
Alexa terdiam ketika mendengar perintah dari William untuk pergi makan malam bersama dengan keluarga Nicholas jelas saja dia sangat ingin menolak, tapi Alexa tidak berani. Biasanya ada Anetta yang akan membelanya karena Mama nya itu juga sangat menyukai Gavin, tapi Anetta sendiri sedang pergi ke rumah Neneknya.
Rasanya Alexa mau menangis saja dia yakin Gavin bisa marah atau mungkin kecewa kalau tau dia pergi makan malam dengan keluarga Nicholas. Tetap saja Alexa tidak bisa memberikan penolakan hingga akhirnya dia berganti pakaian dengan dress sederhana berwarna biru muda dan tanpa mengenakan riasan apapun.
Alexa keluar dari kamar dan menghampiri William yang menunggunya di ruang tamu.
"Alexa kenapa pakai baju itu? Kamu ada banyak baju sayang." Kata William
Alexa menggelengkan kepalanya pelan.
"Aku pakai ini aja Pa." Kata Alexa
"Alexa"
"Papa please aku gak mau ikut... Untuk apa sih Pa?" Tanya Alexa pelan
"Ini hanya makan malam biasa." Kata William
"Ya tapi kenapa aku harus ikut?" Kata Alexa
"Orang tua Nicholas mau bertemu kamu." Kata William
"Kenapa?"
"Mereka mau lihat kekasih anaknya mungkin." Kata William
"Papaaa"
Alexa benar-benar ingin menangis jadinya.
"Ayo berangkat." Kata William
Alexa hanya bisa pasrah ketika William meraih tangannya dan membawanya keluar rumah.
Alexa tidak akan bilang pada Gavin karena pria itu pasti akan marah kalau tau, tapi nanti dia akan bilang Mama nya karena hanya Anetta yang mendukungnya.
Selama ini Alexa tidak pernah membantah ucapan Papa nya karena dia takut apalagi William sendiri termasuk orang tua yang tegas. Memang William tidak pernah main tangan Alexa juga tidak pernah mendapat pukulan mungkin hanya omelan saja.
Di perjalanan Alexa diam raut wajahnya tak terbaca dia menatap keluar sambil memainkan jari jari tangannya.
"Alexa"
Alexa bergumam pelan.
__ADS_1
"Papa enggak akan maksa kamu, tapi Papa cuman mau yang terbaik untuk kamu." Kata William
"Kalau Papa enggak maksa kenapa aku harus ikut? Kenapa aku gak boleh di rumah aja?" Kata Alexa pelan
"Papa sudah buat janji untuk makan malam dan awalnya sama Mama kamu, tapi Mama kamu lagi ada urusan kan? Jadi Papa ajak kamu." Kata William
Alexa diam dan tidak memberikan tanggapan apapun.
"Kalau boleh Papa jujur Papa kurang suka dengan Gavin." Kata William
Alexa diam dia mencengkram kuat tali tasnya tanpa mau mengeluarkan suara.
"Papa tau kalau anak itu nakal di sekolah dan Papa gak mau kamu dekat apalagi sampai punya hubungan dengan lelaki seperti itu." Kata William
Alexa menahan nafasnya sejenak, Gavin tidak nakal mungkin dia memang sering terkena hukuman, tapi Gavin baik sangat baik.
"Tapi, Nicholas juga tidak sebaik itu aku yang sekolah Pa aku yang lebih tau gimana mereka." Kata Alexa
Alexa tak lagi bicara begitu juga William.
William orang yang keras kepala sulit merubah pendapatnya bahkan Anetta saja terkadang sampai harus berdebat dengan suaminya.
Tapi, satu hal yang jelas Gavin tidak seburuk itu bahkan Gavin merupakan orang yang sangat sayang dengan keluarganya.
Alexa pernah dengar dari Danira bahwa Gavin tidak akan pernah bisa tidur kalau adiknya sakit atau orang tuanya sakit.
Gavin itu baik mereka hanya salah sangka saja karena melihat dari satu sisi.
°°°°
Mood Gavin memburuk ketika tadi malam Rama mengatakan dia melihat Alexa tengah makan malam bersama keluarga Nicholas dan ketika Gavin tanya ternyata memang benar. Sekitar jam dua belas malam mungkin Alexa menjelaskan kalau itu permintaan Papa nya, tapi hal itu malah membuat Gavin merasa sangat buruk.
Jelas saja itu artinya orang tua Alexa benar-benar tidak suka dengannya hingga mengajak Alexa makan malam dengan keluarga Nicholas di saat Gavin masih kekasihnya. Meskipun ada Anetta yang memang mendukungnya bahkan tadi pagi mengirim pesan padanya, tapi tetap saja Gavin tidak merasa lebih baik.
Pokoknya Tante setujunya kamu sama Alexa bukan Nicholas yang sama Alexa
Gavin masih belum berangkat ke sekolah dia menunggu Danira yang sedang mengambil tasnya kalau kedua adiknya yang lain sudah berangkat bersama dengan Gibran.
"Gavin kenapa?"
Gavin mendongak lalu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan.
"Enggak papa Mom." Kata Gavin
__ADS_1
Diandra tersenyum dia duduk dan mengusap kepala Gavin dengan sayang.
"Gimana keadaan kamu? Masih suka sesak enggak?" Tanya Diandra
"Udah enggak Mom." Kata Gavin dengan senyuman
"Kenapa hm? Berantem sama Alexa?" Tanya Diandra ketika melihat wajah murung anaknya
"Enggak Mom cuman capek aja." Kata Gavin beralasan
"Ya ampun kalau gitu naik taxi aja ya? Nanti pulangnya sama Daddy kalau capek enggak usah berangkat sendiri." Kata Diandra
"Enggak papa kok Mom." Kata Gavin sambil tersenyum
"Mommy serius sayang kalau kamu capek naik taxi aja ya?" Kata Diandra
"Enggak usah Mommy sayanggg." Kata Gavin
Gavin memeluk Diandra dengan sayang membuat wanita paruh baya itu tersenyum sambil mengusap punggungnya.
"Kakakkk ayooo"
Gavin melepaskan pelukannya dan menatap Danira lalu mengulurkan tangannya yang langsung di sambut oleh adiknya.
"Mommyyy aku sama Kakak berangkat ya? Dadahhh"
Danira melambaikan tangannya dan bersama Gavin pergi ke halaman rumah lalu masuk ke dalam mobil.
Selama perjalanan Danira memperhatikan Gavin yang terlihat murung.
"Kakak kenapaa?" Tanya Danira
"Hm enggak." Kata Gavin
"Ada masalah ya?" Tanya Danira
Gavin terdiam sejenak lalu menghela nafasnya pelan dan menceritakan semuanya pada Danira.
Danira diam bibirnya mengerucut sebal dia merasa kesal pada Nicholas juga pada Papa nya Alexa!
Kenapa mereka buat Kakaknya sedih?!
Danira kesal!
__ADS_1
°°°°
Hello aku updateeee🥰