Obsession

Obsession
Tak Terduga


__ADS_3

"Kamu mau bertemu dengan siapa?!"


Wajah Gibran hampir memerah ketika dia mendengar ucapan istrinya yang ingin menemui Renald, teman Diandra yang beberapa kali pernah mengantar juga menjemput Diandra ketika masih bekerja di butik. Tentu saja perkataan Diandra barusan membuat Gibran hampir marah apalagi ketika Diandra mengatakan akan pergi sendirian.


Berbeda dengan Gibran yang terlihat kesal Diandra hanya menatapnya dengan lugu dan penuh permohonan membuat Gibran menghela nafasnya pelan. Tanpa mengatakan apapun Gibran mengajak istrinya untuk duduk lalu membawa Diandra agar menatapnya.


"Katakan, kenapa pria itu ingin menemui kamu?" Tanya Gibran


"Katanya ada hal penting yang mau dia katakan." Kata Diandra


"Hal penting apa?" Tanya Gibran lagi


"Aku tidak tau dia hanya bilang begitu." Kata Diandra


"Dimana? Dia mengajak kamu bertemu dimana?" Tanya Gibran


"Di cafe dekat perumahan kok." Kata Diandra


"Berapa lama?" Tanya Gibran lagi


"Cuman sebentar janji mungkin dua puluh menit atau setengah jam." Kata Diandra


"Aku izinkan asal kamu mau berjanji." Kata Gibran


"Janji apa?" Tanya Diandra dengan alis bertaut


"Janji akan menceritakan semua yang kamu bicarakan dengan Renald nanti tanpa ada satupun yang terlewat." Kata Gibran


Diandra tidak lagi berfikir dan langsung menganggukkan kepalanya karena dia juga tidak mau menyembunyikan apapun dari suaminya.


"Aku antar kamu kesana dan aku akan mengajak Gavin jalan-jalan selagi menunggu kamu selesai." Kata Gibran


"Jadi boleh?" Tanya Diandra dengan senyuman


"Boleh asal kamu tetap ingat perkataan aku untuk tidak me...."


"Melakukan kontak fisik selain berjabatan tangan." Kata Diandra membuat Gibran tersenyum mendengarnya


"Pintar"


Gibran mencium kening Diandra sebentar lalu Diandra pergi ke kamar untuk bersiap dan meninggalkan suaminya bersama Gavin yang tengah bermain mobil-mobilan.


"Dadaa mbin"


Mendengar suara anaknya Gibran menoleh lalu tersenyum ketika anaknya itu mengangkat mobilan miliknya sambil tersenyum senang.


"Kita akan naik mobil habis ini sayang." Kata Gibran


"Mbinn"


Tertawa kecil Gibran mendekat lalu mencium pipi anaknya dengan gemas yang sama sekali tidak membuat Gavin terganggu. Saat ponsel Diandra yang tidak dia bawa berbunyi Gibran memgambilnya lalu membuka pesan yang baru masuk.


Dari Renald dan Gibran pun langsung membaca pesan yang masuk hari ini.


Diandra


Aku mau ketemu bisa?


Cuman sebentar aja ada yang mau aku bicaraiin sama kamu


Aku mau bicara hal penting


^^^Iya Ren^^^


^^^Emm nanti aku tanya suami aku dulu ya?^^^


^^^Kalau dia kasih izin nanti aku kasih tau lagi dan kalau gak di kasih izin kamu ngomong lewat telpon aja ya?^^^


Diandra gimana?


Kamu bisa nemuin aku? Kamu saja yang menentukan tempatnya dan aku janji hanya sebentar

__ADS_1


Karena Diandra ada di dalam kamar, jadi Gibran memutuskan untuk membalas pesan yang baru saja masuk itu dengan singkat.


^^^Lea's cafe sepuluh menit dari sekarang^^^


Kembali meletakkan ponsel istrinya Gibran mendongak ketika menatap Diandra yang baru saja turun dari tangga dengan hati-hati. Sekarang Diandra memakai dress longgar khusus ibu hamil di bawah lutut karena perut Diandra yang memang sudah membuncit.


"Tadi Renald chat aku balas dan mengatakan bahwa kalian akan bertemu di Lea's cafe." Kata Gibran


"Terima kasih sayang setelah ini aku janji akan menuruti semua keinginan kamu." Kata Diandra membuat Gibran tersenyum mendengarnya


"Hm kedengarannya bagus sayang aku akan meminta beberapa hal sama kamu." Kata Gibran


"Mamaaa"


Suara Gavin membuat Diandra menunduk dan tersenyum manis lalu memeluk anaknya sebentar. Setelah siap mereka keluar rumah untuk mengantar Diandra ke cafe di dekat perumahan.


Begitu ada di dalam mobil Gavin sangat girang hingga melompat dan membuat Diandra takut anaknya sampai jatuh. Mulai melajukan mobilnya Gibran melirik anak dan istrinya yang duduk di disampingnya.


Gavin berdiri sambil mengintip keluar jendela dan Diandra memegang anaknya agar tidak jatuh.


Selalu begitu Gavin sangat suka kalau sudah naik mobil.


Sekitar lima menit akhirnya mereka sampai di cafe dan ketika Diandra akan turun anaknya merengek sambil memeluk Diandra dengan sayang.


"Ndak mama"


"Sebentar ya sayang." Kata Diandra


"Ndakk"


"Gavin sama Daddy ya? Kita jalan-jalan beli mainan." Ajak Gibran


"Mamaaa"


"Jalan-jalan naik mobil?" Kata Gibran


Gavin menatapnya dengan lugu membuat Gibran tertawa kecil melihatnya.


"Dadaaa"


Gavin merentangkan tangannya pada Gibran yang langsung dibawa oleh Gibran ke dalam dekapannya.


"Daddy aku turun ya? Janji hanya sebentar." Kata Diandra


"Iya"


"Em kalau mau beli ice cream aku juga beliin." Kata Diandra


Gibran tertawa kecil lalu menganggukkan kepalanya dan menjunjuk pipinya agar dicium. Tersenyum manis Diandra mendekat dan memberikan ciuman di pipi suaminya lalu keluar dari dalam mobil.


Masuk ke dalam cafe Diandra mengedarkan pandangannya lalu melihat Renald yang ternyata sudah sampai. Melangkahkan kakinya mendekat Diandra tersenyum lalu duduk dan melirik ke luar kaca dimana mobil suaminya bergerak menjauh.


Diandra menatap Renald dengan senyuman yang dibalas pula dengan senyuman manis pria itu.


"Apa kabar Ren?" Tanya Diandra


"Baik, kamu?" Tanya Renald


"Aku sangat sangat baik." Kata Diandra dengan senyuman


"Kamu hamil lagi?" Tanya Renald


"Iya aku hamil anak kedua dan perkiraannya dia perempuan." Kata Diandra


"Selamat semoga anak kalian sehat." Kata Renald


"Terima kasih, eh iya Ren bagaimana kabar Mama kamu?" Tanya Diandra


"Semakin membaik Ra." Kata Renald


"Aku senang mendengarnya." Kata Diandra sambil tersenyum

__ADS_1


"Ah mungkin kita harus memesan sesuatu dulu, kamu mau apa?" Tanya Renald


"Samakan saja dengan kamu." Kata Diandra


Renald mengangguk singkat lalu memesan untuk mereka berdua dan selagi menunggu pesanan Renald kembali mengajaknya bicara.


"Anak pertama kamu gimana? Apa dia sehat?" Tanya Renald


"Gavin? Dia sangat sehat Ren bahkan pipinya tembam sekali dan dia tidak bisa diam maunya main terus usianya sudah dua tahun lebih." Kata Diandra


"Benarkah? Kamu tidak mengajak dia?" Tanya Renald


"Dia sama Kak Gibran katanya mereka mau jalan-jalan, ehh iya kamu mau bicara apa? Aku takut kelamaan." Kata Diandra


Renald terdiam sambil menatap Diandra lalu menghela nafasnya pelan dan mengalihkan pandangan ke luar, merasa sulit untuk bicara jujur. Sebenarnya Renald ragu untuk mengatakannya, tapi dia tidak ada pilihan lain selain berkata jujur.


Melihat sahabat baiknya yang malah diam membuat Diandra merasa bingung apalagi Renald enggan menatapnya.


"Ren? Kenapa? Apa ada sesuatu yang buruk?" Tanya Diandra sedikit merasa khawatir


"Berjanjilah kamu tidak akan marah?" Pinta Renald sambil menatap matanya


"Marah kenapa?" Tanya Diandra


"Aku..aku..."


"Kenapa? Katakan saja." Desak Diandra


Renald terdiam sejenak lalu menghela nafasnya pelan dan mengatakan sesuatu yang membuat Diandra terdiam.


"Kamu pernah mendapatkan paket berisikan foto Gibran dengan beberapa wanita kan?" Tanya Renald


"Iya"


"Foto itu.. semua foto itu aku yang mengirimkan." Kata Renald


Diandra diam dengan raut wajah terkejut menatap sahabat baiknya yang kini kembali mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Renald kamu bercanda kan?" Tanya Diandra


Renald belum sempat menjawab karena seseorang datang untuk mengantarkan pesanan mereka. Tepat setelah orang itu pergi Renald kembali menatap Diandra yang terus menatapnya.


"Aku serius, semua foto-foto itu aku yang kirimkan, maaf." Kata Renald


"Kamu... kenapa kamu melakukannya?! Aku tidak percaya kamu sangat jahat padaku! Apa kamu ingin menghancurkan rumah tanggaku?" Tanya Diandra dengan raut wajah kecewa bahkan matanya mulai berkaca-kaca


Dia tidak percaya kalau sahabat baiknya akan melakukan hal itu padanya.


"Aku minta maaf, aku hanya tidak ingin kamu bersama dengan pria seperti Gibran." Kata Renald membuat tangan Diandra terkepal kuat


"Memang Kak Gibran kenapa?! Kak Gibran baik! Dia suamiku dan ayah dari anak-anakku juga jangan bicara sembarangan tentang dia." Kata Diandra marah


"Aku minta maaf...."


"Lebih baik aku pergi saja." Kata Diandra


Baru ingin pergi Renald langsung menahan lengannya dan meminta Diandra untuk mendengar penjelalasannya.


"Dengarkan aku setidaknya beri aku sepuluh menit dan aku tidak akan melarang kalau kamu pergi"


Diandra menarik kasar tangannya lalu kembali duduk, tapi enggan untuk menatap pria dihadapannya.


Tidak ada yang boleh mengatakan hal buruk tentang suaminya!


¤¤¤


Nahh nahh ketautan kann siapa pelakunyaaa!


Kira-kira kalau Gibran tau bakal gimana yaa😋


Mau next kapan ini? perlukan double update untuk hari inii😂

__ADS_1


__ADS_2