Obsession

Obsession
Gavin (38)


__ADS_3

Danira masuk ke dalam kamar orang tuanya secara diam-diam untuk menemui Daddy nya dan memberi tau kejadian tadi di sekolah tentang Gavin yang ketahuan bolos juga merokok di sekolah serta Gavin yang tiba-tiba merasa sesak. Dulu Gibran pernah meminta pada Danira agar memberi tau semua tentang Gavin di sekolah padanya, tapi tidak pada Diandra karena tau Diandra itu terlalu banyak berpikir, dia sering cemas berlebihan.


Setelah memastikan tidak ada Mommy nya secepat mungkin Danira berlari masuk ke dalam dan menghampiri Gibran yang duduk di sofa sambil menatap layar laptop yang menyala. Melihat kedatangan anaknya membuat Gibran mengalihkan pandangannya dan menatap Danira yang kini tersenyum membuat Gibran ikut tersenyum melihatnya.


"Daddyyy"


Gibran bergumam pelan sebagai tanggapan.


"Tadi Kakak di panggil guru bk lagi." Kata Danira


Perkataan itu membuat Gibran menghela nafasnya pelan lalu menatap Danira dan meminta penjelasan.


"Kakak bolos pelajaran terus ketahuan merokok di rooftop sekolah." Kata Danira


"Astaga Gavin." Kata Gibran sambil memijat pelan dahinya


"Daddy"


Gavin kembali bergumam pelan.


"Tadi Kakak juga...."


Danira terdiam sejenak membuat Gavin menatapnya dengan alis bertaut.


"Ada apa dengan Gavin sayang?" Tanya Gibran dengan penuh kelembutan


"Tadi di sekolah Kakak lari-lari karena Ila kejar terus Kakak kelihatan sesak Daddy dia seperti kesakitan, tapi Kakak gak mau bilang." Kata Danira


Kali ini Gibran yang terdiam dia menghela nafasnya lagi merasa kesal dan pusing sendiri dengan Gavin.


"Ila suruh Kakak ke UKS tadi, tapi Kakak gak mau katanya udah enggak sakit lagi." Kata Danira


"Ila udah bilang ke Mommy?" Tanya Gibran


Danira menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Jangan bilang ya? Nanti biar Daddy yang marahin Kak Gavin." Kata Gibran


Danira mengangguk faham lalu memeluk Daddy nya dari samping membuat Gibran secara refleks membalas pelukannya.


"Kakak enggak sakit kan Daddy?" Tanya Danira takut


Dulu waktu masih kecil Danira pernah menangis hebat karena Gavin sakit sampai harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari.


"Enggak sayang." Kata Gibran


Keduanya masih berpelukan ketika pintu kamar terbuka dan Diandra masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Ehh ada anak Mommy." Kata Diandra


Danira mendongak lalu tersenyum ketika Diandra berjalan mendekat dan duduk di sampingnya membuat Danira kini beralih memeluknya.


"Gimana sekolahnya sayang?" Tanya Diandra


"Em baik Kakak juga baik." Kata Danira membuat Diandra tersenyum mendengarnya


Gibran tersenyum dia mengusap pelan pipi Danira lalu kepala istrinya sebelum beranjak pergi keluar kamar untuk menghampiri Gavin dan melihat keadaannya. Sama seperti Diandra dia pun sama rasa khawatirnya untuk Gavin jelas ada dan dia juga tidak pernah mau kalau anaknya ada yang sampai sakit.


Sejak dulu memang Gavin yang beberapa kali masuk ke rumah sakit kalau yang lainnya hanya sakit biasa yang bisa ditangani di rumah dengan memanggil dokter. Sayangnya di antara yang lainnya Gavin juga yang paling bandel susah sekali di kasih tau semua larangan malah dia lakukan.


Masuk ke dalam kamar Gibran melihat Gavin yang duduk sambil menatap ke luar jendela mata Gibran melihat ke sekeliling kamar lalu menghela nafasnya pelan melihat kamar yang sangat berantakan.


"Gavin"


Panggilan itu membuat Gavin menoleh lalu tersenyum dan menghampiri Daddy nya yang kini duduk di sofa.


"Kemari duduk sama Daddy ada yang mau Daddy bicarakan." Kata Gibran


Gavin menurut dia duduk di samping Gibran yang malah merapihkan meja yang berantakan dengan tumpukan buku membuat Gavin meringis pelan.


"Hehe nanti di rapihkan Dad." Kata Gavin


Gibran menatap anaknya dengan senyuman sambil memperhatikan wajah Gavin yang terlihat segar, sepertinya habis mandi.


"Gak capek juga di marahin sama Mommy?" Tanya Gibran


"Kamu masuk bk lagi." Kata Gibran


Gavin langsung terdiam dan mengalihkan pandangannya.


"Bolos pelajaran dan merokok, mau di marah sama Mommy? Mau di diami lagi sama Mommy?" Kata Gibran dengan raut wajah serius


"Maaf Dad"


"Kamu udah janji berapa kali sama Mommy? Kalau habis di marah Mommy kamu selalu janji, tapi kamu ulangi lagi ulangi lagi nanti kalau ketahuan minta maaf lagi, begitu terus." Kata Gibran


"Maaf"


Gibran menghela nafasnya pelan.


"Ila bilang tadi dada kamu sesak, sekarang gimana? Masih sakit? Sering kamu merasa sesak begitu?" Tanya Gibran lagi


"Udah enggak Dad dan enggak sering juga kadang-kadang aja." Kata Gavin jujur


"Gavin dengar Mommy sama Daddy larang kamu ini itu semuanya demi kamu, stop lakuin hal yang udah Mommy dan Daddy larang." Kata Gibran

__ADS_1


Gavin menundukkan kepalanya.


"Besok sore Daddy akan buat janji sama Dokter kita ke sana." Kata Gibran


"Enggak papa Dad enggak perlu Gavin baik-baik aja." Kata Gavin


"Kita pergi! Kamu dan Daddy tanpa Mommy karena Daddy gak akan bilang ke Mommy untuk kali ini." Kata Gibran


"Iya Dad." Kata Gavin pasrah


Gibran menepuk pelan pundak anaknya dan tersenyum.


"Daddy cuman mau yang terbaik untuk anak-anak Daddy dan gak pernah Daddy mau kalian sakit." Kata Gibran


"Maaf Dad"


"Kamar kamu jangan berantakan begini." Kata Gibran


Terbiasa bersama dengan Diandra yang rajin membuat Gibran ikut terbiasa dan sekarang dia risih melihat tempat yang berantakan.


Gibran beranjak dari tempatnya menuju ke arah ranjang anaknya mengambil selimut yang berserakan membuat Gavin langsung berlari dan mengambil alih benda itu.


"Gavin aja Dad." Kata Gavin


Gavin melipat benda itu dengan rapih sedangkan Gibran pergi ke meja belajar anaknya lalu merapihkan meja yang sangat berantakan kali ini bukan hanya buka, tapi ada banyak kertas yang berserakan.


"Dadd enggak usah biar Gavin aja." Kata Gavin yang merasa tidak enak sendiri


Gibran terlihat tidak peduli dan mengumpulkan sampah yang ada di meja lalu memasukkannya ke dalam tempat sampah.


"Aduh kamu ini betah aja tidur tempatnya kotor begini." Kata Gibran


Gavin hanya cengengesan saja mendengarnya.


"Enggak Dad nanti Gavin rapihkan biasanya kalau mau tidur." Kata Gavin


Gibran menggelengkan kepalanya pelan.


"Yaudah Daddy mau lanjutin pekerjaan nanti malam Daddy lihat lagi kamar kamu, awas kalau masih berantakan." Kata Gibran


"Siap Dadd"


Gavin menatap Daddy nya yang kini keluar dari kamar lalu bergegas merapihkan kamarnya agar tidak berantakan.


Ternyata Gibran itu sangat perhatian juga ya?


Gavin kira hanya untuk Danira saja.

__ADS_1


°°°°


Aku updateeee🥰


__ADS_2