
Gavin tak banyak bicara di sekolah bahkan selama pelajaran dia sibuk memikirkan hal lain bukannya memperhatikan, masih kesal mungkin. Mendadak Gavin bertanya-tanya sendiri apa dia seburuk itu di mata orang tua Alexa, dia tau kalau dia nakal sering bolos pelajaran bahkan beberapa kali tertangkap ketauan merokok di sekolah.
Mungkin ini karma karena dulu dia sering main-main dengan banyak wanita, tapi dia kan masih sekolah masih berada di sekolah menengah atas ya meskipun tahun depan dia sudah menempuh perkuliahan. Sebenarnya bukan salah William juga tidak percaya pada Gavin karena dia memang nakal di sekolah, tapi Gavin tidak suka kalau dibandingkan dengan Nicholas apalagi William mengatakan bahwa Nicholas lebih baik.
Jelas Gavin tak suka kalau hanya dikatakan bahwa dia bukan lelaki yang baik Gavin akan terima, tapi jangan bandingkan dia dengan orang lain.
"Kantin gak?"
Pertanyaan itu membuat Gavin mendongak dan menatap kedua temannya.
"Lapangan, basket." Kata Gavin
"Mau main lo?" Tanya Arsaka
Gavin bergumam pelan sebagai tanggapan.
"Gak makan dulu?" Tanya Arsaka lagi
"Nanti aja istirahat kedua masih kenyang gue." Kata Gavin
"Gimana Ram?" Tanya Arsaka
"Yaudah lapangan gue juga belum lapar." Kata Rama
Gavin mengeluarkan ponselnya terlebih dulu dan mengirim pesan pada Alexa agar gadis itu tidak mencarinya.
Lex aku ke lapangan kamu ke kantin sama Laura ya?
Kasih tau kalau udah ke kantin jangan makan yang pedes
Setelah pesan itu terkirim Gavin memasukkan lagi ponselnya ke saku celana lalu bangun dan bersama kedua temannya berjalan keluar kelas, mereka melewati kelas Alexa yang masih ada guru. Sampai di lapangan Arsaka pergi mengambil bola lalu melemparkannya pada Gavin membuat pria itu tersenyum.
Sudah lama sekali kan?
Tidak masalah dia kan sudah minum vitamin belakangan ini, jadi dia yakin akan baik-baik saja kalau main sebentar. Kehadiran Gavin bersama ketiga temannya membuat banyak pasang mata menatap mereka bahkan para gadis yang tadinya mau ke kantin berhenti sejenak untuk melihat mereka.
Bersama dengan ketiga temannya mereka bermain dan berkali-kali Gavin memasukkan bola ke dalam ring.
Mood Gavin membaik dia masih asik bermain bersama dengan Arsaka dan Rama hingga mata Gavin menangkap sosok Danira yang sedang berjalan bersama Manda.
"Aduh ada Ila." Kata Gavin panik
Gavin langsung bersembunyi begitu Danira mendekat membuat Arsaka dan Rama tertawa.
__ADS_1
"Eh Kak Sakaaa sama Kak Rama"
Danira melambaikan tangannya dan berjalan mendekat membuat Gavin yang bersembunyi nyaris jantungan karena takut ketauan.
"Loh Kak Gavin mana?" Tanya Danira
"Oh dia masih di kelas ada tugas yang belum selesai katanya." Kata Rama
Danira mengangguk faham lalu menatap Manda sejenak.
"Yaudah deh aku mau ke kantin dulu ya?" Kata Danira
Setelah Danira dan Manda berjalan menjauh hingga berbelok ke kantin barulah Gavin keluar dan menghela nafasnya lega.
"Gila untung gue gak ketauan." Kata Gavin
"Makanya gak usah aneh aneh dah Vin." Kata Arsaka
Gavin menghela nafasnya pelan lalu duduk di lapangan sambil mendongak.
"Masih mikirin Alexa lo?" Tanya Rama
Gavin tak memberikan jawaban apapun.
"Iya Vin santai aja lagian Alexa sukanya sama lo dan nyokapnya Alexa juga suka lo kan?" Kata Arsaka
"Hm gue aja yang agak berlebihan mungkin." Kata Gavin
"Gue juga awalnya gak lo kasih izin pacarin Danira kan? Lama-lama juga lo luluh santai aja Vin." Kata Arsaka
Gavin tertawa pelan dan mengangguk sebagai tanggapan.
Ya untuk apa juga dia pikirin dia masih sma masih ada banyak waktu.
Toh itu hanya makan malam bukannya perjodohan kalau perjodohan baru deh Gavin gelisah sendiri.
°°°°
"Nandaaa"
Danira merengek kesal karena Nanda terus saja mengganggunya yang sedang menulis membuat dia kesal sekali padahal Danira sedang menyalin catatan karena tadi dia ketinggalan. Merasa kesal Danira langsung memukul lengan Nanda yang malah membuat pria itu tertawa karena senang.
Sejak tadi Nanda terus saja mengganggunya bahkan terkadang menyenggol lengannya hingga tulisannya berantakan. Terkadang Nanda memang menyebalkan sama seperti Gatra yang suka sekali mengganggunya.
__ADS_1
"Jangan ish aku lagi nulis Nanda!" Kata Danira sebal
"Haha udah La nanti aja." Kata Nanda sambil mengambil pulpen dari tangan Danira
"Ishhh"
Danira memukul tangan Nanda cukup kuat karena merasa kesal.
"Nanda lo nih." Kata Manda
"Balikin pulpen aku." Kata Danira kesal
Wajahnya cemberut pipinya memerah karena kesal membuat Nanda tertawa lalu mengembalikan pulpen milik Danira dan mencubit kuat pipinya.
"Sakittt"
Danira melempar Nanda dengan kotak pensilnya ketika Nanda kabur membuat pria itu tertawa lalu mengambil kotak pensil Danira dan mengembalikannya.
"Maaf maaf"
Nanda kabur lagi membuat Danira memasang wajah kesalnya.
"NANDA NYEBELIN!"
Teman sekelas Danira langsung menatap mereka lalu menggelengkan kepalanya pelan karena itu memang hal biasa.
Berdecak kesal Danira meraih ponselnya ketika benda itu bergetar dan ternyata ada pesan ada Arsaka.
Asik banget sama Nanda
Mata Danira membulat dia mengalihkan pandangannya lalu melihat sosok Arsaka yang muncul di depan pintu sambil bersandar di sana.
Wajahnya terlihat kesal membuat Danira tersenyum.
Oh apa pria itu sedang cemburu?
°°°°
Updateee🥰
Gavin lagi sembunyi dari Ilaa🤣
__ADS_1