Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta

Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta
Extra part 2


__ADS_3

Seusai pernikahan Rey dan Melati, Rey membopong Melati dan orang tuanya ke kediaman rumah Mala untuk sekedar menginap beberapa hari di sana sebelum kembali ke kampung halaman.


Kini Melati tidak menjadi pelayan koki untuk Elang lagi karena sekarang menjadi nyonya Rey, tapi Rey masih mengabdi pada Elang padahal Rey juga punya perusahaan sendiri warisan dari ayahnya yang saat ini sedang dikelola oleh ibunya.


Ibu nya juga tidak memaksa Rey untuk terburu-buru memimpin perusahaan itu, Mala sangat menghargai apa yang menjadi keputusan Rey.


Sedang Raka tentu saja anak muda itu belum pantas untuk mengelola perusahaan besar itu.


Beberapa hari kemudian orang tua Melati memutuskan untuk pulang karena di rasa sudah terlalu lama berada di kota, mereka tentu saja merindukan kampung halaman mereka terutama kebun mereka.


Untung saja mereka sudah menitipkan perkebunan itu pada tetangga dekatnya untuk menjaga dan merawat kebunnya jadi mereka tidak perlu khawatir.


Setelah mengantar kepergian orang tua nya yang hanya sampai depan saja kemudian di antar sampai tempat tujuan mereka oleh supir di rumah itu, Melati kemudian masuk dan menuju arah dapur sedang Rey kembali ke kamar untuk mengerjakan sesuatu.


Saat sedang asyik membuat jus untuk suaminya Melati di kejutkan kedatangan Raka yang dari tadi senyam senyum sendiri.


"Kakak ipar kau sedang apa?." tanya Raka saat Melati sedang menata jus nya.


Melati sampai berjingkat karena terkejut, "Raka kau mengagetkanku saja." keluh Melati menatap kesal ke arah Raka.


"Begitu saja kaget!." ujar Raka tersenyum geli.


"Mau apa kau kesini?." tanya Melati.


Raka tak langsung menjawab, dia melihat minuman yang sudah jadi dan langsung meminumnya.


"Hey, itu untuk kakakmu." seru Hafsa lantang.


"Kenapa memangnya? kan sama saja buat di minum." jawabnya tersenyum kecil.


"Ihh... aku harus buat lagi kan." sungut Melati.


"Jangan marah-marah begitu, nanti cantik nya hilang loh kakak ipar." ujar Raka mulai menggoda.


Melati tak menjawab hanya fokus membuat jus kembali.


"Tapi sayang yah kau harus menjadi kakak ipar ku, dunia memang sempit. Kenapa bukan gadis lain saja yang harus menjadi kakak iparku? kenapa harus kau?." celoteh Raka mengutarakan kerisauannya.

__ADS_1


Melati sampai menghela nafas mendengar ocehan Raka.


"Sudahlah Raka, itu berarti aku bukan jodohmu tapi jodoh kakakmu. Kau jangan memperkeruh keadaan yah!." tegas Melati menunjuk wajah Raka.


Raka bukannya takut malah tersenyum, "Kau benar-benar manis meski sedang marah sekalipun." ujarnya menatap serius wajah Melati.


Kalau Melati belum menikah dan tidak mencintai Rey mungkin dia akan tersipu malu karena sudah di goda oleh Raka yang tampan namun sayangnya dia malah merasa kesal, di ambilnya buah pisang hendak di pukul ke kepala Raka namun dengan cepat Raka menangkap tangan Melati hingga tatapan mereka pun bertemu.


Rupanya Raka masih menyimpan rasa itu untuk Melati apalagi dia akan bertemu terus haruskah dia kembali ke luar negri untuk mengubur perasaan yang baru saja tumbuh ini.


Melati yang di tatap seperti itu merasa risih, langsung saja dia hempas kan tangan Raka.


"Raka ku harap kau segera mendapatkan pasangan mu." setelah mengucapkan itu Melati bergegas pergi sambil membawa jusnya.


Sedang Raka terdiam masih mencerna pikirannya sendiri.


*****


"Kak Rey, jus nya sudah jadi.." ucap Melati langsung masuk ke dalam kamar mereka.


Suasana malam hari ini begitu sejuk, langit terlihat mendung sepertinya akan turun hujan.


"Kak Rey ini aku buatkan minuman untukmu." ucap Melati meletakkan minuman itu di meja.


Rey tidak menjawab ataupun menoleh dia hanya menatap lurus ke depan.


"Kak Rey kau sedang apa?." tanya Melati karena Rey diam saja.


"Apa aku kurang untukmu?, apa kekurangan ku aku tampan aku kaya aku juga idaman para wanita." ucap Rey tiba-tiba membuat Melati bengong.


"Kak Rey bicara apa sih! kehabisan obat yah." tutur Melati sambil mengernyitkan dahi.


Di bilang seperti itu, Rey langsung berbalik menatap istrinya dengan teduh.


"Melati, katakan saja apa aku tidak seperti yang kau inginkan." ucap Rey memegang pundak Melati.


"Kak Rey ini kenapa sih? kok tiba-tiba begini." kata Melati heran.

__ADS_1


"Aku memang tidak muda seperti Raka, aku juga tidak se energik seperti Raka tapi... aku lebih segala-galanya darinya." ucap Rey dengan wajah datar.


Mendengar hal itu Melati mengerti sesuatu lalu dia langsung tertawa.


"Oh... jadi ceritanya suamiku ini cemburu sama adiknya sendiri." ucap Melati tertawa geli.


Rey terlihat gugup, "Siapa bilang aku cemburu." elaknya.


"Oh... tidak cemburu baiklah itu berarti kau mengijinkan aku untuk dekat dengan adikmu." ucap Melati memancing.


"Hey siapa bilang begitu." sanggah Rey gugup.


"Lalu..., kenapa kau begitu? mengaku saja ayo." Melati terus meledek hingga...


"Ya aku memang cemburu karena aku ...


Aku mencintaimu." ucap Rey kini membuat Melati tertegun.


Ya Rey merasa cemburu karena adiknya itu selalu saja menggoda Melati sedang dirinya tak bisa menggoda, Raka memang raja gombal dan romantis apalagi selama Melati berada di sini mereka selalu bertemu dan Raka selalu bisa membuatnya terdiam meski tau Raka tidak akan sampai melewati batas tapi jika terus seperti itu siapa yang tau akhirnya seperti apa? itu yang Rey takutkan.


Tetapi semakin dia melihatnya semakin dia ingin memiliki Melati meski dia belum menyentuhnya karena Melati kedatangan tamu dan Rey selalu menghindar untuk itu padahal dia sedang menahan godaan ketika di dekat istrinya.


"Aku ingin kau menjadi milikku seutuhnya dan selamanya." lanjutnya menatap manik mata Melati yang indah.


Melati begitu tertegun dan tersentuh dengan kata-kata Rey yang menurutnya sangat indah.


"Iya aku mau jadi milikmu dan... aku juga sudah bisa kau sentuh." balas Melati dengan kalimat terakhir yang tersipu malu.


"Benarkah." Rey tersenyum lebar.


Melati mengangguk malu, lalu entah memulai dari mana Rey sudah mencium bibir Melati dan menggendong ala bridal style menuju ranjang size mereka.


Rey juga mematikan lampu hanya tersisa lampu di nakas yang menerangi remang-remang kamar mereka sehingga menambahkan kesan romantis.


Lalu terjadilah sesuatu yang di inginkan mereka berdua.


________

__ADS_1


Sekian dari saya, terimakasih sampai jumpa di novel selanjutnya.


Assalamualaikum


__ADS_2