
"Mommy lapalll"
Perkataan Gavin membuat Diandra bergegas pergi ke dapur untuk mengambilkan makan karena tiga hari setelah kepulangan mereka dari rumah sakit baru hari ini Gavin meminta makan sendiri biasanya Diandra atau Gibran masih harus membujuknya untuk makan. Sekarang wajah Gavin sudah tidak pucat lagi anak itu mulai mau bermain bersama Gibran juga mengajak adiknya bicara, tapi setiap malam Gavin selalu minta tidur bersama orang tuanya.
Hari ini Diandra memasak sup ayam kesukaan anaknya dengan harapan Gavin akan makan lebih lahap dari sebelumnya. Selesai menyiapkan semuanya Diandra langsung membawa nampan itu ke ruang tengah dan menghampiri Gavin yang sedang menonton kartun, suaminya sedang belanja keperluan rumah.
Mendudukkan dirinya di samping anaknya Diandra dapat melihat Gavin yang tersenyum, dia rindu pipi gembul anaknya.
"Cuapin"
"Siap jagoannya Mommy." Kata Diandra
Menyuapi anaknya dengan telaten Diandra bahagia sekali melihat anaknya yang sangat lahap.
"Enak sayang?" Tanya Diandra
Gavin menganggukkan kepalanya dan kembali membuka mulutnya ketika Mommy nya memberikan suapan lagi.
"Ya ampun anak Mommy pintar sekali." Kata Diandra sambil mengusap lembut pipi Gavin
"Mommy adiknya tidul." Kata Gavin
"Iya sayang ini kan sudah siang, jadi Danira tidur." Kata Diandra
"Gavin enggak mau tidul." Kata Gavin
"Terus Gavin maunya apa?" Tanya Diandra dengan lembut
"Gavin mau nonton kaltun." Kata Gavin
"Iya boleh." Kata Diandra
Memberikan suapan terakhir Diandra tersenyum senang karena Gavin menghabiskan makannya. Mengusap sudut bibir anaknya Diandra memberikan minum kepada Gavin yang langsung anak itu minum hingga habis.
"Mommy"
"Iya Gavin?"
"Lagi"
"Lagi?"
"Cup nya lagii." Kata Gavin
"Mau sup lagi?" Tanya Diandra
__ADS_1
"Iya cama ayamnya banyak." Kata Gavin
"Sebentar ya? Mommy ambilkan lagi." Kata Diandra dengan penuh antusias
"Mommy"
"Iya Gavin ada lagi?" Tanya Diandra
"Mau cemangka." Kata Gavin
"Iya nanti Mommy ambilkan." Kata Diandra senang
Bergegas pergi ke dapur lagi Diandra kembali mengambilkan sup ayam untuk anaknya kali ini tanpa nasi dan setelahnya dia membuka kulkas untuk mengambil semangka yang kemarin memang sempat dia beli. Setelah semua siap Diandra kembali menghampiri anaknya yang masih tetap setia menonton kartun dengan Danira yang tertidur di dekatnya.
Melihat Mommy nya datang Gavin tersenyum lalu makan lagi dengan disuapi oleh Mommy nya. Suapan demi suapan Gavin makan hingga sup ayam yang tadi Diandra bawa habis tak tersisa.
Setelahnya Gavin kembali minum lalu mengambil semangka yang ada di piring dan memakannya. Melihat hal itu Diandra tersenyum sambil mengusap kepala anaknya dengan sayang.
"Mommy pindahh ini pilm belbi." Kata Gavin ketika tontonannya berubah menjadi barbie
"Iya sayang"
Diandra langsung mengambil remote dan memindahnya menjadi film kartun yang anaknya sukai.
Saat tengah asik memperhatikan anaknya suara Gibran terdengar membuat keduanya menoleh dan melihat pria itu masuk ke dalam dengan membawa banyak sekali belanjaan. Berdiri dari duduknya Gavin berlari kecil menghampiri Daddy nya yang membuat Gibran langsung menaruh semua belanjaannya lalu mengangkat tubuh Gavin.
"Dia habis makan Mas banyak sekali sampai nambah." Kata Diandra
"Benarkah sayang?" Tanya Gibran
Gavin mengangguk dengan semangat.
"Cup ayam Mommy enak." Kata Gavin
"Pintar sekali jagoan dan karena Gavin sangat pintar Daddy punya hadiah." Kata Gibran
"Hadiahh?" Tanya Gavin
"Iya sini Gavin turun dulu biar Daddy ambilkan." Kata Gibran
Setelah menurunkan Gavin dari gendongannya Gibran mengambil dua kantung belanjaan dan mengajak anaknya untuk duduk. Melihat suaminya sudah datang Diandra memutuskan untuk membawa piring kotor Gavin ke dapur lalu memindahkan Danira ke kamar.
Kembali pada Gavin yang terlihat antusias dengan hadiah yang akan Daddy nya berikan untuknya.
"Mobilan cama lobot." Kata Gavin senang
__ADS_1
"Gavin suka?" Tanya Gibran
Gavin mengangguk dengan semangat lalu berdiri dan memeluk Gibran dengan sayang membuat Gibran tersenyum lalu mengusap rambutnya dengan lembut.
"Daddy ayo main lobot." Kata Gavin
Gibran hanya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya dan begitu pelukannya terlepas Gavin langsung menarik tangan Daddy nya mengajaknya duduk di atas karpet.
"Daddy pegang ini." Kata Gavin
Menurut Gibran membiarkan anaknya melakukan apapun yang dia mau dan sekarang perasaannya mulai lega melihat Gavin yang perlahan membaik.
Anaknya sudah kembali ceria.
¤¤¤
Kedua anaknya sudah tidur lelap ketika Gibran melihatnya ke kamar dan Diandra yang baru saja selesai memberikan susu untuk Danira langsung menghampiri suaminya. Begitu berhadapan Diandra memeluk suaminya dengan erat membuat Gibran membalas pelukan itu sambil mengusap lembut rambut hitamnya.
Setelah cukup lama berpelukan Gibran melepaskan pelukannya dan tanpa di duga mengangkat tubuh Diandra hingga istrinya itu tersentak kaget. Berjalan menuju sofa Gibran mendudukkan dirinya disana dengan Diandra yang ada di pangkuannya.
Perlahan wajahnya mendekat lalu di depan wajah istrinya Gibran mengatakan sesuatu yang membuat pipi Diandra merona karena malu.
"I miss your kiss"
Senyuman Diandra perlahan terbentuk lalu tangannya terulur untuk mengusap pipi suaminya dan dia mulai mendekatkan wajahnya. Mereka sama-sama memejamkan mata ketika bibir mereka bersentuhan dan Gibran yang tak sabar langsung meraih tengkuk istrinya.
Menciumnya dengan penuh kelembutan Diandra melenguh pelan ketika Gibran terus menyentuh tubuhnya. Saat akan kehabisan nafas Gibran menjauhkan wajahnya dan mereka sama-sama terengah lalu tertawa bersamaan.
"Sayang"
"Hmm"
"I love you"
"I love you more"
Tersenyum manis Diandra memeluk suaminya lagi dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Gibran lalu memejamkan matanya menikmati usapan sang suami di kepalanya.
"Aku senang Gavin sudah sembuh." Kata Diandra
"Aku juga sayang"
Melepaskan pelukannya Diandra kembali memberikan ciuman singkat di bibir suaminya.
"Makasih untuk semuanya suamiku sayang"
__ADS_1
¤¤¤
Malam tahun barunya hujan😂