
Tidak boleh keluar dari rumah bagaikan penjara bagi Vira.
Hidup yang biasa bebas tanpa ada aturan yang mengekang tidak bisa dia rasakan beberapa minggu ini. Dia tidak bisa menghubungi Luis maupun Gea karena hpnya dirampas oleh Papanya. Vira benar-benar terkurung didalam rumahnya, dia merindukan kehidupan bebasnya.
Sejak tadi Vira mencari cara bagaimana menghubungi Luis tetapi semua komunikasi luar rumah seakan tertutup, pria itu pasti menunggu kabar darinya.
Luis Martinez, suami Vira. Mereka menikah sepuluh tahun lalu, Luis adalah ayah kandung Gea, mereka tinggal di California membuka restaurant sejak lima tahun lalu.
Dia ke Indonesia salah satu alasannya karena mereka membutuhkan uang untuk kembali merenofasi retaurant mereka, jadi dia menemui Papanya untuk meminta bantuan tetapi pria itu tidak mau karena lima tahun lalu Vira membawa pergi perhiasan dan uang ditabungan Gea untuk membangun restaurant.
Vira menuruni tangga perlahan berjalan menuju dapur, kali ini dia mengincar hp Asri pembantu rumah mereka.
Sepertinya dia menyelinap diwaktu yang tepat, Asri sedang menjemur cucian sedangkan hpnya berada di dapur, kebiasaan Asri dari dulu.
Dengan cepat Vira melangkahkan kakinya masuk kedalam kamarnya setelah berhasil membawa hp Asri. Vira mencari IG Gea untuk meminta pertolongan meski dia yakin jika Gea tidak mau bertemu dengannya, setidaknya dia berusaha dulu, karena hanya Vea yang bisa menolongnya keluar dari penjara ini.
Vira terdiam menatap layar hp ditangannya.
Beberapa hari lalu Gea mengepost foto Abra duduk bersebelahan dengan Zahra menjabat tangan Ayah Zahra Semoga tidak terpisahkan lagi Aamin... Dan Vira semakin penasaran setelah Gea melakukan live IGnya.
"Lagi keliling-keliling nemenin parah pria belanja sebelum mereka berangkat" Gea tersenyum lebar, dibelakangnya Aslan dan Regan berjalan membuntutinya. "Pengantin baru lagi berjalan berdua didepan, jadi kita para baby hanya bisa menjadi nyamuk."
"Kalian aja yang gak punya kerjaan" terdengar celetukan Regan.
"Bukan gak punya kerjaan, mereka kan pengantin baru biarin aja dulu berduaan, lagi pula ini tempat umum." Aslan merangkul pundak Regan dan menepuknya pelan.
"Tetap saja, aku tidak suka dia memonopoli Bunda." Regan melirik Aslan sinis.
Gea menghela nafas berat. "*Waduh sepertinya saudaraku lagi cemburu pada Ayah sendiri lucu gak gays."
"Gea berhenti buat video*" Regan menegurnya setelah sadar jika Gea sedang live IG.
"*Siapa yang buat video?, ini live ig Ar..."
"terserah yang penting aku gak suka*."
"Ar memang gak pengertinan" sahut Gea menatap Regan jengkel.
__ADS_1
Regan balik menatapnya dingin, Aslan berdiri ditengah-tengan mereka dan mengambil alih hp Gea. "sebelum perang dimulai lebih baik kita sudahi dulu live Angela Gea, Assalamu'alaikum."
"kenapa di...."
Vira terdiam mengingat-ingat dimana kira-kira mereka kali ini.
*-*
Flower_Asri
Ge ini Mummy
Mummy mau ketemu
Bisa kerumah Opa?
Sudah sejam yang lalu dia menerima pesan itu, dan berkali-kali Dea membacanya membuat Gea kurnag fokus, bahkan sejak tadipun dia hanya mengaduk-aduk makannya.
"Kalau gak mau Ayamnya buat aku Ge" Aslan menyenggol Gea yang duduk disebelahnya.
Gea hanya meliriknya tanpa mengatakan apapun, menerima pesan itu membuatnya madmood seketika.
"Ayamnya kasihan kedinginan Gea" kali ini giliran Regan yang berbicara.
Mata Gea semakin memicing. "Kalian kalau kurang pesen lagi" omel Gea.
Aslan dan Regang malah menyegir bersamaan.
"Ada masalah apa tiba-tiba diem?" Aslan meminum minuman yang dia peaan dan menatap Gea menunggu jawaban.
"Mami DM mau ketemu, aku suruh kerumah Opa." Gea mengaduk-aduk makanannya kembali.
"Pergi saja" ucap Regan.
"Gitu aja repot" gerutu Aslan.
Gea menghela nafas, dua pria didepannya tidak mengerti apa yang dia rasakan terhadap Vira yang benar-benar mengecewakannya. "Aku gak mau ketemu dia" cicit Gea begitu lirih.
__ADS_1
Regan mengngangkat kepalanya menghentikan suapan terakhir makanannya menatap Gea tajam. "Alasannya?" tanya Regan dengan nada dingin khasnya.
Gea balik menatap Regan. "Kamu udah tahu aku kecewa sama dia, terlebih setelah apa yang terjadi pada Bunda."
"Kecewa boleh tetapi setidaknya kamu temui dia, mungkin dia kangen sama kamu."
"Gak mungkin" Gea tahu betul watak Vira meski mereka jarang bertemu, tetapi ikatan antara anak dan Ibu pasti ada satunikatan yang tidak dapat dimengerti oleh akal.
"Jangan negatif thinking deh" tatapan mata Regan menunjukkan ketidak sukaannya.
Mulai paham dengan ekpresi Regan, Gea tetap saja pada pendiriannya. "Emang itu kenyataanya, dia pasti mau manfatain aku, butuh uang atau apa gitu. Aku bukannya negatif thingking, tapi itu kenyataannya. Dia selalu memanfaatkan orang sekitarnya demi kebahagiaannya sendiri tanpa berfikir imbas dari apa yang dia lakukan."
Tidak salah jika Gea berfikir seperti itu, karena itu yang selalu terjadi padanya. Setiap kali Vira datang menemuinya wanita itu akan membawanya belanja ke mall dan Gea yang mengeluarkan uang.
Hingga suatu hari saat akan membayar belanjaan mereka Gea ketoilet, saat dia kembali Vira sudah tidak ada, kartu yang dia serahkan pada Vira tidak dia pergunakan untuk membayar belanjaan mereka. Hingga pada akhirnya dia mendapat notifikasi pembelanjaan perhiasan hingga beratus-ratus juta dan beberapa menit kemudian Vira memposting foto perhiasan menjualnya di sosial media.
Kejadian itu terjadi lima atau enam tahun lalu, Gea sudah lupa. Dengan teganya Vira meninggalkannya di mal, menggunakan semua tabungan Gea lalu menghilang setelahnya.
"Meskipun dia orang yang buruk sekalipun, tetap saja dia adalah seorang ibu yang akan rindu pada anaknya."
Ucapan Regan kembali menarik Gea pada kenyataan, Gea tersenyum lalu terkekeh kecil seakan mentertawakan dirinya sendiri.
Aslan menatapnya dalam, "apa kamu gak rindu Mami kamu?."
Tawa dan senyum Gea menghilang, wajahnya berubah sedih. "Aku kangen Mami, tetapi gak bisa dipungkiri aku juga kecewa sama Mami. Aku tidak masalah jika dia hanya memorotiku, tetapi setelah tahu dia juga melakukannya pada hubungan Ayah dan Bunda aku tidak bisa terima. Apalagi Mamiku sampai berani menculik Bunda, kalau aku bertemu dengan dia aku pasti akan marah dan me...."
"Mami kamu?"
Tenggorokan Gea sekaan tercekal, Zahra entah sejak kapan sudah berdiri disamping mereka. Gea tidak berani mengangkat wajah menatap Zahra, dia malah cemas menggigit bibirnya menundukkan kepala dalam.
"Preman itu suruhan Mami kamu?."
*-*
.
.
__ADS_1
.
Unik_Muaaa