Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta

Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta
Bab 118


__ADS_3

Melati kini mengikuti Rey duduk dalam mobil dengan perasaan yang sedikit gelisah, hatinya berdebar-debar entah dia pun tidak tahu.


Melati seperti akan bertemu seseorang tapi dia hanya menebak saja, karena penasaran dia pun bertanya karena Rey bilangnya dia ingin memberikan kejutan untuk nya.


"Kak, mau kasih aku kejutan apa sih!?." tanya Melati dengan wajah yang sedari tadi penasaran.


"Jika aku memberi tahu mu sekarang, itu bukan kejutan lagi namanya." balas Rey menatap Melati sekilas kemudian fokus menatap lurus lagi.


"Hem..!" Melati hanya mencebikkan bibirnya saja, karena Rey tidak mau memberi tahu dulu.


Tapi memang benar jika di beri tahu dulu itu bukan kejutan lagi namanya.


"Aku sangat yakin, kau pasti akan senang jika sudah melihatnya." tambah Rey tersenyum tipis.


"Ya sudah lah cepat jangan bicara saja." kata Melati kesal.


Lalu Rey melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang di malam hari yang dingin ini.


Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di apartemen mewah di tengah-tengah kota metropolitan ini, mobil Rey memasuki kawasan tempat bergengsi itu.


Melati yang memandangi nya tampak menganga dan tidak berkedip sama sekali, melihat tempat yang sangat tidak pernah dia kunjungi sekalipun, kini dia berada di tempat ini.


"Ayo!." Rey mengajak Melati masuk kedalam.


Melati tak menjawab hanya mengangguk karena dia masih terpana dengan keindahan apartemen mewah ini.


Rey menaiki lift bersama Melati hingga menuju tempat tinggalnya, tak ada percakapan antara mereka hingga kini lift berhenti di lantai 50 tempat Rey singgah.


Rey berjalan perlahan di ikuti Melati lalu membuka pintu dengan password yang hanya Rey dan ibu nya yang tau.


Saat pintu terbuka, Melati dan Rey masuk ke dalam dan keterkejutan Melati sungguh di luar dugaan, dia seketika mengeluarkan air mata kala melihat wajah orang yang sangat ia sayangi.


"Ayah.. ibu..!" seru Melati menghambur ke pelukan mereka.


"Melati." ucap kedua orang tua Melati bersamaan.


Mereka pun berpelukan untuk melepas rindu karena sudah lama tidak bertemu, Melati tidak menyangka Rey mendatangkan orang tua nya kesini.


"Ibu, ayah bagaimana kabar kalian? Melati rindu sekali. Maafkan Melati yang tidak pernah mengunjungi kalian." Melati merasa bersalah pada orangtuanya karena dia tidak menjenguk orang tuanya di kampung halaman malah orang tuanya yang datang kesini, sudah pasti ini Rey yang melakukannya.


"Alhamdulillah kami sehat , yang penting bagi ibu kamu baik-baik saja disini nak! ibu sudah senang." ucap ibu Melati tak kuasa menangis di ikuti anggukan sang ayah.


"Ayah senang nak! kamu mendapatkan lelaki yang baik seperti nak Rey." tambah ayah Rey menatap Rey sekilas yang di balas senyum kecil oleh Rey.

__ADS_1


"Kalian datang kesini dengan siapa?." tanya Melati yang sudah tau jawabannya.


"Kami di jemput oleh anak buah nya nak Rey." jawab ayah Melati.


"Sebaiknya kalian duduk dulu, aku akan membuatkan minuman hangat untuk kalian." sela Rey melihat mereka yang terus berdiri.


"Iya, ayo yah, bu kita duduk di situ." Melati mengajak orang tuanya duduk di sofa samping mereka.


Ayah dan ibu mengangguk sambil tersenyum menampakkan giginya. Sedang Rey pergi ke dapur.


"Melati, benar kau akan menikah dengan nak Rey?." tanya ibu antusias setelah mereka duduk.


Melati di apit di tengah antara ibu dan ayahnya, dia tersipu malu di tanya seperti itu.


"Iya Bu." jawab Melati.


"Tapi kalian tau dari mana?."


"Kemarin ibu mertuamu mendatangi kami dan melamar mu untuk anaknya. Ayah dan ibu sangat terkejut sekali ayah dan ibu kira kau melakukan kesalahan hingga mereka mendatangi kami." tutur ibu Melati serius.


"Iya, ternyata anaknya itu adalah pria yang pernah datang ke rumah kita dan menanyakan tentangmu." tambah ayah Melati.


"Pria yang datang ke rumah, siapa? kak Rey kah." tebak Melati dengan alis bertaut.


"Ayah senang nak, meski pernikahan ini terdengar mendadak bagi ayah dan ibu tapi ayah yakin dia orang yang baik." lanjut ayah menatap Melati dengan kasih sayang yang tulus.


Lalu setelah itu tiba-tiba Rey datang dengan membawa tiga gelas dua teh hangat dan satu gelas susu coklat hangat.


"Ibu, ayah ini teh untuk kalian." sembari meletakkan teh itu di hadapan mereka.


"Dan ini untukmu." juga menyerahkan coklat hangat itu pada Melati.


"Kenapa aku tidak teh juga?." tanya Melati karena dia beda sendiri.


Rey tersenyum kecil, "Karena kau masih kecil, jadi ku beri susu iya kan yah Bu?." ucap Rey menatap orang tua Melati.


"Benar nak Rey, Melati itu masih kecil dia itu sungguh anak yang nakal sampai berani pergi dari kampung ke kota untuk bekerja seorang diri. Benar-benar membuat ayah tidak habis pikir." balas ayah dengan menggelengkan kepala.


"Ayah, aku sudah besar aku pergi juga kan sudah bilang sama kalian." Melati mengerucutkan bibirnya kala ayahnya menggoda dirinya.


"Sudah sudah kalian ini tidak berubah, malu ada nak Rey." tukas ibu menengahi.


"Tidak apa-apa aku suka keluarga kalian." jawab Rey tersenyum manis.

__ADS_1


"Oh iya nak Rey orang tua mu keman?." tanya ayah.


"Orang tuaku ada di rumah utama bersama adikku." jawab Rey.


"Kau tinggal sendiri disini." kata ibu menatap sekeliling, tidak menyangka rumah bersih dan rapih begini hanya ditinggali seorang pria dewasa.


"Iya." jawab Rey singkat.


"Kau memang benar-benar menantu idaman nak!." lanjut ibu gembira.


Melati men cebik kan bibirnya melihat kelakuan ibunya.


"Kenapa kau membawa orang tua ku kesini kak Rey? ada apa?." pertanyaan yang dari awal ingin di ajukan tapi baru di ajukan.


Rey kembali tersenyum, "Karena aku ingin orang tua mu menyaksikan pernikahan kita dan membawa mereka ke tempat orang tua ku." jawab Rey serius.


Melati begitu terharu dengan apa yang dilakukan Rey dia sampai rela menjemput orang tuanya hingga kesini dan memperlakukannya dengan baik sungguh dia sangat bersyukur bisa mendapatkan seorang Rey.


"Karena ini sudah malam jadi kita ke rumah orang tua ku besok saja kalian tidur lah di sini dulu. Di sini ada dua kamar, ibu dan ayah tidur di sana dan Melati tidur di kamar ku." jelas Rey sambil menunjuk kamar di depannya.


"Lalu kau tidur dimana?." tanya Melati tak enak jika tuan rumah malah tidur di luar.


"Aku bisa tidur di sini, jangan khawatir kan aku." jawab Rey sambil tersenyum.


"Ya sudah ayo ibu ayah kalian harus istirahat." Rey beranjak untuk mengantar orang tua Melati ke kamar sambil membawa dua cangkir teh nya.


"Terimakasih nak Rey." kata ibu.


Setelah mengantar orang tua Melati ke kamar, kini Rey kembali menemui Melati di ruang tamu yang sedang bermain ponsel pemberian Rey.


"Sudah malam lebih baik kau tidur." kata Rey duduk di samping Melati.


"Aku belum ngantuk." jawab Melati menatap sekilas Rey kemudian kembali ke ponselnya.


"Apa ponsel mu lebih menarik dari pada melihatku?." sindir Rey seketika membuat Melati menatapnya.


"Kau cemburu dengan ponsel." ucap Melati menyipitkan matanya.


"Tidak,"


"Ya sudah kalau tidak kenapa ngomong."


Rey tersenyum smirk, Melati memang berbeda dari gadis yang mendekatinya, disaat wanita lain saat ada kesempatan ingin langsung beraksi tapi Melati malah cuek dan entah mengapa itu yang membuat Rey semakin suka pada Melati.

__ADS_1


__ADS_2