
"Gavin bangunin Danira dulu sayang"
Perintah itu membuat senyuman Gavin mengembang dengan sempurna, dia selalu suka tugas barunya setiap pagi, membangunkan Danira sekaligus mengganggu adik perempuannya. Berbeda dengan Galen atau Davin yang sama-sama pria dan cenderung tidak mudah ngambek Gavin lebih suka mengganggu Danira yang mudah sekali merajuk dan sangat sangat manja.
Tak hanya itu Danira juga tukang mengadu!
Danira tumbuh menjadi gadis yang cantik dan mirip sekali dengan Diandra, tapi Danira itu galak banget bahkan sama Gavin juga galak. Bukan sekali dua kali Gavin mendapatkan pukulan dari Danira karena adiknya itu kesal dengan tingkahnya.
Mereka sering sekali bertengkar hingga terkadang Gibran harus turun tangan untuk menengahi keduanya. Saat hanya bersama dengan Gavin akan ada perdebatan, tapi ketika ke empat anaknya berkumpul tidak akan ada perdebatan mereka hanya akan tertawa dan sibuk bercerita masalah sekolah saja.
Kembali pada Gavin yang masuk ke dalam kamar Danira dan matanya membulat dia menggelengkan kepalanya pelan begitu melihat penampakan kamar adiknya.
Selimut sudah tergeletak di bawah dan adiknya tertidur dengan posisi miring tanpa bantal, astaga bar-bar sekali tidurnya.
"Ilaa bangun"
Satu lagi Gavin masih tetap memanggil Danira dengan panggilan Ila sama seperti dulu.
"Ilaa bangun cepetan udah ditungguin yang lain di bawah." Kata Gavin sambil menepuk-nepuk pipi Danira
Tak kunjung membuka mata Gavin memilih untuk mencubit gemas pipi adiknya dan sesekali menariknya.
Berhasil!
Mata Danira perlahan terbuka dia merengek pelan pada Gavin lalu kembali memeluk gulingnya.
"Ilaa bangun cepetan!" Kata Gavin
"Ish nantiiiii"
Berdecak kesal Gavin mencapit hidung adiknya hingga membuat Danira membuka matanya dan memukul pelan lengan Kakaknya.
"Masih ngantukkk"
"Astaga Ila ini udah siang mau bangun jam berapa? Mau telat ke sekolah dan dihukum suruh lari keliling lapangan?" Tanya Gavin
Danira mengerucutkan bibirnya sebal membuat Gavin kembali mencubit pipinya cukup kuat.
"Bangun gembull"
"Ish nyebelinnn." Kata Danira
"Bangun terus mandi ganti baju dan turun sarapan." Kata Gavin
"Ngantukk"
"Mandi Ila kalah sama Mommy yang dari jam lima udah bangun sibuk ngurusin sarapan." Kata Gavin galak
"Nanti bentar lagi." Kata Danira
"Yaudah jangan nangis kalau omelette kesukaan kamu Kakak habisin." Kata Gavin sambil mengangkat bahunya acuh
"Jangan"
"Makanya mandii ya ampun nyuruh mandi kayak nyuruh keliling dunia." Kata Gavin gemas
"Mager"
"Ilaaa"
"Ish jangan galak." Kata Danira
"Mandi! Galen sama Davin aja udah ganteng ini anak satu masih bau asem." Kata Gavin
"Kakakk"
"Gak mau mandi? Yaudah awas gak Kakak jajanin lagi di kantin." Kata Gavin
Danira langsung cemberut lalu bangun dan duduk sambil menatap Kakaknya yang kembali mencubit gemas pipinya.
"Mandiii"
"Ihh iya udah jangan cubit sakit tauuu!" Kata Danira kesal
Tertawa senang Gavin malah mencubit lagi pipi Danira membuat adiknya itu merengek manja dan berusaha menjauhkan tangan Kakaknya.
"Ih lepasss"
__ADS_1
Masih tak mau menjauhkan tangannya Gavin menarik pelan pipi adiknya itu hingga membuat mata Danira mulai berkaca-kaca.
Lalu dalam hitungan detik gadis itu berseru kencang.
"DADDYYYY"
Tak butuh waktu lama Gibran sudah muncul dari balik pintu dan menghela nafasnya pelan membuat Gavin menjauhkan tangannya lalu menepuk-nepuk kepala Danira.
"Cup cup adik kesayangannya Kakak jangan nangis nanti dibeliin yupi sekotak"
Setelah mengatakan hal itu Gavin beranjak dari tempat tidur, tapi baru akan keluar Danira sudah melempar bantal hingga mengenai kepalanya membuat Gibran hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.
"Nakal banget sih La awas ya gak aku jajanin di sekolah!"
Gibran terdiam lalu meminta Gavin untuk keluar dari kamar dan membiarkan Danira bersiap.
Melerai pertengkaran Gavin dan Danira adalah kebiasaan yang sudah sejak lama Gibran lakukan.
°°°°
Diandra menatap Gavin dan Danira bergantian lalu menghela nafasnya pelan ketika melihat kedua anaknya itu saling memberikan tatapan tajam, dia heran sekali karena keduanya tidak pernah akur. Saat bersama dengan kedua adiknya yang lain baik Gavin atau Danira tidak pernah bertengkar, tapi kalau mereka berdua yang bertemu makan akan terjadi keributan.
Seperti sekarang keduanya hanya saling menatap dengan tajam dan Diandra dapat merasakan keduanya saling menendang kaki di bawah meja. Tidak hanya dia yang sadar, tapi kedua anaknya yang lain juga mereka sudah terbiasa dengan pertengkaran kedua anaknya.
"Gavin Danira mau makan atau tidak? Berhenti itu kakinya di bawah." Kata Diandra dengan raut wajah serius
Perkataan itu membuat Gavin dan Danira saling tatap lalu berhenti kalau Diandra sudah memberikan peringatan itu artinya Mommy mereka sedang tidak dalam mood yang baik dan mereka tidak boleh mencari masalah.
"Makan sarapannya"
"Iya Mom ini mau makan ayo La makan yang banyak nih Kakak ambilin makan." Kata Gavin
Gibran menggelengkan kepalanya pelan, selalu begitu kalau Diandra sudah memberikan tatapan tajam mereka berdua akan bersikap seolah Kakak adik yang akur satu sana lain.
"Mommy mau Gavin ambilin?" Tanya Gavin dengan senyuman
"Tidak Gavin kamu makan saja, kalian harus segera ke sekolah jangan sampai terlambat karena kamu harus mengantar Galen dan Davin juga." Kata Diandra
"Biar Daddy yang antar Galen sama Davin kalian berangkat saja lebih dulu." Kata Gibran
"Naik motor ya?" Kata Gavin dengan penuh semangat
"Bawa motor scoopy kok gak bakal kebut." Kata Gavin
"Bener ya!"
"Iya La ya ampun Kakak juga belum mau dimarah Daddy." Kata Gavin
"Sudah makan dulu." Kata Diandra
"Siap Momm"
Tersenyum singkat Diandra menatap ke empat anaknya yang sudah mulai menyantap sarapan dengan lahap terutama Danira yang memang selalu semangat kalau dia sudah memasak omelette kesukaannya.
"Ila mau di bawaiin bekal gak sayang?" Tanya Diandra
"Mauuu"
"Nanti Mommy siapin ya?" Kata Diandra yang dijawab dengan anggukan penuh semangat oleh Danira
Memang diantara ke empat anaknya hanya Danira yang selalu membawa bekal karena gadis itu sendiri yang minta dan sering mengatakan bahwa dia tidak suka jajanan di sekolah.
Danira bilang rasanya tidak ada yang sama seperti masakan Mommy nya dan Danira tidak suka biasanya dia hanya membeli roti atau jus saja.
Begitu selesai sarapan Diandra bergegas ke dapur untuk menyiapkan bekal Danira menggunakan kotak makan kesayangan anaknya yang berwarna pink. Setelah semuanya siap Diandra kembali ke ruang makan dan memberikan bekal yang sudah dia siapkan juga masukkan ke dalam paper bag kepada Danira.
"Yee makasih Mom"
"Mommy aku sama Ila berangkat dulu ya?" Kata Gavin
"Iya hati-hati di jalan kamu bawa motornya pelan-pelan." Kata Diandra
"Siap bos"
Diandra mengantar ke empat anaknya dan juga suaminya sampai ke depan rumah lalu melambaikan tangan pada mereka sebelum akhirnya masuk ke dalam lagi, sudah terbiasa dengan keadaan rumah yang sepi karena anaknya sekolah dan suaminya bekerja.
"Gal Dav gue sama Ila berangkat duluan ya? Hari ini kalian sama Daddy dulu." Kata Gavin
__ADS_1
"Iya Kak hati-hati juga di jalan awas bawa Kak Ila jangan kebut." Kata Galen
Gavin hanya bergumam pelan lalu bersama dengan Danira mencium punggung tangan Gibran dan memeluk kedua adiknya bergantian.
"Daddy duluan Ila jangan lupa helmnya di pakai." Kata Gibran
Danira mengangguk patuh dan melambaikan tangannya pada mobil Daddy nya yang menjauh dari area rumah lalu menatap Gavin dengan senyuman. Tanpa banyak bicara Gavin memakaikan helm untuk adiknya setelah sebelumnya merapihkan dulu rambutnya.
"Pake dulu." Kata Gavin sambil memberikan jaket miliknya
Menerima jaket milik Kakaknya dengan senyuman Danira memakai jaket yang cukup kebesaran untuknya.
"Pakai celana pendek kan?" Tanya Gavin
"Heem pakai"
Gavin tersenyum dan langsung menghidupkan motornya membuat Danira langsung naik lalu berpegangan pada kedua bahu Kakaknya.
"Pelan-pelan bawa motornya"
Hanya gumaman pelan yang Gavin berikan, tapi dia benar-benar melakukan motornya dengan perlahan membuat Danira tersenyum senang.
Meskipun menyebalkan, tapi Gavin selalu menjaga Danira.
°°°°
Sampai di parkiran sekolah Danira bergegas turun lalu melepaskan helm yang dia kenakan dan memberikannya pada Gavin lalu tersenyum sambil menunggu Kakaknya. Setelah memarkirkan motornya Gavin meletakkan helm mereka lalu menghampiri Danira sambil menyisir rambutnya ke belakang menggunakan tangannya.
Danira mengakui kalau Kakak laki-lakinya itu sangat tampan bahkan bukan sekali dia kali teman-teman sekelasnya meminta dia agar mendekatkan mereka dengan Gavin, tapi Kakaknya yang sok tampan itu tidak pernah mau. Tersenyum manis ketika Gavin berjalan mendekat Danira dapat merasakan rangkulan di pundaknya yang memang selalu Gavin lakukan.
"Gak usah sok ganteng Kak." Kata Danira ketika Gavin dengan ramah membalas sapaan para gadis
"Adikku sayang tanpa perlu pamer pesona Kakak ini udah terpancar." Kata Gavin dengan penuh percaya diri
"Pede banget"
"Iyalah harus anaknya Daddy Gibran harus percaya diri orang Daddy aja gitu." Kata Gavin
"Lepas ih nanti cewek-cewek sinis sama aku lagi." Kata Danira yang sebelumnya memang sering di tatap sinis oleh Kakak kelasnya
"Siapa sih yang berani sinis sama adik Kakak? Kasih tau." Kata Gavin
"Jangan pura-pura enggak tau." Kata Danira
Gavin hanya tersenyum lalu mengacak pelan rambut adiknya dan ketika melewati lapangan suara yang sangat dia kenal terdengar.
Decakan kesal Gavin terdengar dia langsung menarik adiknya agar semakin dekat dengannya ketika melihat dua teman baiknya datang.
"Aduh si cantik udah datang, pagi Danira"
Danira tersenyum senang karena salah satu dari teman Kakaknya yang juga merupakan Kakak kelasnya itu adalah orang yang dia suka.
"Pagi Kak Arsaka"
Gavin kembali berdecak kesal apalagi ketika temannya itu tersenyum menyebalkan.
"Pagi Kak Rama nya enggak." Kata Rama
"Eh pagi Kak Ramaa." Kata Danira dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya
Baru saja kedua temannya itu ingin bicara Gavin sudah merangkul Danira dan membawa gadis itu untuk kembali berjalan.
"Yuk ke kantin dulu beli yupi"
°°°°
Ayo kenalan sama anak-anaknya Daddy Gibran dan Mommy Diandra🥰
Gavin, si ganteng yang terlalu percaya diri.
Danira, si cantik kesayangan Daddy Gibran.
Galen sama Davin visualnya nyusul yaaa🤣
__ADS_1
Cocok enggak nih yang jadi Gavin sama Danira???
Tadinya mau aku pisah cerita anak-anaknya, tapi karena ini cerita lebih fokus ke Kakak adik jadi aku gabung disini dulu dan pastinya bakal sering muncul juga Mommy Diandra sama Daddy Gibran🥰