Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta

Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta
Bab 128


__ADS_3

Elang yang mendengar suara istrinya segera menghentikannya dan menatap wajah istrinya yang berusaha untuk bangun.


"Sayang, berbaring saja dulu." kata Elang sambil menidurkan kembali.


"Kenapa kepalaku pusing sekali?." tanya Hafsa, tangannya memegangi kepalanya yang masih sedikit rabun.


"Aku kenapa? kenapa bisa ada disini?." tanya nya lagi setelah tidak mendapat jawaban.


"Kau kelelahan sayang, lalu pingsan dan aku membawamu kesini." Elang menjawab dengan berbohong karena tidak mau istrinya tau yang sebenarnya.


Hafsa kini sudah sadar sepenuhnya dia menatap dirinya sendiri begitu terkejut melihat hanya memakai tank top dan celana pendek saja.


"Kak, dimana bajuku? kenapa aku tidak pakai baju?." tanyanya heran.


Elang hanya tersenyum, "Bajumu aku buka, karena saat tadi membawamu kesini bajunya tidak sengaja tersangkut dan sobek." jawab Elang mengada-ada.


"Emm... ya sudah." meski ragu tapi Hafsa tidak ingin menanyakannya.


"Oh, berapa lama aku tidur. Apa acaranya sudah selesai?." Hafsa baru saja teringat dengan pernikahan sahabatnya, dia menjadi panik seketika.


"Acaranya belum selesai, kau tenang saja." jawab Elang yang lucu melihat tingkah istrinya.


"Kalau begitu ayo cepat kita kesana lagi, aku belum sempat foto bareng Melati ini momennya." kata Hafsa heboh sendiri.


"Sayang tenang lah, kau baru saja bangun."


"Ya justru aku sudah bangun mangkanya ayo cepat." Hafsa mendesak Elang agar cepat kesana lagi.


"Baiklah-baiklah, ayo!." Elang tidak bisa jika tidak menuruti kemauan istrinya.


Mereka pun bersiap kembali datangi pernikahan sahabat mereka.

__ADS_1


*****


"Sayang, kau baik-baik saja kan nak!." tanya Sinta khawatir setelah melihat menantunya tiba bersama Elang.


"Aku baik-baik saja Bu ibu jangan khawatir." jawab Hafsa tersenyum.


"Bagaimana ibu tidak khawatir kalau..." Elang langsung memberi isyarat pada Sinta untuk diam saja dan tidak memberi tahu kan yang sebenarnya pada Hafsa.


Sinta mengerti segera dia mencari alasan untuk menyangkal.


"Maksud ibu, kau sedang hamil muda sangat rentan sekali jika kau kenapa-kenapa." jawab Sinta santai.


"Terimakasih Bu, tapi aku baik-baik saja." jawab Hafsa tersenyum.


*****


"Melati...!" panggil Hafsa pada Melati.


"Oke.." jawab Hafsa mengacungkan jempolnya.


"Kau kemana saja?! aku mencari mu dari tadi." tanya Melati menggenggam kedua tangan Hafsa.


"Tadi kata suamiku aku pingsan karena kelelahan jadi aku istirahat dulu, tapi yang aku rasa tidak begitu." jawab Hafsa sedikit lesu karena dia seperti tidak merasakannya.


"Ya ampun, maaf aku tidak tau. Dan sekarang bagaimana?." tanya Melati tiba-tiba panik.


"Seperti yang kau lihat aku baik-baik saja. Dan sekarang aku ingin foto bersamamu." seru nya senang dan diangguki Melati dengan senyum lebar.


"Tentu saja. Ayo!."


Mereka pun berfoto berdua dengan gaya yang berbeda-beda, tak ketinggalan mereka juga mengajak suami mereka untuk foto bersama.

__ADS_1


Di saat sesi foto bersama semuanya tersenyum lebar begitu juga dengan Sinta, orang tua Melati dan Mala ibu Elang dan Rey yang juga merasa sangat bahagia melihat anak-anaknya bahagia bersama pasangan mereka, senyum tulus pun terpancar di wajah keduanya yang sudah tidak muda lagi.


Disisi lain Raka dan Angga memandangi pasangan itu dengan penuh rasa antara senang dan sedih.


Pertama kalinya jatuh cinta tapi harus merasakan patah hati dengan secepat itu, tapi mereka tidak menyesal sudah di pertemukan dengan Hafsa dan Melati.


"Sepertinya kita harus mencari pengganti mereka, karena janur nya sudah melengkung jadi akan sulit untuk meluruskan nya lagi." ucap Raka mendramatisir sekali.


"Kau benar, kita bukan level suaminya." jawab Angga dengan wajah melas.


"Hey, dari pada galau mending kita sumbangin suara kita di sana." Rama datang dengan merangkul dua pundak sahabatnya dan menunjuk stand musik di sana.


Acara demi acara pun telah selesai, kini mereka berempat sedang mengobrol bersama. Sangat terasa sekali persahabatan mereka yang hangat itu.


"Aku senang akhirnya kalian menikah. Memang yah jodoh itu tidak akan lari kemana." seru Hafsa melirik Melati dan Rey.


"Iya aku juga tidak menyangka bisa menikah dengannya ini seperti mimpi." balas Melati kedua tangan nya menangkup kedua pipinya.


"Ya kalian berdua beruntung bisa mengenal kami, dari banyaknya wanita cantik di luar sana kami malah memilih wanita kampung." seloroh Elang sambil menahan tawa.


"Iya benar tuan, aku juga tidak menyangka ternyata jodohku adalah pelayanmu." tambah Rey menunjuk Elang.


"Hey, kalian berdua itu menyebalkan asal kalian tau meski kami dari kampung tapi kami ini yang bisa meluluhkan hati kalian." ujar Hafsa bersungut kesal.


"Iya dan kami juga bukan sembarang gadis kampung kami ini istimewa itu mengapa kami mendapatkan tuan muda seperti kalian." sungut Melati yang juga ikut kesal.


Elang dan Rey tertawa melihatnya segera di rengkuh pasangannya masing-masing.


Pelukan itu seketika membuat kedua wanita itu tersenyum lebar, mereka sangat bahagia bisa mendapatkan suami yang di idam-idamkan semua wanita.


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2