
Davin Aditya Wijaya.
Nama itu Gibran berikan untuk anak keempatnya dengan Diandra yang baru saja lahir ke dunia beberapa jam yang lalu. Sekali lagi Gibran diberikan kebahagiaan yang melimpah oleh Diandra dan anak-anaknya, dia senang dapat memiliki seorang anak lagi.
Bayi tampan yang baru saja lahir ke dunia itu akan menambah kebahagiaan dan keramaian rumah mereka nantinya. Setiap malam Gibran akan kembali mendengar suara tangisan atau rengekan bayi kecil lagi dan itu menyenangkan.
Meskipun sering kali merasa terganggu, tapi Gibran senang apalagi kalau anaknya yang tadi menangis mulai tenang dan diam.
Sekarang Gibran ada di ruang rawat Diandra dimana istrinya itu tengah berbaring dan masih merasa lemas setelah melahirkan anak keempat mereka. Ketiga anaknya ada bersama Ghina dan orang tuanya sedang dalam perjalanan kemari untuk melihat keadaan istrinya.
"Mas"
"Hm ada apa sayang? Kamu butuh sesuatu? Mau minum?" Tanya Gibran
Diandra tersenyum dan menggelengkan kepalanya lemah.
"Anak-anak rewel enggak?" Tanya Diandra
"Tidak sayang anak-anak kita ada bersama Ghina dan mereka sama sekali tidak rewel." Kata Gibran
"Hm aku senang mendengarnya." Kata Diandra pelan
"Gimana keadaan kamu? Ada yang sakit gak?" Tanya Gibran penuh perhatian
"Lemas tenaganya udah habis." Kata Diandra
Gibran tersenyum sambil mengusap tangan Diandra yang ada digenggamannya.
"Terima kasih karena sudah memberikan lagi seorang bayi tampan." Kata Gibran
Diandra hanya bergumam pelan saja sebagai jawaban dan tak lama setelah itu pintu ruangan terbuka. Suara orang tuanya terdengar membuat Gibran langsung berdiri dan menghampiri mereka.
"Sayang gimana keadaan kamu hm?" Tanya Dara sambil berjalan mendekat pada menantunya
"Baik Ma hanya lemas saja." Kata Diandra pelan
"Kamu banyak istirahat ya? Gak usah cemas soal anak-anak mereka ada di rumah Mama sama Ghina dan Louis juga." Kata Dara
Diandra tersenyum saja untuk menanggapinya.
"Papa senang kamu baik-baik saja Ra." Kata Farhan
"Untungnya tadi anak-anak udah sama Ghina, jadi Gibran bisa langsung bawa Diandra ke rumah sakit tanpa takut mereka menangis." Kata Gibran
"Sementara anak-anak biar sama Mama dan sebentar lagi anak-anak kamu sama Ghina juga Louis pasti akan datang." Kata Dara
"Danira sangat bersemangat tadi dia bilang mau lihat adiknya." Kata Farhan membuat Diandra tersenyum mendengar perkataan mertuanya
"Sekarang Mama mau lihat bayi tampan kalian." Kata Dara
Bersama dengan suaminya Dara melihat cucu nya yang baru saja lahir dan senyumnya mengembang dengan sempurna melihat si kecil yang terlihat nyaman dalam tidurnya.
"Ya ampun gemas sekali sayang." Kata Dara senang
"Dia mirip Diandra." Kata Farhan
__ADS_1
"Kali ini anak kami ingin mirip dengan Mama nya." Kata Gibran membuat kedua orang tuanya tersenyum
"Kalian tinggallah di rumah Mama satu minggu hmm? Biarkan Mama bantu kalian dan bisa lihat si kecil ini sebentar." Kata Dara
Gibran menatap istrinya dan Diandra tersenyum sambil mengangguk singkat.
"Iya Ma kalau sudah boleh pulang kami langsung ke rumah Mama." Kata Gibran
"Halo sayangnya Oma bangun dong Oma ada disini mau ketemu... eh siapa nama cucu Mama?" Tanya Dara sambil menatap anaknya
"Namanya Davin." Kata Gibran
"Bangun baby Davin ada Oma disini." Kata Dara
"Mama kamu ini senang sekali." Kata Farhan membuat Gibran tersenyum dan mengangguk setuju
"Mama harus foto dulu mau Mama kirim ke Fahisa sama Daffa dan Kak Davian dulu." Kata Dara
Mengeluarkan ponselnya dari dalam tas Dara langsung mengambil gambar cucunya yang tampan dan mengirimkan foto itu pada adik serta Kakaknya membuat Gibran menggelengkan kepalanya pelan.
Baru saja ingin bicara Farhan menahan ucapannya ketika pintu terbuka dan suara Gavin serta Danira terdengar bersamaan dengan kedua anak itu yang berlari masuk ke dalam.
"Mommy Mommyyy"
Diandra tidak bisa menahan senyumnya ketika melihat anak-anaknya yang datang bersama dengan adik iparnya.
Oh iya Galen berada di gendongan Louis.
"Mommy mau lihat adik bayiii." Kata Danira dengan penuh semangat
Kedua cucunya itu tersenyum senang ketika melihat Oma nya yang kini sedang melihat si kecil.
"Adiknya masih tidur." Kata Dara
"Oma Oma gendong Ila mau lihat." Kata Danira
Dara tersenyum lalu mengangkat tubuh Danira hingga anak itu dapat melihat adiknya kalau Gavin dia berjinjit saja sudah kelihatan. Senyum kedua anak itu mengembang dengan sempurna begitu melihat adik mereka yang terlihat tenang dalam tidurnya.
"Adiknya Ilaa." Kata Danira senang
"Daddy adiknya laki-laki kan?" Tanya Gavin sambil berlari menghampiri Gibran
"Iya Gavin adiknya laki-laki." Kata Gibran
Gavin tersenyum senang lalu kembali melihat adiknya.
Kembali pada Ghina dan Louis yang kini menghampiri Diandra untuk mengucapkan selamat serta melihat keadaannya.
"Kakak baik-baik aja kan?" Tanya Ghina
"Baik Ghina kamu sendiri gimana? Mana si kecil?" Tanya Diandra pelan
"Baik Kak dan si kecil ada sama Mami dan Lily di rumah." Kata Ghina
"Terima kasih Ghina dan Louis karena sudah bantu untuk jagaiin anak-anak." Kata Gibran
__ADS_1
"Tidak masalah Kak kami malah senang apalagi anak-anak Kakak tidak rewel mereka asik bermain tadi." Kata Louis
Gibran dan Diandra tersenyum mendengarnya, melegakan sekali kalau begitu.
Anak-anaknya memang tidak rewel kalau bersama orang-orang yang dia kenal apalagi kalau sama Ghina dan orang tua Gibran.
Mana mungkin anak-anaknya menangis.
¤¤¤
Pukul lima sore hanya tersisa Gibran bersama dengan Diandra serta anak ke empat mereka di dalam ruangan karena yang lainnya sudah pulang sejak satu jam yang lalu. Sekarang Diandra tengah tertidur lelap karena merasa lelah dan Gibran hanya diam sambil memperhatikannya.
Tadi Gibran bertanya pada Dokter untuk memastikan keadaan istrinya dan dia lega sekali mendengar Diandra baik-baik saja bahkan bisa pulang secepatnya karena tidak ada jahitan yang Diandra dapatkan. Sekarang Gibran akan semakin betah di rumah karena ada anak-anaknya apalagi ada si kecil Devan yang menggemaskan.
'Mas aku mau punya anak empat'
Diandra pernah mengatakan hal itu pada Gibran ketika mereka sedang mengobrol berdua.
'Pasti senang deh Mas kalau rumah kita ramai sama anak-anak, sekarang Danira sama Gavin aja sudah buat aku senang banget belum lagi kalau Galen sudah besar'
Gibran sendiri setuju dengan ucapan istrinya, tapi dia tidak memiliki keinginan khusus masalah jumlah anak yang ingin dia miliki dan ya berapapun itu Gibran akan merasa senang.
Dia tidak bohong kalau dia suka sekali dengan anak-anak.
Sebenarnya dari dulu dia suka dengan anak-anak karena mereka sangat menggemaskan di mata Gibran.
Saat tengah asik memikirkan sesuatu suara tangisan terdengar membuat Gibran refleks mengalihkan pandangannya lalu berjalan ke arah box bayi. Benar, anaknya itu tengah menangis membuat Gibran dengan hati-hati menggendongnya.
"Mas"
Diandra memanggilnya mungkin dia bangun karena mendengar suara tangisan.
"Sini Mas biar aku kasih susu." Kata Diandra
Gibran mengangguk singkat lalu membawa si kecil Davin dan menyerahkannya pada Diandra yang ingin memberinya susu.
Membuka sedikit bajunya Diandra menyusui anaknya dan membuat si kecil Davin diam. Melihat hal itu Diandra tersenyum lalu memainkan pipinya dengan sayang.
"Dia mirip kamu sayang"
Diandra mendongak dan tersenyum sambil menatap suaminya.
"Aku cinta kamu Mas"
Gibran tersenyum sambil mengusap pipi Diandra dengan sayang, tidak menyangka kalau Diandra yang dulu sering menolaknya kini sering mengatakan kata cinta.
Setiap orang memang berubah.
"Aku juga sayang"
¤¤¤
Kali ini bener-bener the last untuk cerita Obsession😂
Nah habis ini kita bakal menuju ke cerita anak-anak mereka dan kali ini aku mau pakai Danira sebagai tokoh utamanya💞
__ADS_1