
"Ibu. Kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Rey begitu melihat ibu nya yang bernama Mala.
"Ibu sudah menduga kau ada disini, tidak ada di apartemen jadi ibu langsung saja ke sini." jawab ibu santai.
"Tapi Bu, apa nyonya Sinta tau ibu ke sini?" tanya Rey lagi.
"Tentu saja dia tau, apa yang tidak dia ketahui tentang di rumah ini." ucapnya tersenyum kecil.
Rey lupa bahwa ini rumah majikannya tentu saja dia tau walau dia ada di ujung dunia sekalipun.
"Jadi... kau telah menyembunyikan sesuatu dari ibu yah!" ucap Mala bersedekap dada sambil melihat Melati.
"Apa yang aku sembunyikan? tidak ada." jawab Rey tidak mengerti. Melati jadi ikut-ikutan menatap Rey penuh selidik.
"Kau menyembunyikan calon menantuku, dasar kaku." ucap Mala spontan menjitak kepala Rey membuat Melati menahan tawa nya.
"Ya ampun Bu, kenapa aku masih di jitak? aku sudah besar." kata Rey terlihat malu.
"Bagiku kau masih kecil." jawab ibu nya ketus.
Melati malah semakin menahan tawa, lucu sekali melihat Rey yang tak berkutik di depan ibunya.
"Kau, kenapa kau tertawa?" Rey balik menatap Melati dengan tajam karena dirinya di tertawa kan.
"Ah! tidak apa-apa lucu saja." jawab Melati langsung diam takut juga melihat mata Rey yang tajam.
"Hey, sudah kenapa kalian malah mengobrol?. Ibu datang kesini ingin menjemput sesuatu yang kau sembunyikan." ucap Mala membuat Rey dan Melati bingung kembali.
"Ibu, ada-ada saja aku tidak menyembunyikan apa-apa." kata Rey tak habis pikir.
"Lalu ini apa?" ibunya berjalan mendekati Melati dan memegang tangannya.
"Ini calon mantuku, kau menyembunyikannya dan tak mengenalkan pada ibu."
Hah Melati melebarkan matanya dan mulutnya menganga, apa ini ibu Rey menyebut dirinya calon menantu. Apakah diam-diam dia sudah tau atau ah.. Melati oleng karena tidak dapat berfikir.
__ADS_1
"Eh! kau kenapa nak?." Mala segera meraih Melati yang hampir pingsan begitu juga dengan Rey yang ikut cemas.
Lalu mereka membawa Melati duduk di kursi ruang tamu.
"Ibu, aku tidak mengerti aku calon menantu ibu." Melati bertanya untuk memastikan.
"Kau pasti tidak cerita ke dia, pantas dia kebingungan." Mala bukannya menjawab pertanyaan Melati, dia malah memarahi Rey.
Rey hanya menghela nafas tak menjawab karena sudah pasti dia yang kalah.
"Nak, selamat yah kau adalah gadis pertama yang berhasil membuat anak ibu kepikiran jadi kau adalah menantu ibu."
"Kepikiran bagaimana maksudnya?."
"Kau tau semenjak Rey mengenal dirimu dia jadi sering tersenyum, mengenal wanita dan yang terpenting tumbuh rasa cinta." jelas Mala bicara selembut mungkin pada Melati.
Melati jadi tersenyum malu-malu saat mendengar ungkapan itu.
"Kau menyukai anakku nak!." Melati mengangguk.
"Kau mau menikah dengannya?." anggukan kali ini lebih banyak pertanda Melati sangat ingin sekali menjadi istri Rey.
Mala tersenyum, begitu juga Rey tersenyum samar melihat Melati yang begitu antusias dengannya.
"Kalau begitu menikahlah dengan anakku secepatnya, ibu yang akan mengurus semuanya." ucap Mala begitu saja membuat Rey dan Melati saling bengong.
"Eh.. Bu kenapa buru-buru? ibu juga belum menanyakan pada anak ibu dia mau atau tidak." kata Melati khawatir dengan perasaan Rey.
"Dia pasti mau, jika tidak kau sudah di blacklist olehnya dari dulu." jawab Mala dan Rey hanya geleng kepala.
"Sekarang kalian berdua ikut ibu."
"Kemana?" tanya Rey dan Melati berbarengan.
"Ah.. kalian memang jodoh ibu senang." Mala malah menggoda keduanya.
__ADS_1
Melati malu dia menunduk dan Rey memalingkan wajahnya tentu saja karena malu juga.
"Kita ke butik mencoba gaun pernikahan kalian."
"Ibu serius." Rey tak percaya.
"Memangnya ibu becanda." jawab Mala kesal di kira main-main oleh anaknya.
"Tapi Bu..!"
"Sudah jangan banyak membantah, ayo nak kau ganti bajumu." Mala menyuruh Melati untuk bersiap-siap.
"Ah! iya baiklah aku ganti baju dulu."
Melati pun berjalan cepat menuju kamarnya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian casual kesukaannya.
Melati sudah keluar dari kamarnya dan menuju mertuanya.Rey hanya bisa pasrah saat ibunya menyeretnya.
*****
Mereka bertiga sudah sampai di butik terkenal milik seorang desainer terkenal pula.
"Selamat siang ibu Mala, makin tambah cantik saja." ucap seorang lelaki paruh baya menyalami Mala dengan cipika cipiki.
"Aku baik, terimakasih dan kau tambah tua saja." jawab Mala begitu santai.
Lelaki itu cemberut karena sapaannya malah di balas dengan lelucon yang serius.
"Ah! kau ini aku belum tua, hanya bertambah umur saja."
"Sudahlah tidak usah di fikirkan. Ini aku bawa dua anakku untuk memilih baju pengantin." kata Mala tak ingin berlama-lama mengobrol dengannya.
"Hem.. baiklah sini nak! ikut aku, aku akan memilihkan baju yang cocok untuk kalian berdua." ucapnya dengan riang.
Lalu Rey dan Melati mengikuti pemilik butik itu.
__ADS_1
Desainer itu membawa Melati dan Rey ke ruangan yang disebelahnya ruangan khusus untuk gaun pengantin.