
Kedekatan Gavin dengan banyak wanita bukan hal yang mengherankan karena hal itu merupakan hal yang sangat biasa terjadi malah akan sangat aneh kalau Gavin tidak di kelilingi para gadis atau Gavin yang tidak menggoda para gadis di sekolahnya. Nama Alexa memang di kenal sebagai salah satu gadis spesial untuk Gavin karena pria itu memperlakukannya dengan berbeda dan sedikit perhatian.
Sayangnya Gavin tidak pernah memberikan kepastian pada gadis itu dia masih suka bermain-main seperti sekarang dia ada di kantin bersama dengan Sherin yang duduk di sampingnya. Sedangkan Alexa duduk di hadapannya tepat di samping Rama, tapi gadis itu juga sudah biasa dengan sikap Gavin dan dia tidak mau melarang karena takut Gavin risih.
Alexa lebih takut jika Gavin akan menjauhinya.
"Rin"
"Hm"
"Minggu nanti datang ke party Tiffani sama siapa?" Tanya Gavin
"Belum tau mungkin sama temen-temen aja sih." Kata Sherin sambil memakan camilan yang ada di meja
"Mau sama gue gak?" Tanya Gavin yang langsung mendapat protes dari Alexa
"Vin kan lo pergi sama gue." Kata Alexa tidak Terima
"Rama gak ada temen kasian lo sama dia aja." Kata Gavin membuat Sherin tertawa kecil mendengarnya
"Lo udah janji sama Alexa mau pergi sama dia? Kalau udah janji di tepatin Vin." Kata Sherin
"Enggak"
"Gavinnnn"
"Lex udah kasian tuh Rama gak ada temen mau datang ke sana." Kata Gavin
Pria itu menatap lagi Sherin dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya.
"Kenapa sih? Gak usah liatin terus." Kata Sherin
"Kenapa? Lo cantik sih Rin." Kata Gavin membuat pipi Sherin merona
"Gelii"
"Dasar playboy"
Gavin berdecak pelan sambil menatap kedua temannya lalu melirik Alexa yang diam dengan raut wajah tak suka.
"Beneran mau berangkat bareng ke party Tiffani? Gue denger lo gak bakal dateng." Kata Sherin
"Iya Vin lo bilang gak bakal dateng karena gak akan di kasih izin sama orang tua lo kan?" Kata Arsaka
"Enggak lah gue dateng nanti gue minta izin." Kata Gavin santai
"Memang lo gak boleh dateng? Kenapa?" Tanya Sherin
"Karena malam." Kata Gavin membuat Sherin tertawa mendengarnya
"Lo gak boleh keluar malam?" Tanya Sherin sedikit tidak percaya
"Boleh, tapi kan tuh party gak mungkin selesai jam sembilan dan gue gak boleh pulang lewat dari jam sembilan." Kata Gavin
"Haha gak nyangka gue kira lo suka keluyuran malam." Kata Sherin
"Gavin gak kayak gitu kali." Kata Alexa ketus
"Ah udahlah pokoknya gue bakal datang nanti gue bareng lo ya?" Kata Gavin sambil menatap Sherin
"Vin terus gue gimana? Bertiga." Kata Alexa
"Lo sama Rama." Kata Gavin tanpa rasa berdosa sama sekali
"Iya udahlah Lex lo sama gue." Kata Rama membuat Alexa menghela nafasnya pelan
__ADS_1
"Terserah"
Setelah mengatakan hal itu Alexa melangkahkan kakinya menjauh dan Gavin hanya mengangkat bahunya acuh lalu menatap lagi Sherin yang duduk di sampingnya. Menurut Gavin gadis di sampingnya itu sangat cantik mereka belum lama ini dekat dan Gavin pertama kali melihatnya di ruang musik.
"Yang cantik ya Rin." Kata Gavin
"Lah gue memang cantik kali." Kata Sherin sambil tertawa
"Iya sih cantik banget." Kata Gavin
"Dih jangan percaya lo Rin sama Gavin buaya darat dia." Kata Rama
"Alus banget itu mulut kalau udah masalah godain cewek." Kata Arsaka
Sherin hanya tertawa mendengarnya, dia memang sering kali di goda oleh Gavin apalagi melalui ponsel hampir setiap malam Gavin mengirim pesan dan menggodanya.
Sherin
Gue mau nanya penting banget
Nanya apa Vin?
Kenapa lo cantik banget Rin?
Rin
Mau ketemu lo deh biar kangennya hilang Rin
Ya kira-kira seperti itu lah pesan yang Gavin kirimkan untuknya dan setiap hari selalu berbeda Gavin seolah tidak pernah kehabisan ide untuk menggodanya.
Jujur Sherin merasa senang bisa di bilang dia baper sendiri padahal dia tau kalau Gavin memang begitu ke banyak wanita apalagi pria itu dekat sekali dengan Alexa. Setiap kali dekat dengan wanita lain Gavin masih tetap dekat dengan Alexa, ya bisa di bilang fokus utama Gavin itu Alexa meskipun pria itu masih sering mengabaikannya.
Bukan tidak pernah Sherin melihat Gavin memeluk Alexa atau mencium pipi atau kepalanya, dia sudah sering melihatnya.
"Lo lagi deket sama siapa Rin?" Tanya Gavin penasaran
"Kalau gitu deket sama gue aja siapa tau cocok nanti kita langsung gas." Kata Gavin
"Udahlah Rin lo sumpel aja mulutnya Gavin pakai roti tuh." Kata Rama yang cukup kesal melihat tingkah temannya
"Gavin hampir ke semua cewek ngomong kayak gitu gila memang sama Alexa aja iya." Kata Arsaka
"Apasih?!" Kata Gavin kesal
Sherin tertawa lalu dia langsung beranjak dari tempat duduknya ketika bel masuk berbunyi.
"Udah bel duluan ya?" Kata Sherin
Dengan sigap Gavin langsung bangun dan mengikuti gadis itu bahkan tanpa ragu merangkulnya membuat banyak pasang mata yang juga ingin keluar dari kantin menatap keduanya.
"Gue anter." Kata Gavin
"Aneh banget lo Vin kelas kita sebelahan kali." Kata Sherin
"Haha ya gak papa Rin." Kata Gavin
Tangan kekarnya itu mengusap bahu Sherin dengan lembut membuat gadis itu menahan nafasnya untuk sesaat.
Sialan!
Gavin sialan dia berhasil membuat jantung para gadis berdetak dengan sangat cepat.
Memang duplikat Daddy nya sekali.
°°°°
__ADS_1
Melangkahkan kakinya menuju kelas sang adik Gavin mengintip ke dalam dan melihat bahwa guru pelajaran terakhir adiknya itu masih belum keluar kelas membuat dia memilih untuk duduk sambil menunggu adiknya. Ada banyak siswa yang berlalu lalang tak sedikit juga dari mereka yang melirik ke arah Gavin bahkan dengan berani menyapanya.
Sebenarnya Gavin terkenal ramah ah tidak bahkan terlalu ramah karena sangking ramahnya sampai membuat banyak gadis menaruh hati padanya. Sejauh ini yang mereka tau Gavin baru berpacaran sekali dengan Jihan dan setelah putus pria itu tidak pernah lagi berpacaran hanya dekat dengan banyak gadis saja.
Sekitar sepuluh menit Gavin baru melihat wanita paruh baya yang keluar dari ruang kelas Danira dan hal itu membuat Gavin langsung bangun lalu masuk ke dalam malas membuat banyak pasang mata menatap ke arahnya. Melihat adiknya yang sedang merapihkan buku Gavin berjalan mendekat lalu duduk di atas meja membuat Danira terkejut melihatnya.
"Eh Kakak ngapain? Tunggu luar aja sana." Kata Danira
"Enggak papa lagian gurunya udah keluar juga." Kata Gavin
"Hm gitu." Kata Danira
"Ra gue duluan ya? Kakak lo kan udah disini." Kata Manda
Danira menatap teman sebangkunya itu dengan senyuman lalu menganggukan kepalanya.
"Hati-hati ya Man." Kata Danira
"Duluan ya Kak." Kata Manda juga pada Gavin
"Iya hati-hati." Kata Gavin
Begitu Manda keluar dari kelas Danira selesai memasukkan semua bukunya ke dalam tas lalu mengajak Kakaknya untuk pulang.
"Jemput Galen sama Davin dulu." Kata Gavin
"Eh mereka udah pulang?" Tanya Danira
"Udah tadi chat." Kata Gavin
Danira mengangguk faham lalu memakai tasnya dan tersenyum pada Gavin yang langsung menggenggam tangannya.
"La"
"Emm"
"Mau bantuin Kakak gak?" Tanya Gavin
"Bantuin apa?" Tanya Danira
"Minggu nanti ada birthday party nya Tiffani Kakak mau ke sana, tapi kayaknya gak bakal di kasih izin sama Mommy bantuin minta izin dong La." Kata Gavin
"Pasti malam ya?" Tebak Danira
"Iya malam mulai jam delapan jadi gak mungkin jam sembilan udah selesai." Kata Gavin
"Ish takut sama Mommy." Kata Danira
"Yaudah deh nanti Kakak aja yang minta izin sendiri." Kata Gavin
"Ke sana sama Alexa?" Tanya Danira
"Sherin"
"Eh ganti lagi?" Kata Danira bingung
Gavin hanya tertawa kecil lalu membuka pintu mobil agar Danira masuk ke dalam tanpa mau menjawab pertanyaan yang adiknya ajukan.
"Kakak nih ganti terus ceweknya"
Hal itu langsung Gavin dengar begitu dia masuk ke dalam mobil dan yang Gavin lakukan hanya tertawa saja.
°°°°
Aku updateeee🥰
__ADS_1
Bener-bener deh Gavin calon playboy😑