Obsession

Obsession
Gavin (24)


__ADS_3

Senyuman manis Danira mengembang dengan sempurna kala dia bersama dengan Arsaka telah sampai di pameran seni yang sudah ramai dengan pengunjung, dia tidak sabar untuk melihat-lihat lukisan. Tangan kekar Arsaka menggenggam tangannya dengan sayang dan membawanya masuk ke dalam untuk melihat hal yang dapat membuat Danira semakin senang.


Sejak dulu Danira memang suka menggambar dan semakin beranjak besar dia sering minta di belikan alat-alat untuk melukis karena Danira ingin mengembangkan keahliannya. Setiap kali ditanya tentang cita-cita Danira dengan penuh semangat dan tanpa ada keraguan akan mengatakan bahwa cita-citanya adalah menjadi pelukis.


Melihat keinginan besar yang Danira miliki membuat Gibran mendukung penuh keinginan anaknya dia selalu memberikan fasilitas untuk Danira bisa melakukan hobinya.


"Ayo Kakk aku mau lihat lukisan." Kata Danira dengan penuh semangat


Arsaka tertawa kecil, tapi tetap membawa Danira ke tempat di mana ada banyak lukisan terpajang.


Senyuman manis gadis itu semakin mengembang dengan sempurna dia melihat banyak lukisan indah yang ada di hadapannya.


"Kamu senang?" Tanya Arsaka


Danira mengangguk dengan semangat dia melepaskan genggaman tangan Arsaka lalu berjalan semakin dekat menuju lukisan yang tergantung di dinding.


Wah Danira selalu ingin bisa membuat lukisan sebagus ini dia harap nantinya dia akan menjadi seorang pelukis hebat.


"Aku mau deh bisa melukis sebagus ini." Kata Danira


"Lukisan kamu bagus kok Ra kamu kan beberapa kali kirim foto lukisan kamu ke aku dan menurut aku itu bagus." Kata Arsaka


"Tapi, gak sebagus ini." Kata Danira dengan wajah cemberut


Arsaka tersenyum lalu merangkul pundak Danira dan mengusapnya.


"Bagus untuk seorang pemula seperti kamu Danira nanti semakin lama kamu melukis pasti lukisan kamu akan semakin bagus bahkan bisa lebih bagus dari semua lukisan yang ada disini." Kata Arsaka


Perkataan itu membuat Danira menatap pria yang ada di sampingnya dengan senyuman.


"Kamu pasti bisa jadi pelukis yang hebat Danira sayang." Kata Arsaka membuat Danira tersipu malu


"Kakak bilang apa?" Tanya Danira


"Sayang"


Danira tertawa kecil dengan pipi merona lalu mengalihkan pandangannya ke depan dan menatap lagi lukisan yang lain. Di sampingnya Arsaka terus mengikuti kemana Danira pergi hingga dia merasa tempat cukup sepi.


Saat Danira terlihat fokus dengan lukisan yang dia lihat Arsaka bergerak mundur lalu mengambil foto Danira dari tempatnya dan tersenyum puas.

__ADS_1



Selalu suka, Arsaka selalu suka mengambil foto Danira yang nantinya bisa terus dia lihat.


"Aku suka deh disini." Kata Danira


Arsaka hanya bisa tersenyum mendengarnya.


"Kakak suka lukisan yang mana?" Tanya Danira


"Hm aku gak terlalu faham sih tapi aku suka lukisan yang itu." Kata Arsaka sambil menunjuk lukisan yang terpajang di dinding


"Lukisannya bagus ya? Aku harus banyak latihan lagi deh." Kata Danira


Arsaka tak banyak menanggapi dia hanya tersenyum lalu menemani lagi Danira melihat-lihat karya seni yang ada di pameran kali ini.


Gadis itu terlihat begitu senang.


Ah Arsaka sungguh ingin memiliki Danira.


Apa dia harus nekat saja ya?


°°°°


Meskipun tau Gavin akan marah, tapi Arsaka tidak bisa menahan diri dia harus melangkah maju dan membuktikan pada Gavin bahwa dia serius. Masalah Gavin biar dia yang akan selesaikan yang paling penting sekarang Arsaka perlu bicara pada Danira.


Saat ini keduanya duduk sambil menatap lurus ke depan dan keadaan taman tak terlalu ramai seperti biasanya.


"Ra"


"Emm"


Arsaka tersenyum dia menatap Danira yang sekarang mengenakan jaket miliknya untuk menutupi punggung mulus gadis itu yang terbuka.


"Kakak mau bicara sesuatu sama kamu." Kata Arsaka


Kali ini Danira menoleh dan menatap Arsaka dengan wajah lugu membuat pria di hadapannya itu semakin ingin memiliki Danira untuknya.


"Danira"

__ADS_1


"Iya"


"Kamu mau gak jadi pacar Kakak?" Tanya Arsaka tanpa ragu


Ya katakan saja ini tidak romantis, tapi biarlah yang penting Arsaka sangat serius dengan ucapannya.


Danira terdiam mendengar pertanyaan itu kalau di tanya jelas saja dia mau bahkan sangat sangat mau, tapi dia takut karena Gavin tidak akan memberi izin.


"Kakak udah gak bisa nahan lagi Ra perasaan Kakak untuk kamu tulus, sangat tulus Kakak sayang dan cinta sama kamu." Kata Arsaka


Danira masih diam, tapi kedua pipinya bereaksi dengan rona merah yang muncul di sana.


"Sekarang Kakak tanya dulu sama kamu, apa kamu juga punya perasaan yang sama seperti Kakak?" Tanya Arsaka


Dengan pipi merona Danira menganggukkan kepalanya dan hal itu membuat Arsaka tersenyum lebar.


"Jadi?"


"Tapi, Kak Gavin....."


"Kalau kamu memang takut kita bisa jalani ini diam-diam dan nanti aku akan berusaha dulu bicara sama Gavin aku bakal yakini dia lalu setelahnya kita akan bicara pada Gavin tentang semuanya." Kata Arsaka


"Kakak yakin?" Tanya Danira


"Kenapa harus ragu? Masalah Gavin nanti Kakak yang akan bicara sama dia, jadi Danira kamu mau jadi pacar Kakak?" Tanya Arsaka lagi


Danira tersenyum lalu mengangguk malu dan tanpa permisi memeluk tubuh Arsaka dengan sayang.


Mendapat pelukan itu membuat Arsaka senang dia langsung membalas pelukan yang Danira berikan dan mengusap kepalanya.


"Jadi kita pacaran ya?"


Arsaka tertawa lalu mengangguk membenarkan perkataan kekasihnya barusan.


Ya, setidaknya dia harus mengambil langkah ini agar Danira tidak jatuh ke dalam pelukan pria lain dan dia yakin bisa membuat Gavin memberikan izin padanya.


Nanti Gavin pasti mengerti bahwa cinta yang dia miliki untuk adiknya begitu tulus.


°°°°

__ADS_1


Aku updateee🥳


__ADS_2