Obsession

Obsession
Taman


__ADS_3

Raut wajah Diandra terlihat begitu lelah karena dia menghabiskan malam yang panjang bersama suaminya, tapi tentu saja Diandra harus tetap bangun pagi untuk melihat Gavin yang mungkin sudah bangun dan harus dimandikan atau dibuatkan susu. Sekarang dia masih bersandar pada kepala ranjang dan memainkan ponsel suaminya tanpa izin, Gibran juga tidak pernah marah dan hanya membiarkan saja kalau Diandra ingin memeriksa ponselnya.


Suaminya masih berada di kamar mandi karena tadi Gibran memang bangun lebih dulu. Hari ini mereka ingin berjalan-jalan ke taman bersama dengan Gavin yang pasti akan senang.


Setiap keluar rumah Gavin selalu senang dan sangat bersemangat, tapi Diandra jarang mengajaknya bukan karena malas melainkan Gibran yang tidak membolehkan kalau hanya berdua. Sehingga kalau mau jalan-jalan disekitar kompleks perumahan mereka harus menunggu Gibran dulu baru boleh.


"Gavin belum bangun?"


Pertanyaan itu membuat Diandra mendongak dan menatap suaminya yang baru keluar dari kamar mandi, sudah memakai pakaian. Handuk kecil melingkar di lehernya membuat Diandra tersenyum apalagi melihat rambut suaminya yang masih basah.


"Sinii aku keringkan rambutnya." Kata Diandra dengan penuh semangat


"Aku bisa sendiri sayang." Kata Gibran


"Ihh aku aja!" Kata Diandra dengan bibir mengerucut


Tidak bisa menolak Gibran akhirnya mendekat dan duduk di atas ranjang membuat Diandra tersenyum lalu mengambil handuk yang melingkar di lehernya. Dengan penuh kelembutan Diandra mengeringkan rambut Gibran menggunakan handuk hingga tidak terlalu basah lagi.


"Gavin masih belum bangun?" Tanya Gibran lagi


"Belum, tadi aku udah lihat dan dia masih tidur nyenyak banget." Kata Diandra


"Kayak kamu tadi." Kekeh Gibran


"Ishh kan capek tau terus ngantuk." Kata Diandra


"Salah siapa godaiin aku." Kata Gibran


"Siapa yang godaiin! Gak usah nuduh aku." Kata Diandra galak


Gibran tertawa lalu mengambil handuknya dan ingin menggantungnya lagi, tapi Diandra menahan tangannya membuat Gibran menatapnya dengan alis bertaut.


"Ciumnya mana?" Tanya Diandra


Mendengar hal itu Gibran tersenyum lalu menunduk dan memberikan ciuman singkat di bibirnya membuat Diandra tersenyum senang.


"Kamu gak mau mandi sayang?" Tanya Gibran


"Emm nanti aja barengan sama Gavin." Kata Diandra


"Yaudah, kita jadi ke taman?" Tanya Gibran


"Jadi dong aku mau banget jalan-jalan ke taman bertiga." Kata Diandra dengan penuh semangat


"Sarapan?"


Diandra baru ingin menjawab, tapi rengekan Gavin terdengar membuat Diandra langsung turun dari ranjang dan pergi ke kamar anaknya. Melihat anaknya yang menangis Diandra tersenyum geli lalu menggendongnya dan menenangkan Gavin yang berada di dekapannya.


"Ssst anak Mommy gak boleh nangis kita kan mau jalan-jalan." Kata Diandra


Gavin mulai diam lalu menyandarkan kepalanya di bahu Diandra dengan manja membuat pipi tembamnya menempel disana. Melihat hal itu Gibran merasa sangat gemas lalu berjalan mendekat dan mencium pipi Gavin lama hingga anak itu berseru kencang.


"Daddyy jangan diganggu anaknya." Kata Diandra sebal


"Lihat sayang? Pipinya itu bikin gemas." Kata Gibran


Saat Gibran ingin mendekatkan wajahnya lagi Gavin memukulnya dan kembali memeluk Diandra dengan tangan mungilnya.


"Mandi ya?" Kata Diandra


"Ndakk"

__ADS_1


"Mandi dulu ya sayang sama Mommy biar ganteng." Kata Diandra


"Ndak bobo." Kata Gavin


"Iya kan Gavin baru bangun bobok." Kata Diandra


Gavin tidak mengatakan apapun lagi hanya diam sambil bersandar di bahu Mommy nya yang terasa begitu nyaman.


"Sama Daddy ya?" Kata Gibran yang sangat ingim menggendong anaknya


"Ndak Ma maa"


Gibran hanya bisa tertawa kecil melihatnya sedangkan Diandra masih terus mengusap punggung anaknya dengan sayang.


"Mamam"


"Hah? Dia bilang apa sayang?" Tanya Gibran tidak mengerti


"Dia mau makan." Kata Diandra


Gibran tertawa lalu mencubit pipi anaknya karena gemas membuat Gavin kembali merengek.


"Ya ampun kenapa dia sudah pintar bicara?" Kata Gibran


Rasanya waktu begitu cepat berlalu sepertinya baru kemarin Gavin masih sangat kecil, tapi sekarang anak itu sudah belajar bicara dan sudah lancar berjalan juga.


"Dia kan sudah dua tahun lebih sayang tentu saja sudah pintar bicara." Kata Diandra


"Ya ampun kamu menggemaskan sekali baby." Kata Gibran


"Ndakk"


Gavin mendusal pada Diandra ketika Gibran ingin menciumnya lagi.


"Makanya kamu jangan jahil sama Gavin." Kata Diandra


"Siapa yang jahil?" Tanya Gibran


"Kamulah masa aku setiap Gavin tidur kamu gangguin dan suka cubit pipinya juga." Kata Diandra


"Kan pelan sayang." Kata Gibran


"Tapi, anak kita kan rewel Daddyy." Kata Diandra


"Hmm dia rewel seperti Mommy nya." Kata Gibran


"Tuh kan kamu tuh memang nyebelin banget sekarang." Kata Diandra sebal


Mendengus kesal Diandra melangkahkan kakinya menjauh sambil menggendong Gavin membuat suaminya itu justru tertawa dan mengikuti langkah kakinya. Mereka keluar dari kamar dan pergi ke dapur mungkin Diandra ingin memberi makan dulu pada Gavin.


Benar sampai di dapur Diandra membuka lemari dan mengambil sereal serta susu untuk memberi makan anaknya. Melihat hal itu Gibran tersenyum dan berjalan mendekat lalu memeluknya dari belakang membuat Diandra tersentak kaget.


"Ihh nanti Bi Diah lihat gimana? Sanaa aku juga lagi kesel ya sama kamu." Kata Diandra


"Masa kesel terus sih sama suaminya." Kata Gibran


"Ya suaminya ngeselin banget." Ketus Diandra membuat Gibran tertawa


"Sini biar Gavin sama aku." Kata Gibran


Kali ini Diandra menurut dan membiarkan Gavin digendong dengan suaminya. Beruntung anak mereka itu diam sambil menyandarkan kepalanya di bahu Gibran.

__ADS_1


"Mamam"


"Iya baby nanti ya masih dibuatkan sama Mommy." Kata Gibran


"Dadaa"


"Daddy, kapan kamu bisa menyebut Daddy sayang?" Tanya Gibran sambil membawa Gavin ke ruang makan


"Mamaaa"


Gavin merengek ketika menjauh dari Mommy nya, tapi Gibran langsung menenangkannya dengan mendudukkan Gavin di atas meja.


"Mamam"


"Lapar ya? Sebentar lagi ya baby." Kata Gibran


Tidak butuh waktu lama Diandra kembali dengan membawa mangkuk serta sendok membuat Gavin terlihay begitu gembira.


"Mamamm"


Diandra tertawa kecil lalu meminta suaminya untuk membawa Gavin ke ruang tengah saja. Mengikuti perkataan istrinya sekarang mereka sudah berada di ruang tengah dan Diandra dengan telaten menyuapi anaknya makan.


Rutinitas barunya memang menyenangkan.


¤¤¤


"Aku mau rasa coklat!"


Gibran tersenyum sambil mengatakan keinginan istrinya pada penjual ice cream yang ada di taman. Keadaan taman cukup ramai karena ini akhir pekan, tapi Diandra suka.


Setelah mendapatkan apa yang diinginkan mereka kembali duduk di salah satu tempat yang kosong. Menurunkan anaknya dari gendongannya Diandra membiarkan Gibran bermain bersama Gavin selagi dia memakan ice cream miliknya.


Dulu Diandra melihat Gibran itu sebagai pria pemarah dan cukup keras kepala, tapi ternyata dia salah.


Gibran sangat sabar dan pengertian bahkan dia yang pemarah juga keras kepala.


"Kak Gibran mau?" Tanya Diandra


"Kenapa Kakak?" Tanya Gibran bukan menjawab pertanyaannya


"Ya kan lagi di luar." Kata Diandra


Gibran tersenyum lalu mengangguk singkat membuat Diandra beranjak dari tempat duduknya dan menyuapi Gibran ice cream miliknya.


"Manis, tapi bibir kamu lebih manis." Canda Gibran


Diandra langsung berdecak sebal yang malah membuat Gibran tertawa.


"Masih gak mau ngaku juga kalau mesum?" Kata Diandra


"Maaf sayang." Kata Gibran


Menggelengkan kepalanya pelan mereka memperhatikan Gavin yang berlarian kesana kemari. Saat anak itu jatuh Diandra sudah sangat cemas, tapi Gavin berdiri sendiri dan kembali berjalan menghampiri mereka.


Gibran tersenyum dan mengangkat tubuh Gavin tinggi-tinggi membuat anak itu tertawa karena senang.


Kebahagiaan ini semoga tidak akan pernah berakhir.


¤¤¤


Aduh harmonis sekali, jadi mau memberikan sedikit.....

__ADS_1


Haha maaf yaa updatenya lamaa tadi kuliah sampe sore😥


__ADS_2