
"Diandra?"
Tidak mendapati istrinya di ranjang Gibran jadi panik sendiria dan bergegas turun lalu masuk ke dalam kamar mandi kalau saja Diandra ada disana, tapi ternyata kosong. Sekarang sudah pukul satu malam tadi mereka sudah tertidur lelap, tapi mendadak Gibran terbangun dan dia panik karena Diandra tidak ada disampingnya.
Melangkahkan kaki keluar kamar Gibran bergegas turun lalu helaan nafas terdengar kala dia menemukan Diandra yang tengah berada di dapur sambil memegang gelas. Sepertinya Diandra sedang membuat sesuatu dan secara perlahan Gibran berjalan mendekat sambil memperhatikan istrinya yang terlihat sedang menuangkan air panas ke gelas.
"Baby"
Suara itu membuat Diandra tersentak lalu menoleh ke belakang dan dia tersenyum karena melihat suaminya yang berdiri tidak jauh darinya.
"Daddy kok bangun?" Tanya Diandra
"Aku nyariin kamu." Kata Gibran membuat Diandra terkekeh mendengarnya
Tadi tiba-tiba saja dia terbangun dan ingin meminum teh makanya Diandra pergi ke dapur tanpa membangunkan suaminya.
"Aku cuman bikin teh, Daddy mau?" Tanya Diandra
"Tidak sayang aku hanya mencari kamu." Kata Gibran
"Hmm yaudah yuk ke kamar lagi." Kata Diandra
"Sini aku bawakan gelasnya." Kata Gibran
Diandra tersenyum lalu memberikan gelasnya pada Gibran dan mereka bersama-sama kembali ke kamar. Semakin dekat dengan hari kelahiran membuat Gibran was-was sendiri kakau tidak menemukan istrinya ada di dekatnya.
Begitu sampai di kamar Diandra memilih untuk duduk di sofa dan mengambil gelasnya dari tangan sang suami. Perlahan dia meminum teh hangat yang baru saja dia buat lalu tersenyum senang dan mengusap perutnya.
"Lain kali bangunkan aku saja ya?" Kata Gibran
Diandra hanya mengangguk patuh membuat Gibran tersenyum sambil mengusap puncak kepalanya.
"Daddy"
"Hmm kenapa?" Tanya Gibran
"Aku takut." Kata Diandra pelan
"Takut kenapa?" Tanya Gibran dengan lembut
"Gak tau pokoknya takut aja karena sebentar lagi aku akan merasakan proses melahirkan, bagaimana kalau terjadi sesuatu?" Tanya Diandra
Raut wajahnya terlihat takut membuat Gibran tersenyum dan mengusap pipinya dengan lembut.
__ADS_1
"Tidak ada yang perlu ditakutkan baby semua akan baik-baik saja, trust me." Kata Gibran
Diandra terdiam sesaat lalu mengangguk singkat dan meletakkan gelasnya di meja agar dia bisa memeluk suaminya.
"Anak kita akan lahir dengan selamat dan kamu juga akan baik-baik saja, kita akan besarkan anak ini bersama lalu membuat adik untuknya." Kata Gibran membuat Diandra berdecak kesal ketika mendengarnya
"Kenapa Daddy bahas adik terus? Dia saja belum lahir." Kata Diandra
"Karena aku suka melakukannya." Kata Gibran
"Melakukan apa?" Tanya Diandra bingung
"Melakukan itu sayang jangan berpura-pura tidak tau." Kata Gibran
"Tapi, memang tidak tau." Kata Diandra dengan bibir mengerucut
Gibran terkekeh lalu membisikkan sesuatu yang membuat wajah Diandra memerah lalu mencubit pinggang suaminya itu karena sebal.
Mesum sekali!
"Bercinta sayang aku suka melakukannya ketika kamu terus menyebut namaku dan meminta aku untuk cepat menyelesaikannya." Kata Gibran
"Ishhh sebelll!"
Gibran tertawa dan memeluk tubuh Diandra dengan sayang tangannya mengusap perut buncit Diandra yang bersamaan dengan itu dia merasakan tendangan disana. Sesaat Diandra meringis, tapi dia tersenyum kala sang suami juga menatapnya.
Tersenyum manis Diandra meraih tangan Gibran yang ada di perutnya membuat pria itu kini menatap matanya.
"Jangan tinggalin aku sama anak kita ya?" Kata Diandra
"Never"
Diandra menyandarkan kepalanya di bahu Gibran dan memejamkan matanya menikmati usapan di perutnya yang membuat dia merasa tenang.
"Aku sangat menginginkan kalian berdua, jadi aku tidak akan pernah pergi." Kata Gibran sambil mencium puncak kepala istrinya dengan sayang
Diandra tersenyum, tapi tiba-tiba dia merasakan perutnya yang begitu sakit hingga meringis kesakitan dan mencengkram kuat lengan suaminya. Melihat hal itu Gibran panik dia menatap wajah Diandra yang sedang menahan sakit.
"Daddy sakitt"
"Apa yang sakit baby?" Tanya Gibran panik
"Perutnya sakit banget." Kata Diandra
Gibran semakin panik apalagi ketika ada air mata di sudut mata Diandra hingga sesuatu yang mengalir di kaki istrinya.
__ADS_1
"Agh sakitt"
"Tenang sayang kita ke rumah sakit ya?" Kata Gibran
Dengan terburu-buru Gibran berlari dan menyambar kunci mobilnya lalu menghampiri Diandra untuk menggendongnya. Tangan Gibran dicengkram dengan begitu kuat air mata mengalir di sudut bibir istrinya.
"Sakitt"
Begitu mereka masuk ke dalam mobil Gibran langsung melaju dengan kecepatan tinggi. Beruntung karena sudah malam jalanan sangat lengang hingga dia bisa membawa mobil dengan cepat.
Disampingnya Diandra terlihat begitu kesakitan membuat Gibran jadi tidak tega apalagi ketika melihat nafasnya yang mulai tidak beraturan.
Gibran bersumpah tidak akan pernah menyakitinya.
¤¤¤
Suara tangisan
Suara tangisan yang terdengar membuat Gibran tidak bisa menggambarkan bagaimana perasaannya sekarang dan tatapannya menuju Diandra yang berusaha tersenyum dengan nafas yang masih terengah. Seharusnya masih satu minggu lagi, tapi ternyata anak itu ingin bertemu kedua orang tuanya lebih cepat.
Pukul setengah tiga bayi tampan itu lahir ke dunia dengan selamat dan Diandra pun nampak baik-baik saja meski sekarang dia masih tidak mau untuk berbicara karena merasa lemas. Tangannya bahkan begitu tidak bertenaga dia hanya bisa menatap anaknya dengan senyuman dan menerima usapan lembut di dahinya yang diberikan oleh sang suami.
Hari ini mereka mendapatkan kebahagiaan besar, kelahiran anak pertama mereka.
"Our baby is here"
Diandra tersenyum bahkan untuk mengangguk saja rasanya sulit sekali.
"Terima kasih banyak sayang karena sudah memberikan kebahagiaan yang begitu besar untukku." Kata Gibran
Raut wajahnya memancarkan ketulusan bahkan Diandra dapat melihat mata pria itu yang mulai berkaca-kaca.
"Aku sangat senang bisa memiliki kamu dan anak kita." Kata Gibran lagi
Tangannya dengan setia masih terus mengusap puncak kepala Diandra dengan sayang.
"Baby Gavin ada disini sekarang menyapa kita berdua." Kata Gibran
Diandra tersenyum, jadi nama anak mereka adalah Gavin, nama yang indah.
Gibran berdiri lalu mencium keningnya lama dan mengusap pipi Diandra dengan sayang.
Dia berdiri dan berjalan menghampiri tempat dimana anaknya berada dia tertidur, wajahnya sangat lucu.
Selamat datang baby Gavin.
__ADS_1
¤¤¤
Welcomee baby Gavinnn😚😚