
Berkali-kali Gavin menghela nafasnya pelan sambil berdiri di depan kamar Danira dan berniat memanggil adiknya untuk makan malam karena Danira tak kunjung keluar dari kamarnya sehingga membuat Mommy nya meminta dia untuk meminta maaf dengan benar juga mengajak Danira makan malam. Bukan hanya Diandra, tapi Gibran juga sama dia meminta Gavin untuk memanggil Danira turun dan makan malam, jadi Gavin tidak punya pilihan lain.
'Daddy memang meminta kamu menjaga Danira, tapi tidak dengan membuat dia menangis, cepat ke kamar Danira minta dia untuk turun dan makan malam'
Sebelum masuk ke dalam Gavin mengetuk pintu dan tanpa menunggu Danira membuka pintu Gavin langsung masuk ke dalam kamar adiknya. Di sana dia dapat melihat Danira yang hanya diam sambil berbaring dengan posisi menyamping juga mata yang menatap lurus ke depan.
Gavin meringis pelan, apa dia sudah sangat keterlaluan?
"Ila"
Danira mendongak untuk menatap Kakaknya, tapi tak lama setelahnya dia mengalihkan pandangannya.
"Ila ayo makan malam." Kata Gavin
"Gak lapar." Kata Danira dengan suara serak
Menghela nafasnya pelan Gavin berjalan mendekat lalu duduk di tepian ranjang dan mengusap pelan pipi adiknya yang langsung di tepis oleh Danira.
"Ila ayo makan malam dulu." Kata Gavin
"Enggak"
"Kakak minta maaf kalau udah keterlaluan sama kamu." Kata Gavin
Kali ini Gavin terlihat lebih tulus dari sebelumnya, tapi Danira hanya diam tanpa memberikan tanggapan apapun.
"Ila udah dong marahnya Kakak minta maaf." Kata Gavin
Danira bangun lalu duduk sambil menatap Gavin dengan raut wajah sedih.
"Kakak jahat banget tau gak?" Rengek Danira
"Iya maaf"
"Memang salah Ila apa? Padahal Ila gak pernah larang Kakak jalan sama cewek-cewek." Kata Danira membuat Gavin menggaruk belakang kepalanya yang sama sekali tidak gatal
"Iya maaf"
"Kakak jahattt! Kalau nanti Kak Saka bosan sama Ila terus cari yang lain gimana?!" Kata Danira dengan wajah cemberut
"Iya maaf udah ngambeknya sekarang kita turun dulu untuk makan malam." Kata Gavin
"Enggak! Sana Kakak makan aja duluan gak usah peduli sama Ila." Kata Danira
"Ila udah ya? Kakak minta maaf Ila mau apa biar Kakak maafin?" Kata Gavin berusaha membujuk
"Enggak mau apa-apa!" Kata Danira ketus
"Ilaa mau apa? Nanti Kakak belikan." Kata Gavin lagi
"Em yaudah ajakin Ila ke super market habis ini." Kata Danira
Gavin terdiam sejenak kalau sudah begini artinya dia akan menguras uang bulanannya cukup banyak, tapi tidak ada pilihan lain dari pada Daddy nya marah dan mengurangi uang bulanannya.
"Iya nanti kita ke super market habis makan malam, jadi udah ngambeknya sekarang kita makan malam dulu." Kata Gavin
"Janjinya?"
Gavin menghela nafasnya pelan lalu menautkan jari kelingkingnya dengan jari Danira membuat adiknya itu tersenyum senang.
"Udah janji enggak boleh di langgar nanti aku bilang Daddy." Kata Danira
"Iya"
Danira beranjak dari tempat tidurnya lalu menyambut uluran tangan Gavin yang menggenggam tangan mungilnya dengan sayang dan mengajaknya untuk pergi ke ruang makan. Sampai di ruang makan ternyata yang lain sudah ada di sana dan Danira langsung duduk tepat di samping Davin yang tersenyum padanya.
"Lama banget Kak Ila aku udah lapar." Kata Davin membuat Danira tersenyum lebar
__ADS_1
"Kenapa gak mau turun untuk makan malam?" Tanya Gibran
"Kak Gavin dia nakall." Kata Danira
"Ya kan udah minta maaf La." Kata Gavin
"Yaudah sekarang Ila makan lain kali meskipun lagi kesal sama siapapun itu Ila gak boleh lupa makan nanti sakit." Kata Gibran
"Iya Daddy"
Setelahnya mereka menyantap makan malam dalam diam dan Danira yang memang sudah sangat lapar memakan makanannya dengan penuh semangat. Lihat saja setelah ini dia akan membuat Gavin kesal dengan belanja banyak di supermarket.
Meskipun menyebabkan, tapi kalau Gavin sudah janji dia tidak pernah mengingkarinya.
°°°°
Gavin hanya bisa pasrah ketika adiknya mengambil begitu banyak camilan dan memasukkannya ke troli bahkan wajahnya terlihat begitu bahagia membuat Gavin tidak bisa melakukan apapun. Saat adiknya sudah meminta sesuatu dan tidak Gavin kabulkan maka Danira dengan wajah sedihnya akan menghampiri Gibran lalu mengadu padanya.
Sekarang Gavin hanya bisa pasrah agar adiknya itu tidak protes pada Daddy dan membuat dia di marah, maklum saja Danira anak perempuan satu-satunya karena ketiga anak Gibran yang lain itu laki-laki makanya Gibran begitu perhatian pada Danira. Setiap kali Danira ingin sesuatu dia hanya tinggal mengatakan pada Gibran dan apa yang dia inginkan akan segera ada.
Danira jarang meminta pada Diandra karena terkadang Mommy nya itu akan sedikit mengomel, ya meskipun akhirnya tetap membelikan apa yang anaknya inginkan.
"Ayo cari minuman." Kata Danira
Gavin melongo di tempatnya karena dia fikir sudah selesai, tapi ternyata salah.
"La beneran sebanyak ini? Semua Kakak yang bayar?" Kata Gavin
"Iyaa Ila enggak bawa uang cuman bawa lima ribu untuk bayar parkir, jadi Kakak yang bayar semuanya kan udah janji." Kata Danira
"Beneran kamu mau beli semuanya? Ini masih mau di tambah lagi?" Kata Gavin membuat wajah Danira berubah cemberut
"Tuh kan enggak ikhlas kalau sama Ila pelit banget, tapi sama cewek-cewek aja sok baik." Kata Danira
"Eh bukan gitu Kakak kan cuman tanya kamu boleh kok beli aja semua ambil satu satu." Kata Gavin sambil membentuk senyuman
"Enggak udah ini aja soalnya besok Kakak harus traktir di kantin." Kata Danira
Di kasir Gavin menunggu hingga semua belanjaan selesai di hitung dan disampingnya Danira melihat ke yang lain. Sampai akhirnya dia melihat sesuatu lalu menunjuk sambil menatap Gavin dengan penasaran.
"Kakak itu permen kan? Ila mau juga." Kata Danira
Gavin melotot begitu tau apa yang adiknya tunjuk begitu juga dengan pegawai kasir lalu dua orang di belakang mereka.
"Ehh bukan La." Kata Gavin panik sendiri
Bisa-bisa nanti dia dikira pria tidak benar.
"Tapi, ada rasanya." Kata Danira
"Laa bukan udah ya itu kan udah banyak beli yupi." Kata Gavin
Danira mengangguk patuh sambil tersenyum dan tanpa dia sadari beberapa orang melihatnya sambil menahan tawa.
Setelah selesai Gavin langsung membayar semuanya dan membawa dua kantung belanjaan milik adiknya. Tersenyum senang Danira mengikuti Kakaknya keluar lalu membantu Gavin membuka pintu mobil.
Masuk ke dalam mobil Danira langsung mengambil coklat miliknya dan memakannya selagi Gavin mengendarai mobil.
"Memang itu bukan permen Kak? Biasanya enggak ada di kasir Kak mungkin itu keluaran terbaru." Kata Danira
"Itu bukan permen Ila." Kata Gavin
"Tapi, kenapa ada rasanya?" Tanya Danira
"Ya gak tau kenapa tanya Kakak? Kakak kan belum pernah coba." Kata Gavin
"Oh coba aja Kak nanti kasih tau Ila." Kata Danira
__ADS_1
"Ila udah deh jangan aneh-aneh selama ini kamu cuman suka permen yupi aja gak usah coba yang lain." Kata Gavin
Dia tidak mungkin menjelaskan karena nanti Danira juga tidak akan tau, adiknya itu harus di jelaskan sampai terperinci jika ingin tau maksudnya.
Sudahlah Gavin benar-benar pusing dengan kepolosan adiknya sendiri.
°°°°
"Arsaka"
Panggilan itu membuat Arsaka mendongak dan dia dapat melihat Gavin yang baru saja masuk ke dalam kelas lalu duduk tepat di sampingnya hingga Arsaka meletakkan ponselnya di meja. Sekarang ada beberapa hal yang ingin dia tanyakan juga bicarakan dengan Gavin dan semua tentang Danira.
Sampai saat ini Arsaka hanya menyukai Danira karena entah kenapa berada di dekat gadis itu membuatnya sangat tenang dan bahagia di waktu yang bersamaan. Selain itu Danira yang begitu polos juga lugu sangat menggemaskan di matanya apalagi gadis itu sering loading lama ketika Arsaka berusaha untuk gombal padanya.
Dia akan diam untuk beberapa saat lalu bertanya maksudnya dan ketika tau wajahnya berubah malu, sangat tidak peka.
"Maaf masalah kemarin." Kata Gavin
Arsaka menatap Gavin dengan tidak percaya.
"Ila nangis karena gue marah sama dia selain itu gue rasa kemarin gue cukup keterlaluan." Kata Gavin
"Udahlah enggak masalah, tapi kalau ada masalah kayak gitu lagi jangan marahin Danira lo marah sama gue aja deh gak papa." Kata Arsaka membuat Gavin terdiam sejenak
"Hmm"
"Vin"
"Apa?"
"Lo jujur dah sama gue." Kata Arsaka
"Jujur apaan?" Tanya Gavin tidak mengerti
"Lo masih marah masalah dulu kan makanya gak pernah kasih gue izin deket sama Danira?" Kata Arsaka
"Masalah apaan?" Kata Gavin sambil mengalihkan pandangannya
"Lo tau maksud gue Vin." Kata Arsaka
"Ya lo pikir deh gimana Ka?! Masa gue gak marah waktu tau lo sama Jihan pacaran di belakang gue yang statusnya masih jadi pacar Jihan." Kata Gavin
"Khilaf itu khilaf"
"Gak ada khilaf khilaf lo berdua sama aja." Kata Gavin sewot
"Udah taubat gue." Kata Arsaka
"Halah nanti gitu lagi, gue gak mau nanti waktu udah gue kasih lo kepercayaan, tapi lo malah ngerusak hal itu karena gak menutup kemungkinan lo bakal selingkuh lagi kan?" Kata Gavin
"Gue kan selingkuhannya Vin yang selingkuh si Jihan, dia selingkuh sama gue kalau gue sih enggak pernah selingkuh." Kata Arsaka
"Ya sama aja selingkuh Ka! Lo waktu bagiin otak kemana sih? Lola banget." Kata Gavin kesal
"Ya cocok sama Danira." Kata Arsaka
"Gak, kalau lo sama Danira itu sama-sama lola gimana anaknya nanti." Kata Gavin
"Ya anaknya pinter lucu dan menggemaskan." Kata Arsaka
Gavin mendengus kesal membuat Arsaka tertawa, dia memang sempat memiliki masalah yang cukup besar dengan Gavin dulu, tapi beruntung mereka sudah berbaikan.
Mungkin hal itu salah satu penyebab Gavin begitu sensitif kalau adiknya jalan bersama dengan Arsaka.
°°°°
Aku updateeee🥰
__ADS_1
Gavin + Danira + Arsaka ❤