakukannya lagi." Kata Gibran


Melepaskan pelukannya Diandra mengusap pipi Gibran dengan sayang lalu mendekatkan wajahnya dan mencium bibir suaminya dengan lembut. Naluri Gibran membuat dia membalas ciuman itu dengan penuh kelembutan.


Mereka saling menikmati ciuman malam ini cukup lama hingga Diandra menjauhkan wajahnya dan tersenyum sambil menatapnya.


"Besok aku akan temui Clarissa"


Gibran terdiam sambil menatap istrinya dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Aku akan meluruskan semuanya"


¤¤¤


Berhadapan dengan wanita yang pernah memiliki tempat spesial di hati suaminya sedikit membuat Diandra canggung, tapi melihat betapa santainya wanita itu setelah membuat dia dan Gibran bertengkar membuatnya kesal bukan main. Sekarang Diandra berada di cafe dekat perumahannya tentu saja tanpa Gibran karena suaminya ada di rumah bersama anak-anaknya dan tadi dia di pergi naik ojek online, menolak suaminya yang ingin mengantar.

__ADS_1


Sudah lima menit berlalu mereka hanya diam tanpa ada satu pun yang mengeluarkan suara untuk bicara. Sungguh Diandra merasa tidak percaya diri ketika melihat Clarissa sekarang wanita itu sangat cantik.


"Aku udah baca chat yang kamu kirimkan padaku." Kata Diandra setelah cukup lama terdiam


"Bagus"


"Kamu memang berniat merebut suamiku ya?" Tanya Diandra dengan alis bertaut


"Apa yang akan kamu lakukan kalau aku jawab iya?" Tanya Clarissa membuat Diandra tertawa kecil mendengarnya


"Aku akan biarkan saja kamu melakukannya, tapi akan aku pastikan kamu tidak akan bisa mendapatkannya." Kata Diandra


"Yakin sekali"


"Tentu, aku harus yakin dan percaya pada suamiku sendiri." Kata Diandra


"Bahkan meski dia sudah berbohong? Aku wanita spesial untuk Gibran." Kata Clarissa membuat Diandra mendengus kesal ketika mendengarnya


Percaya diri sekali!


"Sespesial apa sampai dia menikahi aku dan bukannya menunggu kamu?" Tanya Diandra


Clarissa terdiam ketika mendengar pertanyaan itu.


"Kalau kamu memang sangat spesial untuk suamiku maka dia akan menunggu kamu tak peduli selama apapun itu, tapi lihat apa yang dia lakukan? Dia menikahi aku dan kami sudah memiliki dua anak," Kata Diandra.


Clarisaa menatapnya dengan tajam, tidak suka dengan perkataan yang Diandra ucapkan.


"Kamu harus terima kenyataan bahwa posisi itu sudah digantikan dengan aku." Kata Diandra


"Dia masih menemui aku tanpa izin dari kamu." Kata Clarissa


"Dia menemui kamu hanya untuk beberapa pertanyaan." Kata Diandra


"Dia memelukku dan mengakui bahwa dia merindukan aku." Kata Clarissa


"Lalu? Apa masalahnya? Dia juga selalu memeluk aku setiap malam dan mengatakan bahwa dia merindukan aku setiap kali sedang bekerja." Kata Diandra


Baru ingin bicara lagi Diandra sudah lebih dulu memotong ucapan Clarissa.


"Kamu sangat bangga dipeluk dan dirindukan suami orang?" Tanya Diandra


"Kau..."


"Apa? Aku bicara benar kan?" Kata Diandra membuat Clarissa menghela nafasnya pelan lalu mengalihkan pandangannya sebentar


"Apa kamu sebodoh itu tetap percaya pada suami yang berbohong pada kamu?" Tanya Clarissa setelah cukup pama terdiam


"Apa kamu seantusias itu melihat kalau aku dan suamiku bertengkar?" Tanya Diandra balik


Clarissa diam dengan raut wajah kesal membuat Diandra tersenyum melihatnya.


Entah masih ada yang disembunyikan Gibran atau tidak, tapi Diandra yakin satu hal bahwa dia tidak akan pernah membiarkan wanita dihadapannya itu mendapatkan apa yang dia mau!


"Kamu mau bukti kalau aku benar-benar sudah menggantikan posisi kamu di hati Gibran?" Tanya Diandra


Menatap wanita dihadapannya dengan senyuman Diandra mengatakan sesuatu dengan suara yang sangat pelan, tapi masih sanggup terdengar dan membuat Clarissa mengepalkan tangannya kuat.


"Tunggu saja berita kehamilanku lagi"


Lalu Diandra pergi tanpa mengatakan apapun lagi.


¤¤¤


Aku updatee lagi nihh😚


Cukup kan dua part ajaaa😋

__ADS_1


__ADS_2