Obsession

Obsession
Gavin (13)


__ADS_3

Masuk ke dalam rumah dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya Danira bersama dengan Davin langsung melihat orang tua mereka yang ada di ruang tengah dan Danira bergegas menghampiri keduanya. Seolah dia yang anak bungsu Danira dengan manja duduk di antara keduanya lalu memeluk Gibran dari samping membuat Daddy nya itu tersenyum dan mengusap sayang kepalanya.


Adik laki-laki nya ikut tersenyum dia duduk di samping Diandra dan memperhatikan Kakaknya yang terlihat sangat manja di pelukan Daddy nya. Sebenarnya hal yang wajar mengingat Danira anak perempuan satu-satunya di keluarga mereka apalagi Gibran memang sangat sayang padanya.


Bukan hal yang aneh kalau Danira terlihat seperti anak bungsu kan?


Belum lagi tubuhnya yang mungil seperti Diandra membuat orang yang tidak tau sering salah mengira dan menganggap Danira itu adik mereka.


"Udah selesai jalan-jalannya sama Davin?" Tanya Gibran


"Udah hehe kita ke kedai ice cream habis itu ke mall sebentar." Kata Danira


"Kak Galen sama Kak Gavin belum pulang Dad?" Tanya Davin


"Galen udah ada di kamarnya kalau Gavin belum." Kata Gibran


"Yaudah deh Davin mau ke kamar dulu." Kata Davin


Sebelum pergi dia mencium sekilas pipi Mommy nya karena anak itu memang cukup manja jika bersama dengan Diandra.


"Ila gak mau ke kamar juga?" Tanya Gibran


"Enggak"


"Ila"


"Iya Mommy?"


"Gimana kabar kamu sama Arsaka?" Tanya Diandra


"Em baik kok." Kata Danira sambil tersenyum


"Kamu pacaran sama Arsaka?" Tanya Gibran


Danira menggelengkan kepalanya dengan cepat lalu menatap kedua orang tuanya dengan senyuman.


"Ila enggak pacaran sama Kak Saka soalnya enggak boleh sama Kak Gavin." Kata Danira


"Kalau boleh?" Tanya Gibran


"Kalau boleh Ila udah pacaran hehe." Kata Danira

__ADS_1


"Mommy sama Daddy kan udah kasih izin, kenapa gak mau?" Tanya Diandra


"Em Daddy kasih izinnya enggak ikhlas terus Ila gak mau juga kalau enggak di bolehin Kakak." Kata Danira


"Kenapa?" Tanya Diandra penasaran


"Enggak mau buat Kak Gavin marah dan kecewa sama Ila." Kata Danira membuat kedua orang tuanya terdiam


"Ila sayang sama Kak Gavin ya?" Kata Gibran


"Sayang banget hehe Ila mau jadi adik yang baik untuk Kak Gavin." Kata Danira


"Pinter banget sayang." Kata Diandra sambil mengusap kepala anaknya dengan sayang


"Ya meskipun Ila suka kesal karena Kak Gavin nakal, tapi sebenernya Kak Gavin ngelakuin itu demi Ila kan? Kak Gavin cuman gak mau Ila sedih." Kata Danira


Gibran benar-benar bangga pada Danira dan tanpa ketiganya tau sejak tadi Gavin mendengar semuanya, dia berniat menghampiri mereka, tapi ketika mendengar percakapan itu Gavin mengurungkan niatnya.


Dia tersenyum manis ada rasa haru ketika mendengar perkataan adik perempuannya barusan, ah dia jadi semakin sayang pada Danira.


'Ila enggak mau buat Kak Gavin marah dan kecewa sama Ila'


Memutar kembali tubuhnya Gavin memilih naik ke atas dan masuk ke dalam kamar Danira lalu menjatuhkan dirinya di atas ranjang. Meraih foto yang ada di meja, foto dia bersama Danira juga Galen ketika masih kecil dan senyum manis Gavin mengembang dengan sempurna.


Gavin tidak mau di nomor duakan oleh Danira nantinya, tapi lebih dari itu dia takut Danira sakit hati dan sedih apalagi sampai menangis karena tidak ada yang bisa menjamin bahwa semua kisah cinta akan berakhir bahagia kan?


Menaruh lagi foto itu di tempatnya Gavin bersandar di kepala ranjang dan tak lama setelahnya pintu kamar terbuka Danira dari depan pintu menatapnya dengan terkejut.


"Eh kok Kakak disini? Kata Mommy sama Daddy tadi Kakak belum pulang." Kata Danira sambil masuk ke dalam dan meletakkan tasnya di meja


"Tadi waktu pulang gak ketemu Mommy sama Daddy makanya mereka gak tau lagian barusan kok pulangnya juga." Kata Gavin


Danira mengangguk faham dia melepaskan anting yang dikenakannya lalu menghampiri Gavin dan duduk di sampingnya.


"Sini La"


Danira menurut dia mendekat dan terkejut kala Gavin memeluknya dengan sangat erat bahkan Danira merasa sedikit sesak karena ulahnya.


"Kakk ngapain sih ish?" Kata Danira kesal


"Mau peluk aja La masa gak boleh." Kata Gavin

__ADS_1


"Ya jangan kuat-kuat sesak tau." Keluh Danira


Gavin tertawa kecil lalu merenggangkan sedikit pelukannya.


"La kamu sayang banget pasti sama Kakak ya?" Kata Gavin


"Ish gr enggak tuh Ila gak sayang sama Kakak." Kata Danira membuat Gavin tertawa mendengarnya


Tentu saja dia tau maksud ucapan adiknya itu Danira sayang sekali padanya.


"Kamu pasti gak mau Kakak marah ya?" Kata Gavin lagi


"Heem makanya jangan marah-marah terus." Kata Danira sambil membalas pelukan Kakaknya


Gavin tersenyum dia mengeratkan pelukannya dan bersandar di bahu adiknya sambil memejamkan matanya.


"Kakak tau ini egois La, tapi jangan pacaran dulu ya? Jangan untuk sekarang Kakak gak mau." Kata Gavin


"Kenapa?"


"Nanti kamu sibuk sama pacar kamu jadi Kakak gak ada yang bisa di gangguin." Kata Gavin membuat Danira berdecak kesal


"Jahat, padahal Kakak sama Alexa pacaran." Kata Danira


"Enggak Kakak sama Alexa gak pacaran." Kata Gavin


"Masa gak pacaran, tapi Ila liat ciuman di pipi." Kata Danira


"Dia yang cium bukan Kakak." Kata Gavin


"Ya tapi Kakak mau." Kata Danira


"Rezeki gak boleh di tolak La." Kekeh Gavin


Danira berdecak kesal lalu menatap Gavin yang baru saja melepaskan pelukannya.


Kakaknya itu menatapnya dengan senyuman dia mengusap kepala Danira dengan sayang dan mengatakan hal yang membuat adiknya tersenyum.


"Kakak cuman gak mau lihat kamu sedih La"


°°°°

__ADS_1


Aku update yeeee🥰


__ADS_2