Obsession

Obsession
Chat


__ADS_3

Berhasil mengajak Diandra untuk keluar kini mereka pergi bersama anak-anak ke mall untuk menemani Gavin bermain dan anak itu terlihat begitu bersemangat. Awalnya Diandra menolak, tapi Gavin menatapnya dengan penuh harap serta raut wajah sedih yang membuat dia tak kuasa untuk menolaknya.


Sekarang Gavin duduk di belakang bersama dengan Diandra yang mendekap Danira di dalam pangkuannya. Sama sekali tidak ada percakapan antara Diandra dan Gibran hanya suara Gavin yang sejak tadi asik berceloteh.


Sungguh Diandra saat ini masih sangat kebingungan dia sangat ingin bercerita, tapi bingung kepada siapa. Niatnya dia ingin bercerita pada mertuanya atau Sahara hanya saja Diandra ragu dan takut kalau keputusannya salah.


Apa tidak salah menceritakan masalah rumah tangganya?


"Mommy nanti kita makan belgel." Kata Gavin


"Iya sayang nanti kita makan burger sama beli ice cream." Kata Diandra membuat Gavin bersorak senang


"Sayang ada sesuatu yang kamu inginkan? Mungkin kamu ingen bel...."


"Tidak, aku pergi hanya untuk menemani Gavin saja." Kata Diandra


Gibran terdiam lalu kembali fokus ke depan, semua salahnya dan sekarang dia sangat kebingungan harus melakukan apa agar Diandra memaafkannya.


"Mommy"


"Hmm"


"Mau beli mobilan cama lobot yaa." Kata Gavin lagi


"Iya sayang nanti Gavin beli apapun yang Gavin mau." Kata Diandra


"Adiknya beli apa?" Tanya Gavin sambil mengusap pelan pipi Danira dan membuat anak itu menggeliat pelan


"Adiknya beli susu." Kata Diandra


Dalam diam Gibran tersenyum tipis, dia akan melakukan apapun untuk membuat Diandra kembali percaya dan memaafkannya. Mungkin akan sulit, tapi Gibran tak peduli asalkan Diandra tidak pergi meninggalkannya.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam akhirnya mereka sampai juga di mall dan Gibran langsung menggandeng tangan Gavin. Bersama-sama mereka masuk ke dalam mall dan tempat pertama yang mereka kunjungi adalah toko mainan.


Dengan penuh semangat Gavin menarik-narik tangan Gibran dan mengajaknya ke tempat mobil-mobilan serta robot. Melihat hal itu Diandra tidak bisa menahan senyumnya karena Gavin sangat senang.


"Mau yang mana anak Daddy sayang?" Tanya Gibran


"Yang walna melahh sama bilu." Kata Gavin


"Yang ini?" Tanya Gibran sambil menunjuk mobil mainan berwarna biru dan merah


Gavin mengangguk dengan semangat dan Gibran langsung mengambil dua lalu bertanya lagi apa yang mau anaknya beli.


Lagi Gibran mengikuti langkah kaki Gavin yang mengambil beberapa robot di rak yang ada di bawah.


"Sudah?" Tanya Gibran ketika Gavin selesai mengambil tiga


"Cudahh"


Setelah Gavin memilih semuanya Gibran pergi ke kasir untuk membayar lalu membawa kantung belanjaannya sambil menggenggam tangan Gavin dengan sayang.


"Gavin mau kemana lagi?" Tanya Diandra


"Mainn"


Mendengar hal itu Gibran membawanya ke area time zone yang membuat anaknya bersorak senang lalu menarik tangannya dan mengajak untuk bermain.


"Sayang, kamu lelah? Mau duduk kalau lelah kamu..."


"Enggak aku gak lelah." Kata Diandra sambil tersenyum tipis


"Daddy mau ituu." Kata Gavin


"Oke sayang kita main ya." Kata Gibran

__ADS_1


Mengikuti langkah kaki keduanya Diandra memperhatikan anaknya yang asik bermain bersama dengan suaminya. Saat sudah begini Diandra jadi kebingungan sendiri, dia merasa tentang perlakuannya pada Gibran sekarang.


Apa dia sedikit keterlaluan?


Gibran sudah menjelaskan tentang alasan dia berbohong, tapi Diandra seolah menutup telinga dan mengatakan bahwa Gibran salah.


Sebenarnya apa yang dilakukan Diandra benar atau tidak?


Selama ini Gibran berusaha untuk berubah dia menjadi suami serta Ayah yang baik juga untuk Diandra dan anak-anaknya. Sungguh Diandra kebingungan sendiri dia ingin memaafkan dan kembali bersikap biasa, tapi hatinya menolak.


Hatinya membuat Diandra dilema.


'Dia berbohong dan itu adalah kesalahan besar! Seandainya memang tidak ada sesuatu tidak mungkin dia akan berbohong!'


'Hanya satu kesalahan Diandra dan kamu mengabaikan semua perjuangan Gibran untuk kamu?'


Hati dan fikirannya berperang membuat Diandra hanya bisa diam, dia akan memberikan waktu untuk dirinya berfikir.


Dia tidak mau salah mengambil keputusan.


"Sayang menurut kamu Mommy salah?" Tanya Diandra sambil menatap Danira yang tampak tenang di dalam dekapannya


Kembali menatap ke depan Diandra melihat Gibran yang tengah berusaha mendapatkan boneka dari mesin pencapit.


Kebahagiaan mereka, apa kebahagiaan itu harus berakhir hanya karena sebuah kesalahan?


¤¤¤


Puas bermain kini Gibran mengajak keluarga kecilnya untuk makan dan Gavin bukan meminta burger seperti keinginan awalnya, tapi anak itu meminta ice cream juga nugget yang tentu saja Gibran turuti. Sampai sekarang Diandra masih menanggapi seadanya apa yang dia ucapkan, tapi tidak masalah perlahan Diandra akan bersikap biasa padanya.


Danira beralih di dalam dekapan Gibran dan anak itu baru saja terlelap setelah Diandra memberikan susu dengan dot bayi yang tadi dia bawa. Sengaja Gibran meminta Diandra untuk memberikan si kecil Danira padanya karena Gibran ingin Diandra makan terlebih dahulu.


"Mas"


Gibran mendongak ketika Diandra memanggilnya, tetap tidak ada senyuman disana.


Diandra menyodorkan kentang padanya membuat Gibran terdiam lalu tersenyum dan membuka mulutnya, istrinya masih perhatian dengannya.


"Gavin habis ini mau kemana?" Tanya Gibran


Baru saja Gavin ingin menjawab Diandra sudah lebih dulu bicara dan membuat Gibran tak bisa menahan senyumnya.


"Kita pulang saja Mas sudah cukup lama juga kita berkeliling nanti kelelahan, pulang saja ya Gavin?" Kata Diandra


Gavin hanya mengangguk patuh membuat Diandra tersenyum lalu mengusap puncak kepala anaknya dengan sayang.


"Sayang berikan aku kentangnya lagi"


Perkataan suaminya membuat Diandra terdiam sejenak lalu menyuapinya lagi hingga Gibran tidak bisa menahan senyumnya.


Saat mereka tengah asik makan ponsel Diandra berdering dan beberapa pesan dari nomor tak di kenal masuk membuat Diandra langsung membacanya. Tangannya terus bergerak menggeser layar ponselnya dan dia hanya bisa tersenyum lalu mendongak untuk menatap suaminya.


"Kenapa sayang?" Tanya Gibran takut


Diandra tersenyum lalu menggelengkan kepalanya pelan dan mengatakan sesuatu yang membuat Gibran diam dengan jantung berdetak sangat cepat.


"Nanti aku mau bicara berdua ya?"


Entah itu pembicaraan yang baik atau tidak, tapi Gibran cemas tanpa alasan.


¤¤¤


Gibran


^^^Iya, ada apa?^^^

__ADS_1


Kita jadi bertemu kan besok?


^^^Hmm jadi^^^


Aku tidak sabar untuk bertemu dengan kamu


^^^Iya^^^


Aku ingin tau, kenapa kamu mau menerima ajakan bertemu denganku?


^^^Ada sesuatu yang mau aku bicarakan^^^


Dan tentang apa itu?


^^^Kita^^^


Tentang kita? Memang kita kenapa?


^^^Ada hal yang belum selesai diantara kita^^^


Kamu masih penasaran?


Aku kira setelah menikah kamu tidak akan memikirkan tentang aku


^^^Aku tidak memikirkan kamu^^^


^^^Aku hanya membutuhkan jawaban dari beberapa hal^^^


Kamu sudah bilang istri kamu?


^^^Belum^^^


Kenapa?


^^^Bukan urusan kamu^^^


Kamu benar-benar ingin bertemu denganku?


^^^Iya^^^


Tidak ingin memberi tau istri kamu?


^^^Tidak^^^


Kenapa?


^^^Sudah kubilang bukan urusan kamu^^^


Bagaimana perasaan kamu terhadap aku?


^^^Aku tidak tau^^^


Apa maksud kata itu?


Kamu tidak tau apa kamu mencintai aku atau tidak, begitu?


^^^Tidak^^^


Apa kamu merindukan aku Gibran?


^^^Ya^^^


¤¤¤


Itu yang terakhir isi chat Gibran dan Clarissa😥

__ADS_1


Hari ini kita double up yaa masih ada satu lagi nanti aku up😚 Maaf kemarin gak update💔


__ADS_2