
Semalaman Gavin sama sekali tidak tidur dia terus terbangun dan merengek pada Gibran juga memanggil Mommy nya, tapi beruntung Gibran selalu berhasil menenangkannya hingga Gavin bisa terlelap ketika pukul empat pagi. Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul tujuh yang artinya Gavin sudah tidur selama tiga jam dan anak itu masih belum menunjukkan tanda aan bangun.
Sarapan untuk Gavin sudah datang, tapi Gibran tidak tega membangunkan anaknya yang masih terlelap. Di tempatnya Gibran terus menatap anak kesayangannya sambil sesekali mengusap pipinya dengan sayang.
Kehadiran Gavin di rahim Diandra yang membuat Gibran akhirnya berhasil menikahi wanita yang dia cintai dan kehadiran Gavin yang perlahan menghapus trauma masa lalu di hati Diandra. Sungguh melihat anaknya yang biasa lincah serta tidak mau diam kini terus merengek sakit sambil menangis membuat keduanya sangat sedih.
"Gavin sayang jangan sakit lagi ya? Mommy sama Daddy sedih sekali." Kata Gibran
Menghela nafasnya pelan Gibran menoleh ketika mendengar suara pintu yang terbuka dan dia melihat istrinya datang lalu berlari kecil menghampirinya.
"Gimana sama Gavin Mas?" Tanya Diandra cemas
"Tadi malam dia terbangun terus dan baru tidur jam empat pagi." Kata Gibran membuat Diandra memasang wajah sedihnya
"Aku hampir gak bisa tidur kepikiran Gavin terus." Kata Diandra pelan
"Aku sedih sekali melihat Gavin yang biasanya lincah dan cerewet kini hanya diam." Kata Gibran
Menghela nafasnya pelan Diandra menyentuh pundak suaminya dan mengajak Gibran untuk makan sarapan yang tadi dia bawa.
"Mas kamu makan dulu ya? Aku bawaiin nasi goreng tadi aku buatin sebelum kesini." Kata Diandra
"Kamu sudah makan sayang?" Tanya Gibran
"Em sudah sebelum kesini tadi makan dulu." Kata Diandra membuat Gibran tersenyum mendengarnya
"Danira?"
"Dia gak rewel kok Mas lagi main sama Mama dan Ghina tadi." Kata Diandra
"Aku lega mendengarnya." Kata Gibran
"Hm Danira pintar sekali dia tau Kakaknya lagi sakit." Kata Diandra dengan senyuman tipis
Gibran mengangguk setuju lalu berdiri dan memeluk Diandra sebentar.
"Yaudah kamu makan dulu Mas." Kata Diandra
"Hm Gavin belum makan juga aku mau bangunin gak tega dia baru tidur." Kata Gibran
"Iya nanti saja sebentar lagi baru kita bangunkan." Kata Diandra
"Habis ini aku pulang dulu ya? Mau mandi nanti kesini lagi." Kata Gibran
"Kamu tidur dulu aja Mas." Kata Diandra
"Tidak per...."
"Tidur saja dulu sekalian jagaiin Danira hmm? Nanti sore kamu kesini lagi dam aku yang pulang." Kata Diandra
"Iya"
"Yaudah makan dulu minumnya juga ada disana." Kata Diandra
__ADS_1
"Terima kasih sayang." Kata Gibran
Diandra hanya tersenyum dan memperhatikan suaminya yang sekarang berjalan ke arah sofa sambil membawa paper bag yang berisikan makanan.
Selagi suaminya makan Diandra terus menatap anaknya yang masih terlelap dengan wajah sedikit pucat. Hatinya begitu sakit melihat Gavin yang sekarang begitu lemas bahkan selalu merengek.
"Sayang cepat sembuh ya?"
Seolah tau suara Mommy nya anak itu menggeliat pelan dan merengak membuat Gibran langsung mendongak lalu menaruh sendoknya.
"Sudah bangun Gavin?" Tanya Diandra
"Mommyy"
Gavin terlihat sangat sedih membuat Diandra mendekatkan wajahnya lalu mencium kening anaknya cukup lama, masih terasa panas.
"Gavin"
Gibran datang untuk melihat anaknya lagi dan Gibran dapat melihat anaknya itu hanya diam sambil menatapnya.
"Sayang makan ya?" Kata Diandra
"Enggak"
"Gavin harus makan biar cepat sembuh." Kata Diandra
"Enggak"
"Makan ya? Sedikit saja sayang nanti Daddy janji akan turutin semua keinginan Gavin." Kata Gibran ikut membujuk anaknya untuk makan
"Enggak"
"Sayang mau ya? Nanti Mommy sedih kalau Gavin gak mau makan." Kata Diandra
"Cuapin"
Satu kata itu membuat Gibran dan Diandra tersenyum senang lalu menyuapinya dengan perlahan karena Gavin makan dengan sangat lambat. Baru beberapa suap Gavin langsung merengek pelan dan menolak lagi untuk makan.
"Dikit lagi sayang ayo aaa"
"Enggak!"
Menghela nafasnya pelan Diandra mengatakan pada Gibran untuk berhenti memaksanya dan membiarkan Gavin berhenti makan dulu. Setidaknya ada makanan yang masuk ke dalam perut anaknya dan hal itu sudah lebih dari cukup.
"Gavin mau apa sekarang?" Tanya Diandra
"Tidul cama Mommy." Kata Gavin manja
"Iya Mommy disini ya? Temenin Gavin." Kata Diandra
Mengangguk lesu Gavin memejamkan matanya dan Diandra langsung mengusap pipinya dengan penuh kelembutan. Baru satu hari saja Gavin sudah mulai terlihat kurus hal itu benar-benar membuat Diandra sedih.
"Jangan sakit sayang"
__ADS_1
¤¤¤
Baru saja selesai mandi Gibran langsung menghampiri anaknya yang berbaring di ranjang dan kelihatannya Danira baru bangun karena anak itu menangis. Tanpa berfikir lagi Gibran langsung menggendongnya dan mengusap sayang punggungnya.
Berjalan keluar dari kamar Gibran pergi ke dapur untuk membuatkan susu karena Danira memang sesekali minum susu instan kalau tidak ada Diandra. Sampai di dapur ternyata ada Mama nya yang langsung membantu Gibran untuk membuatkan susu.
"Cucuu"
"Iya sayang sebentar ya? Lagi Oma buatin." Kata Gibran
"Cucuu"
Tersenyum tipis Dara langsung memberikan dot kepada Danira yang ada digendongan anaknya.
"Danira pintar sekali." Kata Dara
"Iya Ma dia tau Kakaknya lagi sakit." Kata Gibran
"Habis ini kamu antarkan makan siang untuk Diandra ya? Jangan biarkan dia makan sembarangan." Kata Dara
"Iya Ma"
Membawa anaknya ke ruang tengah Gibran membaringkan Danira dan memperhatikan anaknya itu minum susu sambil memegang sendiri dotnya.
"Semoga Kakak cepat sembuh ya?" Kata Gibran sambil mengusap sayang pipi anaknya
Saat tengah asik memperhatikan anaknya ponsel Gibran berdering dan membuat dia langsung mengambil ponselnya yang ada di saku celana. Melihat nama istrinya tertera disana Gibrab langsung mengangkatnya dan berbicara lebih dulu.
"Ada apa sayang?" Tanya Gibran
'Mas'
"Iya ada apa? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Gibran cemas
'Tidak aku emm mau minta bawakan makan siang karena aku tidak mungkin keluar untuk beli....'
"Aku memang ingin mengantar makan siang Diandra, tapi menunggu Mama dulu untuk menjaga Danira." Kata Gibran
'Makasih Mas'
"Bagaimana Gavin?" Tanya Gibran
'Panasnya sudah turun'
"Baiklah aku kesana sebentar lagi ya?" Kata Gibran
'Iya'
Mematikan panggilan telponnya Gibran meletakkan ponselnya lalu mencium pelan pipi anaknya dan membuat Danira merengek pelan.
Hari yang melelahkan.
¤¤¤
__ADS_1
Updatee hehe maaf kalo terlalu malam😌