Obsession

Obsession
Gavin (55)


__ADS_3

"Aduh Nanda"


Danira mengerucutkan bibirnya sebal ketika Nanda mengacak-acak rambutnya karena katanya gemas melihat rambutnya yang tergerai. Biasanya Danira memang mengikat rambutnya atau mengepang rambutnya, tapi hari ini dia malas jadi Danira membiarkan rambut panjangnya tergerai.


Bukan hanya itu Danira juga kesal karena tak hanya mengacak Nanda juga menarik pelan rambutnya, tapi pria itu malah cengengesan dan bukannya merasa bersalah. Sejak dulu memang Nanda sangat jahil dia dan Danira cukup dekat dalam status pertemanan.


Seperti sekarang setelah membuat kesal Danira kini Nanda mengusap kepalanya dengan penuh kelembutan masih dengan tawanya hingga tiba-tiba saja tangannya di tepis cukup kuat membuat Nanda meringis. Bukan hanya Nanda, tapi hampir satu kelas menatap ke sosok Arsaka yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kelas.


Ini memang sudah jam istirahat dan Arsaka ingin menyusul Danira untuk mengajaknya ke kantin.


"Aduh sakit Bang." Keluh Nanda sambil menatap Arsaka dengan sebal


Arsaka malah menatapnya dengan sengit lalu meraih tangan Danira dan mengajaknya keluar kelas membuat Danira kebingungan, tapi tak memberikan penolakan.


Danira di bawa hingga ke luar kelas atau lebih tepatnya arah ke lapangan yang memang cukup sepi.


"Kak Saka ish." Keluh Danira ketika Arsaka melepaskan tangannya


Danira menatap pergelangan tangannya yang cukup memerah karena di genggam cukup erat.


"Aku gak suka Nanda kayak gitu." Kata Arsaka


Danira mendongak untuk menatap wajah Arsaka yang terlihat kesal.


"Kak Saka marah?" Tanya Danira pelan


"Kesel"


Danira lalu tertawa membuat Arsaka kini menatapnya.


"Lucu mukanya kalau lagi kesel." Kata Danira


"Ilaa aku serius." Kata Arsaka


Danira tertawa lagi dia mencubit pelan pipi Arsaka.


"Iya iya maaf, tapi Nanda memang suka gitu dia kan jahil." Kata Danira


"Dia suka kali sama kamu." Kata Arsaka

__ADS_1


"Enggak"


"Sok tau." Kata Arsaka


"Kakak juga sok tau." Balas Danira


Kini Arsaka menatapnya dan Danira menyengir lucu membuat Arsaka gemas sendiri.


"Aku cemburuan La." Kata Arsaka jujur


Danira tertawa mendengarnya lalu mengangguk faham.


"Nanti aku bilang Nanda supaya enggak gitu lagi." Kata Danira membuat Arsaka tersenyum mendengarnya


"Ayo kantin." Ajak Arsaka


Danira mengangguk dia lalu menatap tangannya yang di genggam oleh Arsaka dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya. Tangan Arsaka begitu pas dan Danira selalu merasa hangat setiap kali tangannya di genggam.


Mereka pergi ke kantin dan ternyata Manda juga Nanda sudah ada di sana bahkan Gatra juga. Niatnya ingin bergabung, tapi Arsaka membawanya untuk duduk di tempat lain dan hanya berdua saja.


Arsaka memesan bakso juga es teh manis seperti yang Danira minta dan kini keduanya hanya tinggal menunggu pesanan datang saja.


Danira tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban, aneh memang karena Kakak kelasnya itu tiba-tiba datang dan memberikan sebuah undangan.


"Iya, nanti datangnya sama Kak Saka ya? Ehh tapi kalau boleh sama Mommy." Kata Danira


"Iya"


Tersenyum manis mata Danira sedikit menyipit membuat dia terlihat begitu cantik dan menggemaskan di mata Arsaka.


Entah kenapa melihat Danira berinteraksi dengan pria lain membuat Arsaka kesal bukan main, dia tidak suka.


°°°°


Alexa mendengus kesal ketika bertemu dengan Sherin di kamar mandi gadis itu menatapnya dengan sengit, berbeda sekali ketika tadi ada Gavin dia bertingkah sok baik. Jelas Alexa tau kalau Sherin sangat menyukai kekasihnya apalagi Gavin sempat sangat dekat dengannya.


Ah lupakan yang penting Gavin sudah menjadi miliknya.


Rasanya menyebalkan melihat seseorang yang bertingkah sok baik Alexa ingin sekali mencakarnya karena kesal. Berbeda dengan dia yang selalu menunjukkan ekspresi jujurnya ketika berhadapan dengan seseorang kalau Sherin tidak.

__ADS_1


Dia pandai bersandiwara.


"Jangan lupa datang ya?" Kata Sherin


Alexa tersenyum meremehkan dan menjawab dengan menyebalkan.


"Pasti dong Sherin enggak mungkin pacar gue datang sendirian nanti ada yang ganjen." Kata Alexa


"Cih dia gak serius sama lo enggak usah terlalu percaya diri." Kata Sherin


Alexa berdecih pelan.


"Terus dia serius sama lo? Enggak ingat siapa yang ninggalin lo di birthday party Tiffani hanya untuk pulang sama gue?" Kata Alexa dengan wajah semakin menyebalkan


Oh jangan lupa Alexa itu anak dari Anetta dia pandai memasang ekspresi yang mampu membuat orang kesal setengah mati.


"Gue enggak ngerti kenapa Gavin bisa mau sama lo." Kata Sherin


"Jelas karena gue lebih dari lo Sherin." Kata Alexa sambil tertawa pelan


"Jangan sepercaya diri itu Gavin dekat dengan banyak cewek dia bahkan bisa dengan mudah peluk dan cium pipi cewek lain termasuk gue." Kata Sherin


Alexa tertawa lalu berjalan mendekat ke arah Sherin dan berbisik pelan di telinganya.


"Cuman pipi kan?" Kata Alexa


Alexa menjauhkan lagi wajahnya dia lalu menatap Sherin lagi.


"Enggak pernah disini kan?" Kata Alexa sambil menunjuk bibirnya


Wajah Sherin memerah membuat Alexa tertawa senang karena berhasil membuatnya kesal.


"Thanks undangannya Sherin nanti gue pamer kemesraan gue sama Gavin ya?"


Lalu Alexa melangkahkan kakinya menjauh, dia tidak suka membuat keributan, tapi kalau di tantangin ya dia gak mau diam aja.


°°°°


Ajaran Mak Anetta😩

__ADS_1


__ADS_2