Obsession

Obsession
Gavin (43)


__ADS_3

"Ila pulang sama Arsaka ya?"


Danira menatap Kakaknya sebentar lalu mengangguk patuh dia tersenyum ketika Gavin mengusap kepalanya dengan sayang sebelum meninggalkan dia bersama dengan Arsaka dan pergi ke arah lain. Kata Arsaka Kakaknya itu mau mengantarkan Alexa pulang agar Nicholas tidak perlu melakukannya dan tentu saja Danira membiarkannya.


Rasanya Danira juga ikut kesal pada Nicholas karena sudah berani mendekati kekasih Kakaknya uh Danira jadi ingin menjambak rambutnya karena kesal. Mendongak untuk menatap mata Arsaka dari tempatnya Danira dapat melihat pria itu tersenyum dan mengajaknya untuk segera pulang agar tidak terlalu sore.


Mengangguk singkat Danira meraih tangan Arsaka dan menggenggamnya membuat pria itu tersenyum penuh arti.


"Nicholas kenapa nyebelin banget? Aku mau jambak rambutnya karena kesal." Kata Danira


"Nicholas lebih tua dari kamu loh La." Kekeh Arsaka


"Biarin aku kesel sama dia." Kata Danira dengan wajah cemberut


Arsaka tertawa pelan dan ketika keduanya sampai di parkiran dia langsung memakaikan helm untuk kekasihnya lalu mencubit pelan pipinya.


"Mau beli alat lukis dulu?" Tanya Arsaka


Danira mengangguk dengan semangat membuat pria itu mengerti dan meminta Danira untuk naik ke motornya. Tadi Gavin memang bilang kalau Danira mau pergi membeli alat lukis, jadi sekalian saja Arsaka tanya.


Begitu Danira naik ke atas motornya Arsaka membawa tangan gadis itu untuk melingkar di perutnya membuat Danira tersenyum dan memeluk Arsaka dengan erat. Jangan kalian fikir Danira akan berubah pemalu ketika bersama Arsaka karena nyatanya tidak apa lagi ketika status mereka sudah menjadi sepasang kekasih sekarang.


Danira bahkan bisa mencium pipi Arsaka di sekolah seperti waktu itu.


Sepanjang perjalanan Danira hanya diam hingga keduanya sampai dan motor Arsaka terparkir manis di area toko. Turun dari motor Danira langsung mengajak Arsaka untuk masuk ke dalam, dia juga memeluk lengan pria itu dengan posesif.


"Mau beli apa aja?" Tanya Arsaka ketika masuk ke dalam toko


"Mau beli kanvas terus kuas cat juga emm sama apa ya?" Kata Danira


Arsaka tersenyum dan mengikuti Danira dia juga membawa barang-barang yang ingin kekasihnya itu beli.


"La"


"Hm"


"Lukisan kamu udah banyak? Kakak mau lihat dong." Kata Arsaka


"Em jangan masih jelek." Kata Danira

__ADS_1


"Bagus, pacarnya Kakak pasti bagus melukisnya." Kata Arsaka


Danira tersenyum dengan pipi sedikit memerah, tapi tidak memberikan tanggapan apapun.


"Bisa lukis wajah Kakak gak?" Tanya Arsaka


"Belum bisa." Kata Danira


Arsaka mengangguk faham dan kembali mengikuti Danira yang mengambil beberapa cat air.


"Di rumah Ila punya ruangan sendiri untuk melukis Daddy yang kasih." Kata Danira


"Pasti kalau udah di sana sampai lupa waktu." Tebak Arsaka


"Heem pernah sampai lupa makan." Kata Danira sambil menunjukkan cengirannya


Arsaka tersenyum sambil menatap Danira dari samping kekasihnya itu benar-benar terlihat cantik.


Arsaka tidak mengerti.


"Udah Kak." Kata Danira


Danira membayar semuanya dengan uang yang Gibran berikan lalu membawa semua barangnya dan keluar dari toko.


"Kakak ish jangan gitu nanti Ila gak mau minta temani Kakak lagi." Kata Danira sebal


"Iya maaf"


"Ila itu selalu dapat uang dari Daddy untuk beli keperluan melukis." Kata Danira membuat Arsaka mengangguk faham


Sebelum naik motor Arsaka memakaikan helm untuk Danira membuat gadis itu tersenyum lalu naik ke atas motornya. Setelah Danira siap Arsaka melajukan motornya dan mengantar gadis itu pulang ke rumah dengan hati-hati.


Jika biasanya Arsaka membawa motor dengan kecepatan tinggi kali ini tidak, dia lebih hati-hati karena membawa kekasihnya.


Sekitar dua puluh menit mungkin Arsaka baru sampai di rumah kekasihnya dan Danira memaksanya untuk mampir membuat Arsaka tak punya banyak pilihan. Turun dari motornya Arsaka mengikuti langkah kaki Danira bahkan gadis itu menggenggam tangannya.


Tanpa mengetuk pintu Danira masuk ke dalam dan memanggil kedua orang tuanya, tapi yang muncul malah kedua adiknya.


"Mommy sama Daddy mana?" Tanya Danira

__ADS_1


"Di kamar kayaknya lagi ada hal serius yang diomongin deh muka Mommy serem." Kata Galen


Danira menghela nafasnya pelan.


"Yah Mommy sama Daddy nya di atas Kakak duduk dulu." Kata Danira


"La lain kali aja gak papa ketemu orang tua kamunya mereka mungkin lagi bicara serius, jangan diganggu." Kata Arsaka


"Em yaudah"


Danira mengajak Arsaka untuk duduk lalu berlari kecil ke dapur untuk mengambilkan minum, dia bahkan masih memakai tas dan sepatunya.


"Bang"


Arsaka tersenyum pada Galen lalu bersalaman dengannya juga dengan Davin.


"Kak Gavin mana Bang?" Tanya Galen


"Sama ceweknya." Kata Arsaka sambil tertawa


"Dih bucin dia sekarang." Kata Davin


Arsaka tertawa pelan lalu menatap Danira yang kembali datang sambil membawa minum untuknya.


"Ya ampun La gak perlu." Kata Arsaka


Danira hanya tersenyum membuat Arsaka mengambil alih gelas itu dan meminumnya hingga tersisa setengah.


"Kakak pacaran?" Tanya Galen penasaran


Arsaka belum berniat menjawab, tapi Danira sudah lebih dulu menganggukkan kepalanya dengan semangat.


"Iyaa! Cocok kannn?"


Oh sepertinya Danira sudah benar-benar menjadi pacarnya.


°°°°


Aku updateee🥰🤓

__ADS_1


__ADS_2