Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta

Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta
Bab 125


__ADS_3

Diana dan Meliana membawa Hafsa ke kamar hotel yang sudah mereka pesan, mereka juga membawa Hafsa juga sangat hati-hati sampai benar-benar tidak ada yang melihat.


Benar-benar suatu keberuntungan bagi mereka bisa lolos begitu saja dan membawa Hafsa yang sudah pingsan ke kamar itu.


"Cepat buka pintunya!." perintah Diana.


Buru-buru Meliana membuka pintu itu dan kemudian terbuka, mereka pun masuk sambil melirik ke kanan dan ke kiri takut ada yang melihat.


"Hah.. akhirnya." Diana merasa puas sudah membawa Hafsa dan di baringkan nya di tempat tidur, dia juga melepaskan gaun di tubuh Hafsa di bantu Meliana dan akhirnya Hafsa hanya memakai tank top dan celana pendek saja di balik selimut itu.


"Kau sudah siapkan pria nya?." tanya Diana memastikan.


"Sudah, kau tidak perlu khawatir.


"Baiklah, sekarang aku harus kembali dan memberi tahu Elang, dia pasti akan langsung menceraikan istrinya di depan semua orang. Hahaha." ucap Diana tertawa lebar.


Padahal belum pasti itu terjadi.


"Benar, dan dia akan ditendang dari rumah tuan Elang sendiri." Meliana ikut menimpali sambil ikut tertawa lebar.


"Ya sudah kabari aku jika dia sudah berada disini." kata Diana lagi.


"Baik Di." jawabnya cepat.


Setelah kepergian Diana, tak lama kemudian datanglah pria yang di sewanya.


Saat sebelum Meliana membantu Diana, Meliana telah membayar seorang pria untuk menyempurnakan rencananya dia sudah membayar lunas pria itu dan melihat wajahnya, namun saat datang sekarang dia merasa heran mengapa pria itu memakai masker dan topi.


Sedang tubuh nya Meliana tidak begitu memperhatikan sehingga dia hanya fokus pada bagian wajahnya saja.

__ADS_1


"Kau, apa kah pria yang aku bayar?." tanya Meliana memicingkan matanya.


pria itu hanya mengangguk sambil menunjukkan uang yang tadi di beri Meliana.


"Oh.. tapi.. kenapa kau pakai masker dan topi?." tanya nya bingung.


"Itu karena aku tadi sempat di curigai oleh seseorang maka dari itu aku memakai masker dan topi untuk mengalihkan mereka." jawabnya dengan suara seperti di tahan.


Jawaban yang masuk akal namun Meliana ingat sesuatu perasaan pria itu tidak setinggi ini kenapa sekarang begitu tinggi tapi sekali lagi dia tidak memperhatikan fisik tubuh pria itu jadi ah... masa bodo yang penting seorang pria.


"Ya sudah ayo cepat masuk, dia sudah ada di dalam." kata Meliana menyuruh pria itu masuk.


Pria itu menurut kemudian masuk ke dalam kamar di ikuti Meliana.


"Ingat, kau sudah aku bayar lunas dan sudah aku beri tahu apa saja yang harus kau lakukan jadi... jangan sampai gagal. Paham itu." cetus Meliana menatap tajam pada pria itu.


"Oke, aku keluar dulu." tanpa menunggu jawaban Meliana keluar dan menutup pintu lalu mengabari Diana bahwa semuanya sudah siap.


Kembali ke acara pernikahan Melati dan Rey.


Diana yang mendapat kabar dari Meliana tersenyum smirk lalu dia akan berpura-pura pada Elang tentang Hafsa.


Di lihatnya Elang sudah selesai berbicara dengan para relasinya dia pun menghirup nafas serta menghembuskan nya pelan kemudian dia berjalan mendekati Elang.


"Elang...!" panggil Diana dengan suara selembut mungkin.


Yang di panggil menoleh dengan ekpresi sangat datar.


Lama Diana tak bersuara lagi akhirnya Elang bertanya.

__ADS_1


"Ada apa? waktu ku akan terbuang sia-sia jika berdiam diri disini." ucapnya dingin.


Ingin melangkah namun Diana langsung mencekal pergelangan lengan Elang membuat si empunya menatap tajam ke arahnya.


"Maafkan aku." ucap Diana sambil melepaskan nya.


"Elang aku ingin bertanya?, apa kau benar mencintai istrimu pasalnya dulu kalian hanya menikah kontrak saja tak mungkin kan kau jatuh cinta begitu cepat." tutur Diana.


"Aku memang mencintai istriku sebelum pernikahan kontrak batal untuk masalah cepat jatuh cinta aku bersyukur bisa cepat jatuh cinta dengannya dan aku merasa menyesal telah jatuh cinta padamu dulu." jawab Elang santai namun mampu membuat Diana sakit hati.


"Tapi, jika istrimu yang tidak mencintai mu bagaimana?." tanya Diana masih mencoba sabar.


"Apa maksudmu? tentu saja dia mencintaiku."


Diana tersenyum smirk. Ini saatnya, "Jika istrimu mencintaimu lalu ada di mana dia sekarang?."


Elang baru ingat, kemanakah istrinya dia mengobrol begitu lama sampai lupa dengan istrinya sendiri.


"Lihat, kau sendiri saja kebingungan mencarinya. Apa ini yang di sebut cinta? kau sama sekali tidak memperhatikan nya untung saja tadi aku lihat." ucap Diana sengaja menjeda ucapannya.


"Kau lihat apa?." tanya Elang berusaha tetap tenang.


"Heh.. aku harap kau bisa bersabar setelah ini. Aku melihat istrimu bersama pria lain dan istrimu nampaknya telah meminum sesuatu karena terlihat berjalan sempoyongan." jawab Diana penuh dusta.


Elang terkejut namun di tahannya.


"Lalu dimana dia sekarang?, apa kau melihatnya juga?." tanya Elang penuh penekanan.


"Tentu saja, kau harus berterima kasih padaku setelah ini karena telah menunjukkan siapa istrimu yang sebenarnya." ujar Diana penuh percaya diri.

__ADS_1


__ADS_2