
Satu-satunya alasan yang menguatkan Diandra untuk tetap bertahan hanyalah kedua anaknya yang masih sangat kecil. Seandainya saja dia tidak memiliki anak dapat dipastikan Diandra pasti sudah pergi meninggalkan suaminya sendirian karena dia tidak pernah bisa menerima kebohongan.
Sampai sekarang juga Diandra masih ragu akan keputusannya untuk mencoba percaya lagi pada suaminya, tapi dia harus setidaknya biarkan dia mencoba. Memaafkan suaminya berusaha menguatkan hatinya untuk percaya bahwa Gibran memang mencintainya.
Sebenarnya sulit untuk menganggap semuanya hanya sekedar kesalahan, tapi Diandra tidak tau lagi harus bagaimana.
Dia benar-benar ingin mempertahankan pernikahannya dan lagi dia tidak akan membiarkan Clarissa berhasil mendapatkan apa keinginannya.
Toh semisal Gibran memang masih mencintai Clarissa dan ingin kembali padanya maka ketika itulah Diandra akan pergi, tapi selagi Gibran masih ingin mempertahankannya maka Diandra akan mencoba untuk bertahan selagi dia bisa.
"Diandra"
Mendongakkan wajahnya Diandra menatap wajah suaminya yang tengah duduk di sofa lalu mengulurkan tangannya yang langsung dia sambut dan duduk disampingnya.
"Anak-anak kemana?" Tanya Diandra
"Sama Mama." Kata Gibran membuat Diandra menatapnya dengan alis bertaut
"Mama kesini atau kamu yang kesana?" Tanya Diandra
"Mama yang kesini lalu mengajak anak-anak pergi." Kata Gibran
"Danira bagaimana? Memang dia tidak rewel." Kata Diandra cemas
"Tidak dia sangat tenang." Kata Gibran sambil tersenyum
"Hmm"
Bergumam pelan Diandra mendongak lalu melihat Gibran yang menatapnya dengan senyuman sambil mengusap pipinya.
"Mas boleh aku jujur?" Tanya Diandra
"Boleh katakan saja semua yang ingin kamu katakan." Kata Gibran
"Satu-satunya alasan yang membuat aku bertahan adalah anak kita mereka masih sangat kecil, aku tidak mungkin egois dan hanya mementingkan diriku sendiri." Kata Diandra membuat Gibran terdiam
"Aku sangat brengsek ya?" Kata Gibran sambil tersenyum miris
"Jujur aku masih sangat sakit hati dan terluka, tapi Mas demi anak-anak kita aku akan mencoba untuk percaya lagi." Kata Diandra
"Maaf"
"Berhenti minta maaf semua sudah terjadi." Kata Diandra
"Aku minta maaf karena kembali memikirkan masa lalu, masih penasaran terhadap apa yang telah berlalu." Kata Gibran
"Hm aku mengerti dia orang yang berarti untuk kamu." Kata Diandra
"Maaf karena aku merindukan wanita lain, maaf karena aku memeluk wanita lain dan maaf untuk semuanya." Kata Gibran
Diandra hanya diam dengan senyuman tipis sambil menatap mata suaminya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Aku tidak tau kenapa aku melakukan itu semua pada kamu, tapi aku berani bersumpah kalau aku sama sekali tidak ada niat untuk melukai kamu sayang." Kata Gibran pelan
__ADS_1
"Kalau tidak ada anak kita aku pasti sudah pergi Mas." Kata Diandra
Mendengar hal itu Gibran menghela nafasnya pelan lalu membawa Diandra ke dalam pelukannya dan memeluknya dengan sangat erat.
"Maaf, seharusnya aku tidak memikirkan Clarissa lagi aku minta maaf jangan tinggalin aku." Kata Gibran
"Meskipun sulit aku akan coba untuk lupaiin hal itu ya? Jadi, jangan membahasnya lagi." Kata Diandra
Gibran mengangguk singkat di dalam pelukannya lalu begitu menjauhkan dirinya Gibran mengambil ponselnya dan melepas sim card yang ada di ponselnya.
"Kamu mau apa?" Tanya Diandra
"Aku lebih takut kehilangan kamu dan anak-anak kita." Kata Gibran sambil tersenyum
Tanpa dia duga Gibran mematahkan sim cardnya lalu menjatuhkan ke lantai.
"Mas"
"Aku akan mengganti nomor aku dan hanya akan menyimpan nomor orang-orang yang kamu kenal saja." Kata Gibran
"Terima kasih"
"Aku takut kehilangan kamu Diandra." Kata Gibran lagi
"Setakut apa?" Tanya Diandra
"Sangat takut hingga aku mau mati." Kata Gibran membuat Diandra tersenyum mendengarnya
"Jangan bohong lagi ya? Aku akan bangun kepercayaan lagi, jadi jangan dihancurkan lagi dengan berbohong sama aku." Kata Diandra
Tersenyum manis Diandra mengambil ponsel Gibran di atas meja lalu menatap benda itu ditangannya.
"Kalau aku periksa ponsel kamu setiap hari, kamu marah?" Tanya Diandra
"Tidak"
"Bagaimana dengan kontak teman-teman kamu?" Tanya Diandra
"Biarkan saja aku hanya akan menyimpan beberapa kontak saja nantinya." Kata Gibran
Mengangguk singkat Diandra menatap suaminya lalu tersenyum.
"Apa aku perlu melakukan hal yang sama?" Tanya Diandra
"Tidak perlu." Kata Gibran
"Aku rasa perlu, mari kita sama-sama memulai kehidupan yang baru." Kata Diandra dengan senyuman
Mengeluarkan ponselnya dari dalam tas Diandra melakukan hal yang sama pada sim card nya lalu menatap Gibran yang kini tersenyum padanya.
"Aku pasti gila kalau sampai aku mengkhianati kamu Diandra." Kata Gibran
"Maka jangan lakukan." Kata Diandra
__ADS_1
Gibran mengusap pipi istrinya dengan sayang lalu mencium keningnya lama sekali membuat Diandra memejamkan matanya.
"I love you baby dan i really do"
Diandra hanya tersenyum ketika mendengarnya dan dia tetap diam ketika Gibran mencium sekilas bibirnya.
Kesempatan terakhir yang Diandra berikan untuk Gibran.
¤¤¤
Kedatangan menantu serta anaknya ke rumah untuk menjemput cucunya membuat Dara merasa begitu senang karena kedua orang itu jarang sekali ke rumahnya. Tidak ada yang membuat Dara curiga karena keduanya terlihat baik-baik saja tidak seperti seseorang yang habis bertengkar.
Sekarang Diandra ada di dapur untuk membantu mertuanya membuat brownis dan meninggalkan kedua anaknya bersama Gibran di ruang tengah.
"Bagaimana kamu dengan Gibran sayang? Baik-baik saja kan?" Tanya Dara
Pertanyaan itu membuat Diandra terdiam, memang mertuanya selalu menanyakan hal yang sama setiap mereka datang.
"Hm baik Ma tidak ada masalah." Kata Diandra yang tentu saja berbohong
"Kalau ada apa-apa cerita ya? Jangan sungkan sama Mama." Kata Dara membuat Diandra tersenyum mendengarnya
"Iya Ma"
Beberapa saat setelahnya mereka mengobrol sambil melakukan kegiatan mereka yang sedang membuat brownis hingga Diandra yang sedikit penasaran mulai bertanya.
"Ma aku boleh nanya?" Kata Diandra
"Boleh sayang." Kata Dara dengan senyuman
"Mama kenal Clarissa? Menurut Mama dia bagaimana?" Tanya Diandra
Dara terdiam sejenak lalu tersenyum sambil meminta Diandra untuk menatapnya.
"Wanita itu Gibran pernah memperkenalkan kepada kami dan Mama sangat suka sama dia pada awalnya, tapi begitu dia pergi meninggalkan Gibran sampai membuat anak Mama begitu terpuruk Mama sangat tidak suka dengan dia, kenapa kamu menanyakan dia?" Tanya Dara
"Hmm begitu ya Ma?" Kata Diandra pelan
"Ada apa sayang? Kenapa nanya dia?" Tanya Dara dengan penuh kelembutan
Diandra tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan.
"Tidak ada Ma wanita itu sempat menghbungi Mas Gibran makanya aku penasaran." Kata Diandra
"Wanita itu menghubungi Gibran?! Lalu apa? Mereka tidak melakukan apapun kan?" Tanya Dara
"Tidak Ma mereka tidak melakukan apapun Mas Gibran juga sudah mengganti nomor telponnya." Kata Diandra membuat Dara menghela nafasnya pelan
Tanpa keduanya sadari sejak tadi Gibran mendengar percakapan itu dan dadanya terasa sesak, dia semakin merasa bersalah.
Diandra melindunginya.
¤¤¤
__ADS_1
Satu lagi untuk bonus hehe😚