
Ellena ternyata merupakan tipe wanita friendly yang sangat mudah akrab dengan orang lain bahkan Diandra merasa seperti mereka sudah mengenal sejak lama. Sudah sejak pukul sepuluh mereka pergi ke mall bersama dengan Sandrina juga dan mereka sudah membeli cukup banyak barang.
Selama berjalan menyusuri mall Ellena bercerita banyak tentang kehidupan pernikahannya juga moment ketika dia tengah mengandung Sandrina. Rasanya menyenangkan kalau dengan Jenni atau Natasya dia agak sungkan untuk bercerita masalah pernikahannya atau kehamilan yang sedang dia rasakan, tapi dengan Ellena dia tidak merasa begitu karena Ellena sudah lebih berpengalaman.
Ellena bercerita tentang apa yang dia idamkan ketika hamil Sandrina dan betapa dia sangat sensitif hingga mudah sekali menangis. Namun, ada satu hal yang membuat Diandra malu sekali membahasnya dia membicarakan masalah percintaan yang mengarah ke hal yang sensitif.
"Kamu pernah makai lingerie?" Tanya Ellena membuat wajah Diandra memerah
"Kenapa Kakak nanya itu?" Kata Diandra malu
"Ya ampun kamu pasti tidak pernah kan? Harus kamu coba Diandra pasti suami kamu akan langsung tergila-gila." Kata Ellena
"Hmm aku lebih nyaman pakai piyama." Kata Diandra membuat Ellena tertawa kecil
"Ya ampun kamu polos sekali sih." Kekeh Ellena
Diandra hanya bergumam pelan sambil menatap lurus ke depan.
"Ayo kita beli baju tidur nanti aku pilihkan yang sexy." Kata Ellena
"Ehh jangan Kak lagi pula aku kan lagi hamil lebih baik nanti saja." Kata Diandra
Ellena terdiam sebentar lalu mengangguk setuju dan dia mengajak Diandra untuk ke toko bayi saja. Kehamilan Diandra sudah cukup besar jadi dia akan mengajak wanita itu untuk membeli beberapa barang dan dia yakin Diandra pasti akan senang.
Dulu Ellena juga gitu ketika masuk ke toko bayi dia gemas sekali dan ingin membeli semua saja karena semua yang ada disana terlihat lucu. Sialnya Nicholas benar-benar membeli semuanya dan membuat Ellena ingin memukul suaminya itu karena kesal.
"Kamu sudah tau jenis kelaminnya?" Tanya Ellena
"Hmm Dokter bilang dia laki-laki." Kata Diandra sambil mengusap perutnya dengan sayang
Mengangguk faham Ellena membawa Diandra masuk ke toko bayi dan sesuai dugaannya wajah wanita itu berbinar penuh kebahagiaan. Senyumnya mengembang dengan sempurna bahkan Diandra mempercepat langkahnya untuk masuk ke dalam lalu melihat-lihat berbagai perlengkapan disana.
"Mommy kenapa kita kecini?" Tanya Sandrina sambil mendongak untuk menatap Ellena dengan wajah polosnya
"Kita temani Aunty Diandra untuk beli sesuatu untuk adik bayinya." Kata Ellena
Sandrina mengangguk faham lalu mengikuti langkah kaki Diandra yang sedang berada di dekatnya. Merasa penasaran Sandrina menarik-narik baju panjang yang Diandra kenakan.
"Aunty"
"Iya Sandrina"
Diandra menunduk dan melihat Sandrina yang menatapnya dengan senyuman.
Berbeda dengan awal pertemuan sekarang Sandrina sangat ceria dan tidak ketus lagi padanya.
"Aunty mau beli apa?" Tanya Sandrina
"Hmm belum tau sayang Aunty masih lihat-lihat." Kata Diandra
"Aunty itu lucu gambal dolaemon." Kata Sandrina
Diandra mengikuti arah pandang Sandrina yang menunjuk satu set perlengkapan makan.
"Iya lucu"
Diandra mengambilnya karena dia juga merasa senang lalu mata Diandra menangkap sepasang baju bayi lucu berwarna biru muda. Tersenyum senang Diandra mengambilnya juga membuat Ellena ikut tersenyum melihatnya.
__ADS_1
Di mata Ellena istri Gibran itu sangat polos bahkan dia sangat hati-hati dalam membelajakan uang milik Gibran padahal tadi suaminya itu mengatakan dia boleh beli apapun. Seperti sekarang Ellena tau Diandra menatap penuh minat ke banyak barang yang ada disana, tapi dia hanya memgambil beberapa.
"Sudah?" Tanya Ellena
"Sudah Kak ayo kita bayar." Kata Diandra
Pergi ke kasir Diandra mengeluarkan kartu kredit yang suaminya berikan lalu membayar dengan benda itu. Setelah selesai mereka pergi keluar dan memilih untuk mencari makan karena hari sudah mulai siang.
"Kamu mau makan apa Diandra?" Tanya Ellena
"Emm aku mau makan chicken." Kata Diandra
"Oke ayo kita pergi makan atau suami kita akan mengomel nanti." Kata Ellena membuat Diandra tersenyum mendengarnya
Setelah mendapatkan tempat mereka duduk sambil menunggu pesanan datang dan selagi menunggu Ellena mengajak Diandra mengobrol lagi. Dia suka sekali mengobrol dengan Diandra karena wanita itu benar-benar menjadi pendengar yang baik dan kadang memberikan saran juga untuknya.
Ada banyak sekali hal yang sebenarnya ingin Ellena tanyakan, tapi dia takut kalau itu terlalu pribadi hingga akhirnya Ellena memutuskan untuk menyimpan pertanyaannya.
"Kamu kerja sama Ara sudah lama?" Tanya Ellena
"Hmm dari butik Kak Ara pertama kali buka." Kata Diandra
"Waw pantas saja kalian dekat sekali." Kata Ellena
"Iya Kak Ara baik banget sama aku." Kata Diandra sambil tersenyum ketika mengingat sepupu suaminya itu yang telah banyak membantunya
"Aku selalu bosan di rumah kadang aku minta izin untuk hangout sama teman atau paling enggak pergi sama Sandrina, tapi suami aku gak pernah kasih izin." Kata Ellena
"Harus nurut Kak sama suami." Kata Diandra
"Nyebelin banget tau dia itu Ra." Kata Ellena sambil berdecak sebal
Menghela nafasnya pelan Ellena mengangkat telponnya dan meletakkan benda itu di telinganya.
"Halo sayang"
'Kamu dimana?'
"Ya masih di mall lah! Kamu jangan suruh pulang ya?! Tadi udah janji biarin aku pergi seharian." Keluh Ellena
'Ya ampun iya aku kan cuman nanya nanti aku jemput'
"Iya sayang yaudah aku tutup." Kata Ellena sambil mematikkan panggilannya secara sepihak
Diandra tertawa kecil melihatnya dan bersamaan dengan itu pesanan mereka datang membuat mereka langsung diam lalu mentap makan siangnya.
Hari ini menyenangkan meskipun Diandra jadi merindukan suaminya karena biasanya Diandra selalu berada di dekat Gibran.
¤¤¤
"Sudah pulang baby?"
Pertanyaan itu Diandra jawab dengan anggukan dia meletakkan kantung belanjaannya di meja lalu meghampiri Gibran dan memberikan pelukan hangat. Tersenyum senang Gibran membalas pelukan istrinya tadi Ellena bilang Diandra selalu terlihat ragu untuk membelajakan uangnya bahkan terlalu banyak berfikir ketika ingin membeli sesuatu yang harganya cukup mahal.
Gibran cukup mengerti karena dia juga memang mengenal Diandra yang selalu membeli apa yang dia perlukan dan bukan apa yang dia inginkan. Mengusap puncak kepalanya dengan sayang Diandra menjauhkan wajahnya dan memberikan ciuman singkat di bibir suaminya.
"Senang pergi sama Elle?" Tanya Gibran
__ADS_1
"Senang apalagi sama Sandrina juga." Kata Diandra
"Kalau gitu apa yang kamu beli baby?" Tanya Gibran lagi
Dengan senyuman manisnya Diandra berdiri dan mengambil kantung belanjaannya lalu membuka satu per satu untuk menunjukkan apa saja barang yang sudah beli.
"Aku tadi beli piyama yang ukurannya lebih besar dari biasanya." Kata Diandra
"Yang lama sudah tidak nyaman?" Tanya Gibran
"Emm gak enak makainya." Kata Diandra membuat Gibran mengangguk faham
Dia memperhatikan lagi istrinya yang mengambil kantung belanjaan lainnya dan Gibran tersenyum karena ternyata Diandra mengingat dirinya.
"Aku lihat kemeja bagus-bagus tadi terus beliin beberapa untuk Daddy nanti kalau mau keluar rumah harus di pakai ya?" Kata Diandra
"Hmm tentu saja"
"Teruss aku beli ini barang-barang bayi sama baju juga lucu-lucu tau." Kata Diandra dengan penuh kebahagiaan
Diandra menunjukkan satu set alat makan, mainan, baju dan sepatu bayi yang tadi dia beli dengan senyuman lebar.
"Lucu banget baby." Kata Gibran senang
"Iya kan? Ada banyak banget Daddy disana." Kata Diandra
"Mau pergi lagi ke sana besok?" Tawar Gibran yang langsung dijawab dengan anggukan penuh semangat oleh istrinya
"Mau bangett"
"Aku berfikir untuk menyiapkan kamar untuk anak kita sayang, bagaimana menurut kamu?" Tanya Gibran
"Apa tidak terlalu cepat?" Tanya Diandra
"Tidak baby dia sudah mau enam bulan di dalam perut kamu." Kata Gibran
"Hmm benar kalau gitu ayo kita siapkan kamar untuk dia." Kata Diandra dengan penuh antusias
"Jadi, hanya itu yang kamu beli sayang?" Tanya Gibran
"Hmm hanya itu terus tadi makannya Kak Elle yang bayar." Kata Diandra
Gibran mengangguk faham dan menatap sepasang sepatu bayi yang ada di dekatnya dengan senyuman penuh arti.
Dia tidak sabar untuk melihat anaknya lahir.
"Baby"
"Hmm"
"Terima kasih, aku sangat tidak sabar menunggu kelahiran anak kita." Kata Gibran
Diandra tersenyum dan memeluk Gibran sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang pria itu.
"Aku juga"
Dia penasaran, apa anaknya akan mirip dengan Gibran?
__ADS_1
¤¤¤
Updateee yessss😚