Obsession

Obsession
Happy Family


__ADS_3

Selama tiga hari Diandra berada di rumah sakit hingga akhirnya hari ini dia diperbolehkan untuk pulang, tentu saja itu kabar gembira untuk Gibran serta keluarganya dan sekarang Gibran sedang mengurus administrasi meninggalkan Diandra bersama dengan Dara. Hanya Dara yang menemaninya karena Farhan sedang ke kantor lalu Ghina dia kuliah hari ini, jadi hanya Dara yang akan menamani mereka pulang.


Keadaan Diandra juga sudah baik dia sangat sehat hingga ke kamar mandi juga sudah bisa sendirian, tapi tetap saja Gibran yang khawatir berlebihan sering kali mengomel karena Diandra pergi sendirian. Tadi malam Baby Gavin terbangun lalu menangis untuk waktu yang cukup lama membuat Diandra harus terjaga dalam beberapa jam hingga anaknya itu kembali tertidut lelap.


Sekarang dia sudah terbiasa menyusui Gavin dan tidak lagi merasa asing, sama halnya dengan Gibran yang sudah tidak merasa canggung ketika menggendong anaknya. Sering kali Gibran mengajak anak itu berbicara meski tau perkataannya tidak akan mendapat tanggapan atau balasan, tapi dia suka.


Gibran sangat terlihat bahagia.


"Selamat pagi cucu Oma sayang hari ini kita mau pulang, kamu senang?" Tanya Dara pada cucunya yang sekarang berada di dalam dekapannya


Gavin tidak tertidur bayi mungil itu membuka matanya, tapi tidak menangis.


"Diandra nanti Mama akan minta Gibran untuk mencari pembantu rumah tangga ya? Setidaknya untuk membantu kamu selama ada Gavin biar kamu tidak kelelahan." Kata Dara


"Sebenarnya itu tidak perlu Ma." Kata Diandra dengan senyuman


"Perlu sayang Mama gak mau kamu sampai sakit karena harus mengurus pekerjaan rumah dan Gavin sendirian." Kata Dara


"Aku bisa kok Ma." Kata Diandra lagi


Sungguh dia tidak mau ada orang lain di rumahnya.


"Ayolah sayang hanya beberapa bulan saja ya? Kamu kan baru melahirkan masa tidak ada yang membantu." Kata Dara


Diandra menatap Dara dalam diam sedangkan mertuanya itu menatapnya dengan penuh permohonan.


"Atau gini saja Mama carikan seseorang yang akan membersihkan rumah dan memasak untuk pagi saja ya? Hanya setiap pagi dan setelah pekerjaannya selesai dia akan pergi lalu datang lagi besok." Kata Dara


Helaan nafas terdengar lalu Diandra tersenyum dan mengangguk singkat membuat Dara ikut senang mendengarnya.


"Hanya beberapa bulan saja ya Ma? Aku hanya tidak nyaman kalau ada orang lain disana karena selama ini aku biasa tinggal sendirian." Kata Diandra


"Iya sayang Mama janji." Kata Dara


Sesaat setelah percakapan itu Gibran masuk ke dalam dengan beberapa kertas, mungkin rincian pembayaran. Senyum manisnya mengembang dia berjalan mendekat lalu mencium anaknya dan memeluk Diandra sebentar.


"Sudah Gibran?" Tanya Dara


"Sudah Ma kita bisa pulang sekarang." Kata Gibran


Diandra tersenyum senang saat dia ingin turun Gibran melarangnya dan mengatakan kalau Diandra akan menggunakan kursi roda hingga ke parkiran. Sebenarnya tidak perlu Diandra bisa kok berjalan sampai parkiran, tapi dia tidak mau membantah dan hanya menurut saja.


Setelah Diandra duduk di kursi roda Gibran mendorongnya perlahan dan membawa istrinya itu ke parkiran dengan Gavin yang berada di gendongan Dara. Begitu sampai di mobil Diandra bersama Dara duduk di belakang dan Gibran di depan karena dia yang membawa mobilnya.


Tanpa menunggu lagi Gibran melajukan mobilnya ke rumah dan selama perjalanan dia sesekali melirik ke belakang dimana Gavin kini sudah berpindah di dekapan Mommy nya. Terlihat tenang bayi tampan itu membuat senyum Diandra terus mengembang dan tangannya terulur untuk mengusap pipi Gavin dengan sayang.


"Kita pulang baby Gavin." Kata Diandra pelan


"Dia mirip sekali dengan Gibran kan?" Kata Dara yang dijawab dengan anggukan oleh Diandra


Memang mulai dari bibir hingga bentuk hidungnya semua begitu mirip dengan Gibran.


"Nanti Mama tidak akan lama sayang mungkin siang sudah pulang karena harus ke kantor Papa." Kata Dara


"Iya Ma sudah mau ikut menjemput Diandra aja kami senang." Kata Gibran

__ADS_1


"Hmm tentu saja sayang Mama senang sekali karena bisa bertemu cucu Mama yang tampan." Kata Dara membuat keduanya tersenyum senang


"Nanti Mama pulanya bagaimana?" Tanya Gibran


"Nanti di jemput kok sama Pak Bani." Kata Dara


Gibran mengangguk faham dan kembali fokus pada jalan hingga akhirnya mereka sampai di rumah. Senyum Diandra mengembang sempurnya karena dia bisa pulang juga, tidak enak di rumah sakit.


Dengan sedikit bantuan Diandra keluar dari mobil dan berjalan ke kamarnya bersama dengan suami serta mertua yang ada disisinya. Helaan nafas lega terdengar karena Diandra melihat kamar ini lagi dengan hati-hati dia duduk di ranjang lalu menidurkan anaknya dengan hati-hati.


Baby Gavin sedikit merengek, tapi diam ketika Diandra bersuara dengan lembut.


"Akhirnya sampai juga." Kata Gibran senang


"Gibran tadi Mama sudah bilang pada Diandra kalau besok Mama akan carikan seseorang untuk membantu kalian membersihkan rumah juga memasak, tapi hanya ketik pagi nanti setelah pekerjaannya selesai dia akan pulang dan kembali besok." Kata Dara yang dijawab dengan anggukan oleh anaknya


Tadinya Gibran juga sudah memikirkan hal yang sama, tapi dia tau kalau Diandra pasti akan menolaknya dan dia senang karena Dara sudah berhasil meyakinkan istrinya.


"Kamu lapar Diandra?" Tanya Dara


"Belum Ma." Kata Diandra sambil tersemyum tipis


"Nanti sebelum pulang Mama akan masak dulu untuk kalian ya?" Kata Dara


"Tidak perlu Ma kita bisa beli nanti." Kata Gibran karena tidak mau merepotkan Mamanya


Tapi, Dara langsung memasang wajah galaknya dan menggelengkan kepala pelan.


"No Gibran! Mama akan masak saja supaya kebersihannya terjamin dan lagi akan beda masakan restoran dengan masakan sendiri." Kata Dara


"Tidak sayang Mama sangat bersemangat." Kata Dara membuat keduanya menggelengkan kepalanya pelan


Kalau ingin tau dari mana sikap keras kepala Gibran itu turun maka jawabannya dari Dara, Mama nya.


"Kulkas kalian pasti kosong kan?" Kata Dara yang dijawab anggukan singkat oleh Gibran


Tanpa banyak bicara Dara mengeluarkan ponselnya untuk menelpon Pak Bani.


"Halo Pak Bani? Iya ke rumah Gibran sekarang nanti kita ke super market dulu." Kata Dara


'....'


"Iya baiklah saya tutup telponnya." Kata Dara


Setelah panggilannya di matikan Dara menatap anak dan menantunya dengan senyuman.


"Mama nanti ke super market dulu untuk beli beberapa sayuran atau ayam dan daging ya?" Kata Dara


Gibran tersenyum penuh arti lalu memeluk Dara dengan sayang membuat wanita paruh baya itu terkejut dibuatnya.


"Makasih Ma"


Dara tersenyum dan menepuk-nepuk pundak anaknya hingga Gibran melepaskan pelukannya.


"Udah ah Mama keluar dulu ya? Mau nunggu Pak Bani di luar kamu jangan kemana-mana jagaiin anak sama istrinya." Kata Dara

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban Dara mengambil tasnya lalu keluar dari kamar meninggalkan Gibran dengan Diandra.


"Daddy?"


Gibran menoleh dan tersenyum lalu menghampiri Diandra untuk mendekap tubuh itu dengan sayang. Ikut tersenyum Diandra mengusap punggung suaminya dengan sayang.


Setelah cukup lama Gibran menjauhkan tubuhnya dan mengecup bibir Diandra berkali-kali membuat istrinya itu tertawa.


"Love you baby"


¤¤¤


Pukul dua siang Dara sudah pulang dan dia benar-benar memasak untuk Gibran serta Diandra bahkan memasak untuk porsi yang cukup banyak katanya agar bisa sampai malam. Sekarang Gibran sedang menyuapi istrinya makan di atas ranjang karena Diandra katanya malas untuk turun ke bawah, jadi Gibran membawakan saja makannya ke kamar.


Baby Gavin sekarang sedang tertidur lelap setelah tadi menangis cukup lama dan meminum asi Diandra hingga terlelap. Benar-benar berbeda rasanya Gibran yang biasanya bermanja pada Diandra kini hanya bisa memperhatikan istrinya yang dengan penuh kasih sayang menjaga anak mereka.


"Daddy"


"Hmm"


"Udah, sekarang Daddy saja yang makan." Kata Diandra karena sejak tadi suaminya itu hanya sibuk menyuapinya saja


"Kamu dulu." Kata Gibran


"Ihh udah kenyang nanti aja kalau lapar lagi makan." Kata Diandra


Gibran menghela nafasnya pelan dan dia hanya diam ketika Diandra mengambil piring lainnya lalu menyuapi dia makan.


"Aku bisa sendiri baby." Kata Gibran


"Aku mau suapin." Kata Diandra dengan raut wajah menggemaskan


Tidak bisa memberikan penolakan Gibran membuka mulutnya dan menerima suapan dari istrinya. Hingga habis lalu Gibran langsung membawa semuanya ke belakang dan kembali lagi ke kamar.


Dia melihat istrinya yang ingin beranjak dari tempat tidur membuat Gibran langsung menghampirinya. Saat ditanya Diandra bilang kalau dia ingin ke kamar mandi dan Gibran mengantarnya hingga membukakan pintu lalu kembali ke ranjang.


Senyumnya mengembang dia menatap Gavin dengan binar penuh kebahagiaan lalu mengusap pipinya dengan penuh kelembutan.


"Baby Gavin kesayangannya Daddy"


Gibran terus memperhatikan anaknya hingga tidak sadar kalau Diandra keluar dari kamar mandi dan melihat keduanya dengan senyuman.



Gibran sangat bahagia dengan kehadiran anak mereka.


"Daddy"


Suara itu membuat Gibran menoleh dan menatap Diandra dengan senyuman.


"Sini Mommy Diandra"


Diandra tertawa kecil lalu menyambut uluran tangan Gibran dan duduk di ranjang.


¤¤¤

__ADS_1


Haii aku updateee😚


__ADS_2