Obsession

Obsession
Rumah Sakit


__ADS_3

"Gavin?"


Raut wajah Diandra terlihat sangat cemas begitu melihat Gavin yang benar-benar lemas dengan suhu tubuh sangat tinggi. Berteriak kuat memanggil suaminya Gibran yang sedang di kamar mandi langsung keluar dan menghampiri istrinya.


Sekarang sudah pukul satu siang tadi suhu tubuhnya sudah menurun dan membuat Diandra merasa sedikit lega, tapi setelah selesai membuatkan makan siang dia malah melihat Gavin yang kembali panas. Tangannya lemas sekali wajahnya juga pucat dan Gavin tidak memberikan respon apapun ketika Diandra memanggilnya.


"Mas bagaimana?" Tanya Diandra hampir ingin menangis karena takut


"Aku siapkan mobil kita ke rumah sakit." Kata Gibran


Dengan terburu-buru Gibran mengambil kunci mobilnya dan Diandra langsung menggendong tubuh anaknya sambil berlari kecil menuruni tangga.


"Bi telpon Mama ya? Minta ke rumah bilang aku sama Diandra ke rumah sakit dan minta tolong Mama untuk menjaga Danira sebentar." Kata Gibran ketika mereka berpapasan dengan Bi Diah di bawah


Bergegas ke garasi Gibran langsung membukakan pintu untuk istrinya dan dia pun langsung masuk lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.


"Gavin sayang kamu kenapa hm?" Tanya Diandra pada Gavin yang ada dipangkuannya


Tidak ada jawaban apapun dan hal itu membuat Diandra sangat cemas hingga dia menangis.


"Mas cepat"


Gibran tidak memberikan tanggapan hanya diam sambil mempercepat laju mobilnya hingga mereka sampai di rumah sakit. Begitu sampai Diandra bergegas turun dan membawa anaknya ke ugd agar segera diperiksa.


Memperhatikan dari jauh anaknya yang sedang diperiksa Diandra menangis dan terisak pelan melihatnya hingga dia merasakan rangkulan di pundaknya. Ternyata Gibran dan hal itu membuat Diandra semakin terisak karena takut terjadi sesuatu pada anaknya.


Gavin memang beberapa kali kehujanan dan Diandra fikir dengan obat serta kompres panasnya bisa turun karena beberapa kali memang begitu.


"Tenang sayang." Kata Gibran


Deringan di ponselnya membuat Gibran sedikit menjauh untuk mengangkat telpon dari Mama nya.


"Halo Ma"


'Sayang ada apa? Mama sudah di perjalanan ke rumah, Gavin kenapa?'


Suara Dara terdengar panik ketika mengatakannya.


"Tadi pagi badannya panas sekali Ma aku sama Diandra sudah mengompres serta memberikan obat penurun panas, tapi tadi Gavin sangat lemas wajahnya juga pucat sekali." Kata Gibran


'Ya ampun Mama akan jaga Danira nanti langsung kabari Mama begitu Gavin selesai di periksa'


"Iya Ma"


Mematikan panggilan telponnya Gibran menghampiri Diandra lagi dan mereka sekarang dapat melihat Gavin yang merengek pelan.


"Mas gimana?" Isak Diandra takut


Gibran hanya bisa menenangkannya dengan memberikan usapan lembut dibahunya.


Cukup lama Gavin diperiksa hingga dokternya mengajak Gibran untuk bicara dan Diandra pun langsung menghampiri anaknya yang masih terlihat sangat lemas. Digenggam tangan mungil itu dan dia letakkan di pipinya sambil terisak pelan.


"Sayang ini Mommy"


Tidak ada tanggapan dan hal itu membuat Diandra benar-benar cemas hingga dia terus mengusap dahi anaknya dengan sayang.


"Mommyy"

__ADS_1


Mendengar suara Gavin membuat Diandra merasa sedikit lega dan langsung memeluk anaknya dengan sayang.


"Gavin sayang kamu kenapa? Jangan sakit." Kata Diandra sedih


Hanya rengekan pelan yang Gavin berikan hingga Diandra merasakan tepukan di bahunya dan membuat dia menoleh lalu melihat Gibran yang berdiri di dekatnya.


"Sayang keluar dulu ya?" Kata Gibran


"Tapi, Gavin dia...."


"Biar diperiksa dulu." Kata Gibran pelan


Tak bisa menolak Diandra hanya diam ketika Gibran mengajaknya keluar dan dia merasakan pelukan yang suaminya berikan.


"Mas Dokternya bilang apa? Gavin kenapa?" Tanya Diandra takut


"Untuk sementara Gavin akan di rawat." Kata Gibran


"Kenapa? Gavin sakit apa? Dia hanya demam kan Mas?" Tanya Diandra


"Nanti aku jelaskan." Kata Gibran sambil mengusap sayang kepala istrinya


"Mas kenap...."


"Sayang nanti aku jelaskan semuanya ya? Masih ada pemeriksaan lebih lanjut lagi." Kata Gibran


Mendengar hal itu Diandra terdiam dan memeluk suaminya dengan sangat erat sambil terisak pelan.


"Aku takut Gavin kenapa-kenapa Mas." Lirih Diandra


"Tidak akan terjadi apapun." Kata Diandra berusaha menenangkan istrinya


Di dalam sana masih di ruang UGD dia dapat melihat Gavin kesayangannya yang terbaring dengan selang infus ditangannya dan hal itu benar-benar menyayat hatinya. Berjalan mendekat Diandra menggenggam sayang tangan anaknya yang bebas lalu menciumnya lama.


"Mommy cakitt"


Rengekan itu membuat Diandra menatap anaknya lalu tersenyum singkat dan mengusap pipinya.


"Sebentar ya sayang biar cepat sembuh." Kata Diandra


"Pulang"


"Gavin masih sakit." Kata Diandra


"Cakit Mommy." Rengek Gavin lagi


"Nanti kalau Gavin sembuh kita pulang ya? Sekarang kasih tau Mommy apa yang sakit sayang?" Tanya Diandra


"Cakitt"


Hanya itu yang Gavin katakan membuat Diandra tidak bisa bertanya lagi, mana bisa anaknya menjawab.


"Jangan nangis ya? Mommy disini sama Daddy." Kata Diandra


Gavin tidak mengatakan apapun lagi dia hanya diam dengan wajah yang terlihat sangat pucat.


"Cepat sembuh Gavin sayang"

__ADS_1


Memberikan kecupan di kening anaknya cukup lama Diandra merasa sangat takut kalau terjadi sesuatu pada anaknya.


Dia tidak bisa melihat Gavin sakit.


¤¤¤


Kedatangan Dara bersama Danira membuat Diandra yang sedang duduk sambil memperhatikan Gavin langsung berdiri dan mengambil alih Danira dari dekapan mertuanya. Seolah tau Mommy nya sendiri Danira langsung merengek dan memanggil pelan Mommy nya membuat Diandra langsung duduk di sofa.


Memberikan susu untuk anaknya Diandra mengusap sayang pipi Danira yang terlihat begitu tenang serta lahap meminum susunya. Semoga Danira tidak rewel dan sehat selalu karena Diandra sangat tidak bisa melihat anak-anaknya sakit.


Tadi dia menangis karena Gavin yang menolak makan dan terus merengek sakit hingga membuat Diandra kebingungan sendiri.


"Apa kata Dokternya Gibran?" Tanya Dara


"Hanya demam Ma dan tadi sampai seperti itu karena demamnya yang sangat tinggi." Kata Gibran


"Mama cemas sekali sayang." Kata Dara


"Iya Ma hanya saja kami juga bingung karena Gavin benar-benar tidak mau makan." Kata Gibran pelan


"Dia pasti merasakan sakit sayang Gavin masih kecil dia hanya bisa menangis dan merengek untuk melampiaskan rasa sakitnya." Kata Dara


"Gavin benar-benar membuat aku dan Diandra panik Ma karena sangat lemas tadi." Kata Gibran


"Setelah Gavin sembuh nanti perhatikan makannya ya? Jangan biarkan Gavin banyak main juga." Kata Dara


Gibran hanya mengangguk singkat sebagai jawaban lalu bergegas menghampiri anaknya ketika Gavin merengek pelan.


"Mommy"


"Sama Daddy ya sayang Mommy nya lagi kasih susu untuk adik." Kata Gibran


Gavin malah menangis dan memanggil nama Diandra membuat wanita itu beranjak dari sofa lalu mendekat pada Gavin tanpa melepaskan Danira yang masih meminum susu.


"Mommy"


"Iya sayang"


"Mommy cini aja." Rengek Gavin


"Iya"


Diandra akhirnya duduk di dekat ranjang rumah sakit dan hal itu membuatnya sedikit kesulitan untuk memangku Danira yang sedang meminum susu.


"Diandra nanti kamu pulang sama Mama ya? Biar aku yang jagaiin Gavin." Kata Gibran


"Tapi, Mas nan...."


"Aku bisa mengatasinya, kamu pulang sama Mama istirahat dan lagi kasihan Danira." Kata Gibran


"Kalau ada apa-apa langsung kasih tau ya?" Pinta Diandra


Gibran mengangguk singkat sebagai jawaban.


Dia tidak mungkin membiarkan istrinya menjaga Gavin sedangkan Diandra sendiri terlihat begitu lelah ditambah lagi Danira yang tidak mungkin bisa tidur tanpa ada Diandra.


Malam ini biarkan Gibran menjaga anaknya.

__ADS_1


¤¤¤


Satu lagi nanti malam yaa😄


__ADS_2