
"Diandra sakit?"
Perkataan Ellena yang mengatakan bahwa istrinya sakit sudah cukup membuat Gibran cemas bukan main bahkan dia langsung membereskan kameranya dan pergi ke rumah Sahara sambil mematikan telponnya. Seharusnya masih ada satu sesi pemotretan lagi, tapi Gibran tidak akan bisa fokus akan lebih baik kalau dia pulang saja dan melihat keadaan istrinya.
Sudah berkali-kali dia bilang agar Diandra tidak terlalu lelah, tapi istrinya itu tidak mau dengar. Masalahnya adalah Diandra selalu mencari kegiatan seperti mengurus tanaman yang ada di taman belakang, mencuci dan menggosok baju hingga membersihkan rumah.
Diandra melakukannya ketika Gavin sedang tertidur di siang hari dan Gibran sudah mengatakan untuk Diandra agar duduk diam saja, tapi dia tidak mau.
"Ara aku harus pulang." Kata Gibran begitu dia masuk ke dalam ruangan Sahara
Mendengar itu Sahara tersentak dan mendongak sambil meletakkan pensil yang dia gunakan.
"Eh kenapa? Apa ada sesuatu?" Tanya Sahara
"Diandra sakit aku harus pulang untuk melihatnya." Kata Gibran
"Ya ampun baiklah Kak pulang saja nanti kabarin aku gimana keadaan Diandra." Kata Sahara
Gibran mengangguk singkat lalu keluar dari ruangan dan pergi memasuki mobilnya selagi berada di perjalanan Gibran kembali menghubungi Ellena untuk menanyakan keadaan istrinya. Memang satu-satunya masalah yang dia hadapi hanya Diandra yang tertutup dan tidak pernah mengeluh padanya.
Bukan sekali dua kali Gibran melihat Diandra yang memijat kakinya sendiri atau mengoleskan minyak angin di kepalanya.
"Halo Elle kamu masih di rumah kan?" Tanya Gibran
'Masih aku ingin pulang, tapi tidak tega meninggalkan Diandra dia tadi muntah dan wajahnya pucat sekali'
Perkataan itu semakin membuat Gibran merasa cemas hingga menambah kecepatan mobilnya agar bisa segera sampai di rumah.
"Diandra salah makan atau bagaimana?" Tanya Gibran
'Aku tidak tau Gibran tadi kami hanya makan spagheti'
"Biasanya tidak papa." Gumam Gibran yang masih bisa didengar oleh Ellena
'Mungkin dia kelelahan Gibran untungnya Gavin baru saja tertidur setelah Diandra memberikan susu untuknya'
"Ya ampun aku akan segera sampai." Kata Gibran
Gibran mematikan ponselnya dan fokus pada jalanan yang ada dihadapannya. Kali ini dia tidak akan mendengarkan Diandra dan akan mempekerjakan seseorang di rumahnya agar Diandra tidak kelelahan.
Sekitar dua puluh menit Gibran sampai dan dia langsung keluar dari dalam mobil sambil bergegas masuk ke dalam rumahnya. Begitu menaiki tangga dia mendengar sesuatu yang membuat Gibran berlari memasuki kamarnya.
Hanya ada Sandrina yang duduk sambil memperhatikan Gavin yang tertidur lelap di ranjang bayi dekat ranjang mereka.
"Sandrina Mommy mana?" Tanya Gibran
"Di kamar mandi." Kata Sandrina
Saat Gibran mendengar seruan Ellena dia bergegas masuk ke dalam dan melihat Diandra yang menunduk dekat wastafle sambil memegang perutnya.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Gibran panik
Begitu melihat Gibran sudah datang Ellena merasa begitu lega dan membiarkan Gibran menghampiri Diandra sambil merangkulnya.
"Dia muntah lagi Gibran." Kata Ellena membuat Gibran menghela nafasnya pelan
"Tadi dia baik-baik saja, kita ke rumah sakit ya?" Kata Gibran
"Enggak"
Suara Diandra terdengar lemah membuat Gibran jadi tidak tega melihatnya.
"Mau ke kamar." Kata Diandra pelan
__ADS_1
Mendengar hal itu Gibran langsung menggendong Diandra dan membawanya ke kamar lalu membaringkan tubuhnya di ranjang. Sekarang dia dapat melihat wajah istrinya yang terlihat pucat dan membuat Gibran jadi semakin cemas.
"Hey kamu kenapa sayang? Kita ke rumah sakit saja ya? Kamu pucat sekali." Kata Gibran
Diandra menggelengkan kepalanya pelan sambil memiringkan tubuhnya ke samping.
"Aku akan telpon dokter saja ya?" Kata Ellena
"Ah benar telpon dokter saja." Kata Gibran
"Biar aku telpon." Kata Ellena sambil mengeluarkan ponselnya
Saat panggilan itu di angkat Ellena berjalan menjauh dan meninggalkan Gibran bersama dengan Diandra. Wajah Gibran diliputi kecemasan dia mengusap pipi Diandra dengan penuh kelembutan.
"Kamu kenapa hmm?" Tanya Gibran
Diandra tidak menjawab dan hanya diam sambil memejamkan matanya karena kepalanya terasa begitu sakit.
"Diandra?"
"Hmm"
"Ke rumah sakit ya?" Kata Gibran
"Enggak"
Menghela nafasnya pelan Gibran terus berada di sisi istrinya sambil mengusap pipinya dengan penuh kelembutan dan sesekali melirik anaknya yang juga terlelap.
"Paman"
"Iya Sandrina?" Tanya Gibran ketika Sandrina datang lalu ikut naik ke atas ranjang
"Apa Tante sakit?" Tanya Sandrina
Sandrina mengikuti perkataan Gibran untuk menyentuh dahi Diandra yang memang terasa panas.
"Iya panas, kenapa tidak ke rumah sakit Paman? Kalau aku sakit Daddy selalu bawa ke rumah sakit." Kata Sandrina
"Tante tidak mau." Kata Gibran
Sandrina mengangguk lalu melihat Diandra yang memejamkan matanya. Bersamaan dengan itu Ellena masuk ke dalam kamar dan mengatakan kalau dia sudah menelpon Dokter dan sebentar lagi akan sampai karena kebetulan Dokter itu sedang tidak di rumah sakit.
Gibran menatap Diandra ketika istrinya itu menggenggam tangannya dengan sangat erat dengan dahinyabg berkerut seperti menahan sakit.
"Diandra?"
"Akh sakittt"
"Apa yang sakit sayang?" Tanya Gibran
"Perutnya sakit kepalanya juga pusing." Kata Diandra pelan
Gibran menghela nafasnya pelan sambil mengusap kepala Diandra dengan sayang.
"Sabar ya? Sebentar lagi Dokternya datang." Kata Gibran
Diandra hanya diam sambil terus menggenggam erat tangan suaminya dan entah berapa lama dia tidak tau, tapi yang jelas cukup lama untuk dia menahan sakit hingga ketukan pintu kamarnya terdengar.
Mendengar suara yang entah milik siapa Diandra sedikit tidak rela ketika suaminya melepaskan tangannya dan bergerak menjauh.
Sekitar lima belas menit diperiksa dan ditanya Dokter itu berjalan menjauh lalu menghampiri Gibran yang duduk di sofa lalu menjelaskan semuanya.
"Dokter kandungan?"
__ADS_1
"Iya aku sarankan untuk membawa istri anda ke Dokter kandungan sekarang dia sedang hamil dan untuk memastikan kandungannya lebih baik untuk pergi Dokter kandungan." Kata wanita itu memberikan penjelasan
Gibran terdiam sebentar dan mencoba untuk memahami ucapan dari wanita dihadapannya.
"Diandra... dia hamil?" Tanya Gibran
"Iya istri anda sedang hamil." Katanya lagi
Gibran tidak bisa menahan senyumannya dan dia langsung masuk ke dalam kamar lalu menghampiri Diandra yang maish berbaring.
"Sayang?"
Diandra membuka matanya lalu tersenyum tipis.
"Apa akan ada baby lain disini?" Tanya Gibran sambil mengusap perut rata Diandra dengan sayang
"Hmm sepertinya iya"
Gibran tersenyum senang lalu mencium kening Diandra untuk waktu yang cukup lama.
"Kita ke Dokter Tiara ya?"
Diandra hanya mengangguk singkat dan kembali memejamkan matanya ketika Gibran mencium keningnya lagi.
Gavin akan memiliki seorang adik.
¤¤¤
Gibran benar-benar tidak bisa menggambarkan bagaimana perasaannya sekarang, tapi yang jelas dia merasa sangat bahagia ketika tau bahwa istrinya kembali hamil. Sekarang mereka sedang dalam perjalanan untuk menjemput Gavin yang ada di rumah orang tua Gibran karena tadi mereka pergi ke rumah sakit untuk menemui Dokter Tiara.
Benar istrinya sedang hamil lalu tadi Dokter Tiara mengatakan bahwa Diandra harus menjaga pola makannya dan tidak boleh sampai kelelahan. Setelah ini keputusan Gibran sudah bulat dia akan mencari pekerja rumah tangga yang akan membantu istrinya di rumah.
"Tapi..."
"Diandra aku tidak akan mendengarkan kamu kali ini dan keputusanku sudah bulat." Kata Gibran membuat Diandra menghela nafasnya pelan
"Iya"
"Kamu mau kan? Aku melakukannya demi kamu Diandra aku tau akan sulit ketika kamu sedang hamil, tapi harus mengurus rumah dan belum Gavin yang terkadang rewel aku tidak mau kamu sakit." Kata Gibran sambil meraih tangan Diandra yang menciumnya dengan lembut
"Iya Daddy aku tidak keberatan." Kata Diandra
Gibran tersenyum senang lalu melirik Diandra yang juga sedang menatapnya dengan senyuman.
"Sekarang kamu masih merasa pusing?" Tanya Gibran
"Emm sedikit." Kata Diandra
"Kalau kamu merasakan sesuatu bilang padaku ya?" Kata Gibran
Diandra menganggum patuh dan menyandarkan tubuhnya di jok mobil sambil menatap Gibran yang tengah fokus pada jalanan dihadapannya.
Senyumnya mengembang dengan sempurna dan Diandra mengusap perut ratanya dengan penuh kelembutan.
Akan ada satu baby lagi yang menemaninya.
¤¤¤
Seperti janji aku kemarinn aku bakal double update😊
Oh iyaa tadi maaf yaa banyak banget typo dan salah kata kurang fokus banget aku haha😂
Makasih udah kasih tauu dan tadi kata-kata yang salah juga udah aku ganti😚
__ADS_1