
"Gavin"
Panggilan itu membuat Gavin mendongak dan menatap Diandra yang masuk ke dalam kamarnya membuat pria itu tersenyum tipis lalu bangun dari tidurnya. Begitu Diandra duduk tepat di sampingnya Gavin hanya diam dan tidak mengatakan apapun bahkan ketika Diandra mengusap pelan kepalanya.
Kemungkinan Diandra akan memarahinya karena Danira, tapi Gavin tidak peduli dia merasa tidak bersalah dalam hal ini karena Danira yang salah telah berbohong padanya. Meskipun jujur Gavin merasa tidak tega ketika melihat wajah Danira yang habis dia marahi belum lagi genangan air mata di mata indah adiknya.
Tidak, Gavin tidak salah.
"Kenapa buat adiknya nangis?" Tanya Diandra dengan penuh kelembutan
"Bukan salah Gavin." Kata Gavin
Diandra menghela nafasnya pelan lalu mengusap pipi anaknya dan membuat Gavin menatap matanya.
"Gavin jangan terlalu keras sama Ila." Kata Diandra
"Mom bukan salah Gavin dia yang salah udah bohong dan jalan sama Arsaka padahal udah berkali-kali Gavin bilang sama dia supaya jauhin Arsaka." Kata Gavin
"Gavin"
"Ila udah berani bohong sama aku dan ini bukan kali pertama, jadi aku gak salah biarin aja biar dia ngerti." Kata Gavin
"Mommy tau Gavin sayang sama Ila dan mau jagain Ila, tapi sayang jangan terlalu keras sama dia ya? Dari tadi Ila nangis." Kata Diandra
"Salah dia kenapa bohong sama aku." Kata Gavin
"Selama ini Ila kan nurut sama Gavin." Kata Diandra
"Mommy aku enggak mau nanti Ila disakitin sama Arsaka." Kata Gavin
"Arsaka itu kan teman kamu." Kata Diandra
"Tetep aja Gavin enggak percaya." Kata Gavin
Gavin memang sangat keras kepala, sedikit mirip dengan Diandra dulu.
"Kalau kayak gini bukan Arsaka dong yang sakitin Ila, tapi Gavin soalnya Arsaka gak buat Ila nangis kalau Gavin buat Ila nangis." Kata Diandra membuat Gavin diam
Di usapnya pipi Gavin dengan sayang membuat pria itu mendongak dan menatap matanya.
"Gavin boleh kok larang Ila demi kebaikan dia, tapi jangan terlalu keras sama Ila ya? Nanti kalau Gavin terlalu mengekang Ila bisa berontak." Kata Diandra
"Gavin salah?"
"Enggak, Gavin enggak salah, tapi Gavin cuman harus perbaiki cara Gavin untuk melarang Ila melakukan sesuatu yang enggak Gavin suka." Kata Diandra
Gavin diam lalu menatap lurus ke depan dengan perasaan campur aduk.
"Gavin sayang banget sama Ila Mommy tau, tapi jangan buat Ila merasa terkekang." Kata Diandra
"Iya Mom"
"Nanti coba bicara sama Ila ya?" Kata Diandra
Gavin mengangguk patuh membuat Diandra tersenyum senang ketika mendengarnya.
__ADS_1
"Janji?"
Diandra tersenyum begitu Gavin menautkan jari kelingkingnya dan berjanji.
"Pinter banget anak Mommy." Kata Diandra sambil mengusap kepala Gavin dengan sayang
"Galen sama Davin belum pulang?" Tanya Gibran
"Mungkin lagi di jalan sama Daddy." Kata Diandra
"Emm"
"Yaudah Mommy mau ke dapur dulu jangan lama-lama marahan sama adiknya." Kata Diandra
Gavin bergumam pelan sebagai jawaban lalu ketika Diandra sudah keluar dari kamar Gavin membaringkan lagi tubuhnya di atas ranjang dan memejamkan matanya.
Dia akan menemui Danira nanti saja.
°°°°
Danira berbaring di atas ranjang dengan menghadap ke samping dia tidak tau sudah berapa lama dia menangis, tapi yang jelas mata Danira terasa perih sekali. Mata indahnya yang memerah menatap lurus ke depan dan tak ada senyuman yang menghiasi wajah Danira seperti biasanya, dia hanya diam.
Waktu sudah menunjukkan pukul lima, tapi Danira masih merasa sangat malas untuk mandi dan mengganti pakaiannya dia masih diam sambil berpikir tentang banyak hal. Sungguh Danira tidak mengerti kenapa Gavin melarang banyak hal untuknya terutama masalah pria padahal Danira tidak pernah melarang Gavin dekat dengan wanita manapun.
Beberapa pesan yang Arsaka kirim untuknya menghantui Danira dan membuat dia kembali ingin menangis.
Danira, Kakak minta maaf ya?
Setelah ini Kakak hanya akan ajak kamu keluar kalau Gavin kasih izin supaya dia gak marah lagi sama kamu
Kakak minta maaf karena udah buat kamu di marah harusnya kalau Kakak enggak ajak kamu buat pergi Gavin gak akan marah sama kamu
Suara pintu tiba-tiba terdengar dan Danira dapat melihat Galen yang masuk ke dalam kamarnya, dia juga dapat melihat raut wajah terkejut Galen yang langsung menghampirinya. Adiknya itu duduk di tepian ranjang lalu bertanya sambil mengusap air matanya.
"Kakak kenapa nangis?" Tanya Galen
Danira tidak memberikan jawaban dia bangun dari tidurnya lalu menghapus air matanya dan menggelengkan kepalanya pelan.
"Kenapa? Marahan sama Kak Gavin ya? Dia pasti marahin Kakak lagi." Kata Galen
Danira tidak menanggapi apapun.
"Sini peluk Galen." Kata Galen
Danira mendekat lalu memeluk adiknya itu dengan sayang membuat Galen tersenyum dan mengusap punggungnya.
"Galen baru pulang?" Tanya Danira dengan suara serak
"Baru aja sampai tadi masuk ke dalam mau pinjam buku sama Kakak." Kata Galen
"Yaudah ambil bukunya." Kata Danira
"Enggak nanti aja Kakak masih nangis." Kata Galen
"Kak Gavin tadi marah." Aku Danira
__ADS_1
"Udah biasa dia memang suka marah-marah Kakak jangan sedih." Kata Galen
Danira hanya mengangguk singkat sebagai jawaban lalu dia melepaskan pelukannya dan menatap adiknya dengan senyuman.
"Merah banget mata Kakak." Kata Galen
"Em"
"Udah jangan nangis nanti jelek." Kata Galen membuat Danira mengerucutkan bibirnya sebal
Tak lama setelah itu pintu kamar kembali terbuka dan Gavin terlihat masuk ke dalam membuat Danira memasang wajah kurangnya ketika pria itu berjalan mendekat. Dari tempatnya Gavin tertegun melihat mata Danira yang memerah begitu juga dengan hidungnya, terlihat sekali habis menangis.
Meminta Galen untuk bergeser Gavin duduk tepat di samping adiknya dan menatap mata Danira yang malah mengalihkan pandangannya, enggan untuk menatap matanya.
"Maaf udah marah sama Ila"
Danira tidak menjawab dia hanya memasang wajah cemberutnya membuat Gavin meringis pelan.
"Ila maafin ya? Kamu sih di bilang enggak nurut jadinya Kakak marah." Kata Gavin yang tetap tidak mau di salahkan
"Kakak minta maaf yang bener dong." Kata Galen sebal
Gavin berdecak pelan dan meminta Galen untuk diam lalu menatap Danira yang hanya diam.
"Maaf Laaa"
Danira mengambil bantal di sampingnya lalu memukul Gavin hingga berkali-kali dengan perasaan kesal.
"Ya ampun udah"
Begitu berhasil mengambil alih bantal di tangannya Gavin dapat melihat Danira yang ingin menangis membuat Gavin menyerahkan lagi bantalnya.
"Eh jangan nangis yaudah pukul lagi." Kata Gavin
Sayangnya Danira tidak mau berhenti dia malah menangis.
"Ila bilang Daddy nanti Kak Gavin jahat!"
"Yaudah bilang sama Daddy nanti Daddy juga bakal marah sama Ila karena Daddy gak suka Ila deket sama cowok apalagi kalau Daddy tau kamu bohong sama Kakak dia bakal marah." Kata Gavin yang masih merasa kesal karena adiknya berbohong
"Sanaaa keluar"
Danira mengusir Gavin dan memukul pria itu lagi menggunakan bantal karena kesal.
"Keluarr Kakak keluar dari kamar Ila"
"Yaudah! Padahal Kakak udah minta maaf, tapi Ila malah kayak gini." Kata Gavin
Begitu Gavin beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah pintu Danira melempar lagi bantal miliknya hingga mengenai punggung Kakaknya.
"Sanaaa keluar!"
Gavin itu tidak berniat minta maaf, dia tetap saja menyalahkan Danira!
Dasar tidak mau mengalah!
__ADS_1
°°°°
Gavin galak banget ihhh😑