Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta

Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta
Bab 39


__ADS_3

Melati menenteng nampan berisi sarapan untuk Rey diruang kerjanya dengan senyum yang terus mengembang dia membayangkan wajah tampan nan tegas dari pria kaku itu, entah mengapa dimatanya sangat lucu.


Dia juga sudah mandi dan berdandan rapi berhias secantik mungkin agar pria idamannya tertarik padanya.


Tok tok tok


suara pintu diketuk oleh Melati


"Tuan, aku datang membawa sarapanmu!" ucap Melati dengan suara khasnya.


Dibalik pintu pria itu jadi gelagapan tidak karuan, kenapa dia jadi gugup seperti ini hanya dengan mendengar suaranya saja apa karena dia melihat cctv itu.


Sebelum membuka pintu Rey mencoba menenangkan dirinya tidak boleh gugup didepan gadis itu ya hanya kepada gadis itu sedang yang lain Rey tak perlu sesupayah ini.


ceklek


Suara pintu terbuka menampilkan sesosok gadis dengan senyumnya yang manis disertai mata bulat yang jernih dan pipinya yang chubby, melihat itu jantung Rey kembali bergetar dan dia bahkan tidak sanggup untuk berlama-lama menatap gadis itu.


"Masuk..!" dengan memalingkan wajah Rey menyuruh Melati masuk.


'Ada apa ini kenapa aku tidak sanggup menatap matanya? jantungku juga tidak berhenti berdetak. Ah sial kenapa juga gadis itu cantik sekali.'


"Tuan, apa tuan mau mengajak ku sarapan bersama." ucap Melati senyuman manis selalu menghias wajahnya.


"Ti-dak aku mau makan sendiri saja." jawabnya gugup.


"Lalu kenapa tuan menarik tanganku?"

__ADS_1


Seketika itu Rey melihat kearah tangannya dia terkejut kemudian melepaskan tangan itu.


'Bodoh sekali! kenapa aku bisa menarik tangannya tanpa sadar.' gumamnya dalam hati merutuki dirinya sendiri.


Hati Melati menjadi berbunga-bunga karena Rey telah menyentuhnya dia jadi mengelus tangan yang tadi dipegang oleh Rey.


"Kenapa kau masih disini?"


"Aku masih menunggu jawabanmu tuan".


"Jawaban apa?"


"Ya jawaban tuan mau mengajakku makan kebetulan aku juga belum sarapan."


Hati ingin mengiyakan tapi mulut berkata tidak.


Mendengar itu Melati memanyunkan bibirnya sontak saja hal itu membuat Rey gemas ingin mencium tapi tidak jadi karena dia gengsi.


"Sudah sana pergi jangan lama-lama disini kalau tidak..."


"Kalau tidak apa?" Melati bertanya penasaran karena Rey menggantung ucapannya.


"Kalau tidak aku akan menciummu."


uppss...


Melati menutup mulutnya dengan kedua tangannya tak percaya kata itu akan keluar dari mulut Rey tiba-tiba saja dia menjadi cengengesan sendiri.

__ADS_1


"Kenapa kau malah senyum-senyum sendiri begitu sudah gila yah!" rupanya Rey tidak sadar dengan ucapannya sendiri.


"Tuan, membuat hatiku tambah berbunga saja tidak apa-apa kok kalau tuan mau menciummu." Melati berucap sambil senyum malu-malu.


'Astaga, kenapa aku berucap seperti itu? tapi tidak apa lebih baik kugoda saja sekalian.' Rey tersenyum miring dan mendekatkan wajahnya pada Melati.


Melati yang kaget melihat Rey sedekat itu jadi gugup juga.


"Kenapa? bukankah kau mau dicium. Kenapa kau gugup seperti itu?" ucapnya dengan seringai licik.


Entah mengapa Melati malah jadi kikuk hanya dengan melihat senyuman Rey yang berbeda dan dia malah jadi takut.


"Ah.. tidak tuan aku hanya becanda." buru Melati menjauhkan wajahnya dari Rey dengan salah tingkah.


"Kalau begitu aku pergi dulu tuan, jangan lupa dihabiskan."


Setelah berkata seperti itu Melati langsung pergi, setelah keluar dia mengelus dadanya sendiri demi menetralkan jantungnya yang berdegup kencang.


"Ya ampun kenapa aku malah takut? bukannya aku senang jika dia menciumku. Ah sudahlah." tak mau ambil pusing Melati segera pergi.


Dan dibalik ruangan itu Rey tertawa sampai memperlihatkan giginya yang putih. Ini adalah pertama kalinya dari beberapa tahun terakhir dia bisa kembali tertawa bebas seperti itu.


"Lucu sekali gadis itu, niat menggodaku tapi dia malah takut ku goda."


Rey menggelengkan kepalanya sambil terus tersenyum lebar memikirkan kejadian itu.


"Sepertinya seru jika ku ulangi lagi." katanya lagi tersenyum smirk.

__ADS_1


__ADS_2