Obsession

Obsession
Gangguan


__ADS_3

Hari ini Diandra berkunjung ke rumah Ellena bersama dengan anaknya karena Gibran harus ikut mertuanya ke kantor entah untuk urusan apa dan tentunya dia tidak bisa ikut, jadi dari pada bosan Diandra memutuskan untuk main ke luar rumah. Tadi Gibran mengantarnya sebelum berangkat ke kantor dan sekarang dia sudah berada di rumah besar milik Nicholas yang membuat Ellena begitu senang atas kedatangannya.


Rumah ini memang sangat besar bahkan jauh lebih besar dari rumahnya, tapi dia tidak suka malah kalau terlalu besar begini Diandra jadi takut apalagi ada pelayan di rumah ini dan lebih dari satu. Saat ini dia berada di taman belakang bersama dengan Ellena juga anaknya dan tentu saja bersama Gavin yang sekarang tengah berada di pangkuan Ellena.


"Uu dia tampan sekali Diandra." Kata Ellena dengan senyuman manisnya


"Mirip Kak Gibran ya?" Ujar Diandra


"Bukan mirip mereka bahkan seperti pinang dibelah dua, ya ampun baby Gavin you're soooo handsomee." Kata Ellena


Ellena mendekatkan wajahnya dan mencium pelan kening Gavin yang ada di pangkuannya.


"Aku ingin sekali memiliki anak laki-laki, tapi masih belum mendapatkannya juga." Kata Ellena sedih


Melihat hal itu Diandra tersenyum tipis sambil menyentuh pelan pundaknya dan menenangkan Ellena.


"Hey mungkin memang belum waktunya, jangan sedih." Kata Diandra


"I know aku hanya bercerita saja, mungkin aku memang disuruh menjaga Sandrina dulu dia kan sangat manja." Kata Ellena sambil tertawa kecil


Diandra tersenyum menanggapinya, pasti Ellena ingin memiliki beberapa anak untuk menemaninya di rumah yang sangat besar ini bahkan Diandra tidak bisa membayangkan betapa bosannya Ellena yang tidak dibolehkan keluar.


"Dan lagii ada baby Gavin sekarang." Tambah Ellena sambil memainkan pipinya


Gavin terlihat terganggu dan merengek pelan membuat Ellena menghentikan tangannya.


"Hey sensitif sekali dia." Kekeh Ellena


"Memang kadang kalau lagi sensitif dipegang sedikit saja nangis." Kata Diandra


Keduanya sibuk memperhatikan Gavin hingga suara Sandrina terdengar bersamaan dengan anak itu yang berlari menghampiri mereka.


"Momm"


"Ada apa Sandrina sayang?" Tanya Ellena


"Mommy aku haus." Kata Sandrina


"Haus? Yaudah Mommy ambilkan kamu sini sama Aunty ya?" Kata Ellena


Sandrina mengangguk singkat lalu duduk di dekat Diandra dan Ellena kembali menyerahkan baby Gavin sebelum pergi ke dapur untuk mengambilkan minum. Selagi Ellena pergi untuk mengambilkan minum Sandrina tersenyum sambil menatap Gavin yang terlihat lucu karena sedang memainkan tangannya sendiri.


Dia sangat ingin punya adik.


"Aunty"


"Iya Sandrina?" Tanya Diandra dengan suara lembutnya


"Baby Gavin bolah buat aku?" Tanya Sandrina polos


Diandra tertawa ketika mendengarnya apalagi melihat wajah lugu anak itu.


"Jangan dong sayang nanti Aunty kesepian." Kata Diandra membuat wajah Sandrina berubah cemberut


"Aku mau punya adik, tapi Mommy sama Daddy tidak kacih." Kata Sandrina


"Baby Gavin juga adik Sandrina." Kata Diandra


"Tapi, baby Gavin tidak tinggal sama aku." Kata Sandrina

__ADS_1


"Tentu saja sayang Baby Gavin kan harus tinggal sama Mommy dan Daddynya." Kata Diandra


"Aku kecepian tinggal di lumah Daddy gak bolehin main." Kata Sandrina


"Nanti Aunty sama Gavin sering main kesini ya?" Kata Diandra membuat Sandrina tersenyum dan menganggukkan kepalanya


"Janji?" Kata Sandrina


Diandra tersenyum lalu mengusap kepalanya dengan sayang.


"Janji cantik"


Bersamaan dengan itu Ellena datang dengan membawa minum untuk anaknya dan memberikannya pada Sandrina yang langsung anak itu minum hingga habis.


"Makacih Mom"


"Hmm sekarang Sandrina mau main lagi?" Tanya Ellena


Sandrina mengangguk dan turun dari tempatnya duduk lalu berlari kecil untuk kembali bermain dengan ayunan yang ada.


"Diandra anakku itu manja sekali, tapi kalau sama orang asing dia galaknya minta ampun." Kata Ellena


"Iya aku tau waktu pertama kali bertemu denganku juga sama wajahnya datar." Kekeh Diandra


"Menurun dari Nicholas dia juga kalau sama orang lain gitu, tapi kalau udah sama keluarganya muncul deh nyebelinnya." Kata Ellena


"Bukankah itu bagus? Dia hanya akan menunjukkan sifat aslinya dengan orang-orang terdekatnya." Kata Diandra


"Benar, ehh aku dengar Anetta sudah kembali ke Indonesia." Kata Ellena


"Iya waktu itu dia datang ke rumah juga, tapi Kak Gibran marah dan malah mengusirnya." Kata Diandra


"Kenapa kamu bilang begitu?" Tanya Diandra


"Kamu tidak tau? Bukan sekali dua kali dia kena skandal kencan dengan kekasih atau suami orang bahkan dia pernah mendekati suamiku, wanita sialan." Kata Ellena


"Benarkah?" Tanya Diandra tidak percaya


"Dulu dia memang dekat dengan Gibran, tapi Gibran menjauh karena tidak suka dengan Anetta yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan teman-teman malamnya," Kata Ellena.


Dia sedikit tau cerita itu karena dia juga model dulu dan pernah dekat dengan Anetta juga.


"Dia bilang mau fokus pada pekerjaan dan alasan lainnya, tapi setiap bulan selalu muncul skandal tentang berita kencannya dan ya dia tinggal lama di luar negeri mungkin masih terbawa kebiasaan disana, dunia malam itu tidak pernah bisa dia tinggalkan," Kata Ellena.


Beruntungnya dia tidak ikut terjerumus kesana meskipun beberapa kali pergi ke club malam, tapi Ellena tidak pernag melakukan lebih selain duduk dan minum sedikit alkohol.


"Waktu awal pernikahan kami baik-baik saja, tapi ketika Nic sering keluar malam aku curiga dan shit dia berada di club bersama Anetta! Kamu harus tau bahwa aku menjambak rambutnya saat itu bahkan hingga pergi meninggalkan rumah." Kata Ellena


"Aku tidak tau hal itu." Kata Diandra pelan


"Nich bilang hanya salah faham, but i don't care! Aku hanya percaya pada apa yang mataku lihat dan akhirnya dia minta maaf lalu aku kembali ke rumah kemudian memiliki si kecil Sandrina." Kata Ellena


"Aku senang mendengarnya karena kamu dan Nicholas baik-baik saja." Kata Diandra


"Tentu saja dia akan mati di tangan Papaku kalau sampai aku mengadu." Kata Ellena bangga


"Menurut kamu dia akan melakukan hal yang sama pada Kak Gibran?" Tanya Diandra pelan


"I don't know hanya saja aku yakin Gibran tidak akan tergoda." Kata Ellena

__ADS_1


"Kenapa bisa yakin?" Tanya Diandra


"Hanya yakin saja." Kata Ellena membuat Diandra tersenyum mendengarnya


"Aku juga yakin." Kata Diandra


"Kamu harus yakin Diandra jangan percaya apapun selain dari suami kamu sendiri." Kata Ellena


"Hmm aku tau"


Senyum Diandra mengembang dia memainkan tangannya di pipi Gavin membuat anak itu merengek pelan, terlihat lucu.


Diandra hanya yakin bahwa Gibran akan selalu mencintai dia dan anaknya.


¤¤¤


Tawa Diandra terdengar kala suaminya menggelitik pinggangnya dan membuat dia merasa geli sambil berusaha menghindar juga memukul pelan lengan suaminya. Bukan berhenti Gibran malah semakin melanjutkan aksinya, dia kesal karena Diandra terus saja menggodanya dengan mencium lehernya.


Tidak taukah dia bahwa leher itu sangat sensitif untuk Gibran?


Berkali-kali Gibran meminta berhenti bahkan suaranya sedikit serak, tapi Diandra tidak mau berhenti dan hal itu membuat Gibran gemas sendiri. Akhirnya dia membalik tubuh Diandra agar berada dibawahnya dan menggelitik pinggangnya.


"Haha ampun udah ihh geliii." Kata Diandra


"Siapa yang malah menggodaku hmm?" Tanya Gibran


"Iya maaf haha udahh aaa gelii." Kata Diandra lagi


Menghentikan tangannya Gibran menatap Diandra yang masih tertawa sambil menatapnya. Setiap kali mata mereka bertemu Gibran selalu dibuat jatuh hati apalagi ketika sekarang Diandra mengusap pipinya membuat Gibran memejamkan mata menikmati sentuhannya.


Tangan Diandra turun hingga ke rahangnya membuat Gibran membuka matanya dan menatap dalam diam. Entah siapa yang memulai, tapi sekarang mereka berciuman dengan tangan Diandra yang masih terus mengusap rahang suaminya.


Gibran menggigit pelan bibir bawah Diandra membuat istrinya itu membuka mulutnya dan membiarkan Gibran memperdalam ciuman mereka. Saat hampir kehabisan nafas Diandra memukul pelan dada Gibran dan membuat pria itu menjauhkan wajahnya lalu menatap Diandra dengan senyuman.


"Kamu cantik baby"


Diandra tersenyum, tapi tubuhnya menegang kala Gibran mendekatkan wajahnya dan mencium lehernya, memberikan kecupan hingga menimbulkan bekas merah disana.


Baru ingin berbuat lebih jauh suara tangis Gavin terdengar membuat Gibran menghela nafasnya kasar dan menjauhkan tubuhnya.


Diandra tertawa kecil lalu mendekat dan mencium sekilas bibir suaminya sebelum berlari ke ranjang anaknya dengan rambut sedikit berantakan. Diangkat tubuh Gavin dengan hati-hati yang membuat anak itu malah semakim menangis.


Mendudukkan dirinya di sofa Diandra memberikan susu untuk anaknya sambil bersenandung pelan yang membuat Gavin langsung tenang dalam dekapannya.


Gibran memperhatikan itu semua dengan senyuman.


Menghampiri istrinya Gibran duduk disamping Diandra dan mencium puncak kepalanya dengan sayang.


"Beruntung banget aku punya kamu Diandra"


Diandra benar-benar sudah merubah hidupnya.


Merubah Gibran dari pria playboy tak punya hati menjadi hot Daddy yang penuh kasih sayang pada anak dan istri.


¤¤¤


Haii aku updatee😌


Gavin : Halo semuanyaa😉

__ADS_1



__ADS_2