Obsession

Obsession
Gavin (11)


__ADS_3

Gavin langsung menghampiri adiknya begitu Danira pulang dan masuk ke dalam kamar tampa permisi Gavin naik ke atas ranjang lalu duduk di sana membuat Danira menghela nafasnya pelan, memang begitu Kakaknya suka tidak jelas. Tanpa mengatakan apapun Danira duduk sambil menatap ke cermin dan melepaskan anting yang dia kenakan juga jam tangan lalu setelahnya menghampiri Gavin yang duduk di atas ranjang.


Tersenyum singkat Danira duduk di samping Gavin dan menatapnya dengan alis bertaut, tapi Gavin hanya diam tampa mengatakan apapun. Kakak laki-lakinya itu sibuk menatapnya dengan penuh selidik membuat Danira bingung dan kesal di saat yang bersamaan.


"Kenapa sih?!" Tanya Danira


Gavin menggelengkan kepalanya pelan lalu menatap Danira dengan tatapan seperti biasanya.


"Udah pulang?" Kata Gavin


Tidak penting sekali bukan?


"Belum aku masih di toko buku." Kata Danira asal


Gavin tertawa kecil mendengarnya.


"Kakak kan udah kasih izin kamu ketemu sama Arsaka." Kata Gavin


"Iya terus kenapa? Mau ingkar janji ya? Enggak boleh ya Kakak udah kasih izin." Kata Danira galak


"La please Kakak belum selesai ngomong." Kata Gavin sebal


"Yaudah apa?" Kata Danira


"Enggak, sebelum kamu pergi sama Galen tadi Kakak kan bilang mau kasih tau kamu sesuatu." Kata Gavin


Danira terdiam dan berfikir sejenak, memang iya?


"Lupa, memang Kakak bilang gitu?" Kata Danira


Gavin menghela nafasnya pelan, lelah berbicara dengan Danira.


"Iya"


"Yaudah apa? Kakak mau kasih tau apa? Kasih tau kalau sekarang Kakak udah kasih izin aku untuk deket sama Kak Saka kan?" Kata Danira


"Bukan"


"Terus? Kasih tau aku buat jaga jarak sama Kak Saka? Enggak mau." Kata Danira


"Bisa gak sih La dengerin dulu sampai selesai jangan asal nyimpulin aja." Kata Gavin gemas


"Ihh iya maaf"


Menghela nafasnya pelan Gavin menatap Danira sebentar, baiklah sudah waktunya dia bercerita.


"Kamu kenal sama mantan Kakak kan?" Kata Gavin


"Yang mana? Mantan Kakak banyak." Kata Danira


"Yang Kakak kenalin ke kamu." Kata Gavin


"Iya ada banyak Kak kalau gak salah ada empat deh apa lima ya?" Kata Danira


Gavin menepuk pelan jidatnya, lupakan harusnya dia langsung menyebut nama saja.


"Jihan"


"Jihan? Ohh yang selingkuhin Kakak itu ya haha." Kata Danira sambil tertawa


Tersenyum masam Gavin mendorong pelan dahi adiknya membuat Danira mengerucutkan bibirnya sebal.


"Kenal kan?" Kata Gavin

__ADS_1


"Kenal"


"Kamu tau gak dia selingkuhnya sama siapa?" Tanya Gavin


"Ya enggak tau Kakak kan enggak pernah cer...."


"Arsaka, dia selingkuhnya sama Arsaka." Kata Gavin


Danira langsung diam dan menatap Gavin dengan raut wajah yang sulit di artikan.


"Jangan bohong." Kata Danira


"Kakak serius dulu dia selingkuh sama Arsaka makanya dulu Kakak sempet benci sama Arsaka karena dia udah rebut Jihan." Kata Gavin


Tak ada tanggapan dari Danira dia hanya diam sambil menatap mata Gavin.


"Kakak selama ini larang kamu terlalu dekat sama Arsaka bukan hanya karena gak suka, tapi karena Kakak takut kalau dia bakal sakiti kamu nantinya, Kakak gak mau benci sama teman Kakak sendiri." Kata Gavin


Danira diam diam merasakan usapan lembut di kepalanya.


"Kakak takut Arsaka buat kamu sakit hati atau menangis meskipun mungkin dia udah berubah sekarang, tapi rasa takut itu masih ada." Kata Gavin


"Kak"


"Kakak gak akan larang kamu lagi Ila, tapi Kakak minta jangan terlalu menaruh harapan pada Arsaka dan jangan pernah marah atau benci sama Kakak karena Kakak larang kamu dekat sama dia." Kata Gavin


"Kakakk"


"Jujur La hal itu memang bukan salah Arsaka sepenuhnya dulu Kakak sibuk sama basket, jadi sering banget Kakak minta Arsaka untuk antar Jihan pulang, tapi Kakak minta Arsaka lakuin itu karena Kakak percaya sama dia." Kata Gavin


Gavin tersenyum tipis ketika mengingatnya, sakit sekali.


"Kakak percaya Arsaka bakal jagain orang yang Kakak sayang, tapi ternyata permintaan Kakak itu malah buat mereka dekat dan ya akhirnya main di belakang Kakak." Kata Gavin


"Gengsi bilang ke kamu." Kata Gavin sambil tertawa


Danira langsung berdecak kesal, masih sempat dia tertawa.


"Sekarang Kakak sama Arsaka udah baik-baik aja karena Kakak sadar hal itu bukan salah Arsaka sepenuhnya, tapi Kakak masih tetap khawatir tentang kamu yang dekat sama dia." Kata Gavin


"Kakakkk"


"Yaudah Kakak cuman mau bilang itu aja ke kamu." Kata Gavin


"Kakak sayang bangat sama Kak Jihan ya?" Kata Danira


"Dulu sekarang enggak." Kata Gavin dengan senyuman


"Maaf ya suka marah-marah sama Kakak kalau di larang pergi sama Kak Saka." Kata Danira pelan


"Hm gak papa, tapi Kakak masih mau bilang supaya kamu jangan menaruh harapan terlalu besar sama Arsaka ya? Kakak gak mau kamu nangis." Kata Gavin


Danira mengangguk patuh lalu mendekat dan memeluk Gavin dengan sayang.


Tersenyum manis Gavin mengusap kepala adiknya dengan sayang dan membuat Danira mengeratkan pelukannya.


Dia tidak menyangka ada alasan di balik semua sikap Gavin.


°°°°


Berada dalam satu mobil yang sama dengan Arsaka membuat Danira bisa menatap pria itu dengan puas dari tempatnya duduk, tapi kali ini tatapan Danira berbeda dia menatap dengan rasa penasaran. Mendengar cerita dari Kakaknya bukan tidak mungkin kalau semua yang Gavin katakan adalah benar karena Kakaknya memang tidak pernah sekali pun berbohong padanya untuk hal-hal begitu.


Arsaka memang bukan siswa teladan di sekolah Danira juga tau sosoknya yang sering kali di bilang sebagai pria yang sering memberikan harapan palsu untuk banyak wanita, tapi pria itu sudah mengatakan bahwa dia telah berubah. Sejak lama Arsaka mengatakan bahwa dia mencintai Danira dan selalu ingin bersamanya bahkan meskipun tampa ikatan pria itu masih setia dengannya.

__ADS_1


Artinya Arsaka sudah berubah kan?


Danira bingung dia jadi merasa bersalah karena sering marah pada Gavin padahal Kakaknya itu berniat baik, dia hanya tidak ingin Danira terluka.


"Ra kenapa? Kamu diem aja dari tadi." Kata Arsaka sambil melirik Danira


"Em enggak Kak." Kata Danira


"Kamu sakit? Gak suka jalan sama Kakak? Takut di marah Gavin?" Tanya Arsaka


"Enggak bukan itu aku cuman... Em kepikiran besok ada ulangan harian matematika pusing duluan deh." Kata Danira beralasan


"Ya ampun kirain apa udah gak usah di bawa pusing." Kata Arsaka


"Hehe iya Kak"


Tersenyum singkat Arsaka langsung memarkirkan mobilnya di area cafe yang biasa dia dan Gavin kunjungi.


"Eh udah sampe?" Kata Danira


"Udah, turun yuk ini tempat aku sama Gavin dan yang lainnya biasa kumpul." Kata Arsaka


Danira mengangguk singkat lalu turun dari mobil dan masuk ke dalam dengan Arsaka yang menggenggam tangannya.


Nyaman, genggaman itu membuat Danira merasa nyaman.


Sampai di dalam keduanya langsung duduk dan memesan makanan serta minuman lalu setelahnya Danira diam begitu juga dengan Arsaka yang asik menatapnya.


Ada hal yang ingin Danira tanyakan, tapi dia takut tidak sopan.


"Kenapa Ra?" Tanya Arsaka


"Kak"


"Iya?"


"Aku mau nanya sesuatu, tapi Em aku ragu sih mau nanya." Kata Danira


"Tanya aja Ra." Kata Arsaka sambil tersenyum


Danira terdiam sejenak dia menatap Arsaka dengan ragu lalu memilih untuk menanyakan hal yang lain saja.


Tidak, dia tidak bisa menanyakan hal itu pada Arsaka.


"Kakak ada cewek lain yang di deketin selain aku gak?" Tanya Danira


'Kakak dulu pernah selingkuh sama Kak Jihan ya?'


Baiklah Danira simpan pertanyaan itu sendiri.


"Hah? Kamu kok nanyanya gitu Ra, enggak ada aku lagi enggak ada dekat sama cewek lain selain kamu." Kata Arsaka sambil tersenyum


"Hehe ya kan takutnyaa." Kata Danira


Arsaka tersenyum sambil mengusap pelan kepala Danira membuat gadis dihadapannya itu hanya bisa tersenyum.


Meskipun merasa nyaman, tapi Danira juga merasa takut.


Takut kalau Arsaka memiliki wanita lain yang dia dekati selain Danira.


°°°°


Huhuu aku updateee🥰

__ADS_1


Kira-kira Arsaka udah tobat belum nihh😌


__ADS_2