
Usia Gavin sudah hampir memasuki dua tahun sekarang bayi tampan itu sudah bisa berjalan dan mulai berceloteh membuat Diandra juga Gibran tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan mereka berdua. Namun, Gavin sangat tidak bisa diam dia terus saja berjalan meskipun sesekali terjatuh lalu merengek dan lagi Gavin mulai malas untuk minum susu karena anak itu lebih suka bermain.
Seperti sekarang Diandra dibuat pusing karena Gavin yang tidak mau mandi dan malah merengek sambil menangis. Satu hal yang paling susah sekarang memang memandikan Gavin karena anak itu akan menangis kalau di paksa.
Suaminya masih di kamar mandi dan Diandra sedang bersama Gavin di kamarnya sambil berusaha menggendong anak itu untuk memandikannya.
"Baby Gavin ayo mandi"
"Ndakk!"
"Ayo mandi Gavin sayang kamu sudah bau asemm." Kata Diandra
"Ndak! Cucuu"
"Mau susu?" Tanya Diandra
"Cucuu"
Diandra menggelengkan kepalanya pelan lalu beranjak dari tempat tidurnya untuk membuatkan susu.
"Ma maaa"
Melihat Diandra yang berjalan menjauh Gavin menangis dan membuat Diandra berbalik lalu menurunkan anaknya dari atas ranjang. Begitu turun Gavin berjalan dengan tertatih menbuat Diandra ingin tertawa melihatnya apalagi dengan pempers yang sudah penuh dan belum dia lepas.
"Gavin"
Seolah tau namanya Gavin berhenti lalu Diandra menggendongnya dan membuatkan susu sambil menggendong anaknya.
"Cucuu"
"Iya susu nya lagi Mommy buatin sabar ya?" Kata Diandra
"Cucuu"
Gavin terus mengatakan hal yang sama sambil menunjuk ke arah dot.
"Habis minum susu mandi ya?" Kata Diandra
"Ndakk"
Menghela nafasnya pelan Diandra memberikan susu yang sudah dibuat dan langsung diminum oleh Gavin dengan lahap. Pipinya sudah tidak setembam dulu, tapi masih menggemaskan untuk dicubit.
Saat Gavin memberontak minta diturunkan Diandra langsung menurunkannya dan bersamaan dengan itu Gibran keluar dengan handuk yang melilit dipinggangnya. Melihat anaknya yang sedang minum susu sambil berjalan membuat Gibran tersenyum.
"Katanya ingin memandikan Gavin sayang." Kata Gibran sambil berjalan ke arah lemari
"Apalagi anak kamu itu merengek dan menangis minta dibuatkan susu." Kata Diandra membuat Gibran tertawa kecil mendengarnya
"Aku ingin ke butik Ara nanti, kamu mau ikut?" Tanya Gibran
"Emm tidak Daddy hari ini aku ada janji dengan Ellena." Kata Diandra
"Perlu aku antar kesana?" Tanya Gibran
"Tidak perlu Ellena akan menjemput." Kata Diandra
"Hmm oke kabarin aku kalian akan kemana." Kata Gibran
"Kenapa Daddy gak ganti baju di kamar mandi sekalian?" Tanya Diandra
"Memang kenapa baby? Tidak mau membantu aku?" Goda Gibran
"Ishh kan nyebelin." Keluh Diandra membuat Gibran tertawa mendengarnya
__ADS_1
"Maaf sayang, tapi kamu sedang tidak datang bulan kan?" Tanya Gibran
Diandra langsung menatap suaminya dengan mata memicing, dia tau kemana arah permbicaraan ini nantinya.
"Tidak, memang kenapa?" Tanya Diandra galak
"Tidak ada aku hanya ingin mengajak kamu bermain nanti malam." Kata Gibran
"Mulai kann"
Gibran tertawa lalu membawa bajunya untuk dia pakai di kamar mandi, tapi sebelum itu dia menghampiri Diandra dan mendekat.
"Give me a kiss baby"
Awalnya Diandra malas, tapi dia tetap memberikan kecupan singkat di bibir suaminya membuat Gibran tersenyum senang dan berjalan ke kamar mandi.
"Ma maaa"
Diandra menoleh ketika anaknya merengek dan ternyata Gibran terjatuh padahal di atas karpet tebal, tapi dia merengek.
"Ada apa baby Gavin?" Kata Diandra
Saat menghampiri anaknya Diandra sudah melihat dot yang tadi sudah kosong, cepat sekali Gavin menghabiskannya.
"Sudah habis baby." Kata Diandra
Diandra mengendong tubuh Gavin dan membuat anak itu menyandarkan kepalanya di bahu Diandra sambil memainkan rambut Mommy nya yang panjang.
"Kita mandi ya?" Ajak Diandra
"Ndakk"
Diandra mengabaikannya dan tetap membawa Gavin ke kamar mandi membuat anak itu merengek dan mulai menangis.
"Ndakk ma maaa"
"Ndakk"
Dengan hati-hati Diandra menunduk sambil membuka celana juga pempers yang Gavin kenakan dan sudah sangat penuh.
"Mandi baby"
"Ndak ma maaa"
"Butuh bantuan sayang?" Tanya Gibran
"Tidak perlu Daddy kan sudah mandi." Kata Diandra
"Oke kalau gitu aku akan buatkan roti dan susu ya?" Kata Gibran
Diandra hanya bergumam pelan sebagai jawaban dan dia tengah sibuk melepas baju Gavin lalu membawanya ke bak mandi.
Gavin memang susah sekali disuruh mandi.
Kembali pada Gibran yang berada di dapur dan sedang membuatkan roti tawar dengan selai coklat juga membuatkan susu untuk Diandra. Sebenarnya Diandra sering menolak, tapi Gibran selalu membelikannya dan kalau tidak minum kan sayang.
Belakangan ini Diandra juga jarang memasak untu sarapan mereka terkadang hanya membuat roti atau menggoreng nugget juga kentang. Gibran juga tidak masalah karena dulu ketika dia di apartemen dia jarang sarapan dan kalau mau sarapan hanya membeli bubur saja.
Semua sudah siap Gibran menunggu Diandra dan sekitar sepuluh menit istrinya itu keluar dari kamar dengan Gavin digendongannya. Anak mereka sudah mandi dan berganti pakaian dan rambutnya juga sudah sangat rapih.
"Anak Daddy sudah mandi hmm?" Kata Gibran ketika Diandra duduk disampingnya
"Ya ampun Gavin membuat bajuku basah semua." Kata Diandra
__ADS_1
"Baby kamu ini sekarang maunya main terus yaa?" Kata Gibran
"Da daaa"
Gibran tertawa kecil dan mengambil Gavin lalu menggendongnya.
"Kamu makanlah dulu sayang." Kata Gibran
Diandra hanya mengangguk saja belakangan ini dia mudah sekali lelah, tapi dia tidak pernah mengatakannya pada Gibran karena kalu dia bilang dia sudah sangat tau apa yang akan suaminya katakan.
'Sudah kubilang kan? Harusnya kita mencari pekerja rumah tangga sayang'
Jadi, Diandra tidak mau mengatakannya.
¤¤¤
"Diandra ya ampun kita duduk dulu"
Ellena terlihat cemas ketika wajah Diandra sedikit pucat dan dia langsung mengajak Diandra untuk duduk tidak lupa memberikan minum yang tadi dia bawa. Mereka bersama dengan Sandrina juga Gavin pergi ke mall untuk membeli beberapa barang juga mainan untuk anak-anaknya, tapi tiba-tiba Diandra merasa pusing.
Beruntung ada tempat untuk duduk dan Ellena langsung mengajak Diandra untuk duduk sebentar, dia fikir semua karena dia yang terlalu lama mengajak Diandra berkeliling. Awalnya dia ingin menelpon Gibran hanya saja Diandra melarang dan mengatakan kalau suaminya masih bekerja.
"Sini biarkan Gavin bersamaku." Kata Ellena
Sayangnya begitu Gavin diangkat dia merengek dan membuat Diandra tidak tega, jadi dia membiarkan anaknya itu tetap ada di pangkuannya.
"Kalau gitu kita pulang ya? Lagipula sudah banyak juga barang yang kita beli." Kata Ellena
Diandra tersenyum lalu mengangguk singkat dengan hati-hati dia berdiri dan menggendong anaknya. Beruntungnya Ellena tadi mengajak salah satu pekerja rumah tangganya, jadi mereka tidak kesulitan membawa barang.
"Biar aku gendong saja Gavin." Kata Ellena
"Nanti dia menangis." Kata Diandra pelan
"Coba dulu." Kata Ellena
Membawa Gavin ke dalam gendongannya anak itu merengek sebentar, tapi diam setelah Ellena menenangkannya. Mereka berjalan ke parkiran dan begitu sampai di mobil Diandra bergegas masuk lalu menyandarkan kepalanya di jok mobil.
Begitu Ellena memasuki mobil juga dia kembali memberikan Gavin kepada Diandra lalu menghidupkan mobilnya dan pergi meninggalkan area mall.
"Kita perlu ke klinik?" Tanya Ellena
"Aku rasa tidak sekarang sudah lebih baik." Kata Diandra bohong
Padahal dia merasa pusing dan mulai berkeringat dingin bahkan sedikit mual, tapi dia tidak mau pergi ke klinik.
"Ma maa"
"Hmn ada apa baby?" Tanya Diandra sambil mengusap pipi Gavin
"Cucuu"
Diandra tersenyum lalu memberikan susu yang ada di dalam tas dan memberikannya pada Gavin yang langsung anak itu minum.
Memejamkan matanya Diandra merasa kepalanya semakin berdenyut, tapi mendadak dia jadi ingat perkataan suaminya.
'Kamu sedang tidak datang bulan kan?'
'Kamu sedang tidak datang bulan kan?'
Astaga Diandra baru ingat bahwa dia sudah telat datang bulan.
¤¤¤
__ADS_1
Haii aku updatee😉
Hmm apakah mungkinnn Gavin akan punya adikk🌚