Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta

Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta
Bab 106


__ADS_3

"Tuan tunggu, kenapa menarik ku?." Melati melepaskan cekalan dari tangan Rey saat di luar.


"Jadi kau lebih ingin terus di goda oleh mereka." kata Rey ada benarnya.


"Em.. tidak juga." jawab Melati cengengesan.


"Tapi tuan, kau kan belum mencoba baju nya." kata Melati menghentikan langkah Rey yang ingin masuk mobil.


"Aku tidak perlu mencoba, memakai baju apapun aku tetap tampan." ucap Rey memuji diri sendiri.


"Hihh.. sombongnya, tapi memang iya sih!."


Rey hanya tersenyum tipis, kemudian memasuki mobil.


"Eh! tunggu aku belum selesai bicara." Melati ikut masuk mobil tapi malah duduk di belakang membuat Rey kesal.


"Hey, kenapa kau malah duduk di belakang memangnya aku supirmu." ujar Rey kesal.


"Tuan nih bagaimana sih, kau kan memang supir kan kau yang mengemudi." jawab Melati polos.


Rey menahan kesal sampai hidungnya kembang kempis, gadis ini membuat kesal namun membuat rindu juga.


"Melati, duduk di depan atau aku akan menodaimu sebelum akad di mobil ini juga." ancam Rey menakut-nakuti Melati.


"Eh! jangan, tapi memangnya kau berani melakukannya di sini." Melati malah menantang Rey yang membuat Rey gerah akan kelakuannya.


"Kenapa aku tidak berani? jadi kau mau kita melakukannya sebelum akad baiklah bersiap-siap lah." ucap Rey tersenyum smirk sambil melonggarkan dasinya.


"Eh! iya iya aku pindah." Melati menjadi takut dengan segera dia berpindah tempat duduk tanpa keluar mobil jadi dia melangkah sambil menunduk.


"Sudah, ayo jalan!."


Kemudian Rey melajukan mobilnya keluar dari butik itu.


Diperjalanan Melati bertanya sesuatu yang mengganjal di hatinya.

__ADS_1


"Tuan, apa ibu tuan menyukaiku?"


"Kalau dia tidak menyukaimu tidak mungkin dia akan pulang dan langsung menentukan pernikahan ini." jawab Rey menatap lurus jalanan.


"Jadi ini beneran serius aku akan menikah denganmu." Melati masih tidak percaya jika impiannya menikah dengan majikannya sendiri akan terwujud.


"Iya, kenapa kau tidak mau?." kata Rey memancing.


"Ah, tentu saja aku mau kau kan tau dari dulu aku mengejarmu aku juga menyukaimu hanya saja aku masih heran kenapa ibumu bisa langsung menyuruh kita menikah." Melati berfikir karena dia tidak tau ibu Rey tapi sekali ibu Rey datang langsung menikahkannya dengan anaknya.


"Kau tidak tau saja, ibuku di sana sudah lama mengawasimu jadi dia sudah yakin denganmu." jawab Rey tersenyum tipis.


"Oh... begitu aku diawasi se-jak kapan?." Melati was-was sendiri.


"Sudahlah kau tidak perlu tau."


"Lalu bagaimana dengan orangtuaku? mereka juga kan harus tau."


"Itu sudah ada dipikiran ibuku, nanti juga orang tuamu akan mengabarimu." jawab Rey santai.


"Satu lagi aku ingin tanya? kau merasa terpaksa tidak menikah denganku." tanya Melati hati-hati karena ini menyangkut urusan perasaan.


"Kenapa kau bicara begitu?." tanya Rey.


"Karena aku takut kau terpaksa menikah denganku hanya karena aku menginginkanmu dan ibu mu merestui, aku tidak ingin cinta ini bertepuk sebelah tangan dan kau tidak bahagia denganku." ucap Melati lirih sambil menunduk.


Rey menyentuh dagu Melati dan mengangkatnya, "Melati, lihat aku!."


Melati pun menatapnya.


"Apa kau pernah melihat aku tersenyum sebelumnya."


"Tidak, kau sangat kaku." jawab Melati jujur.


"Apa kau pernah melihat aku membawa wanita?."

__ADS_1


"Tidak, tapi aku tidak tau jika diluar sana kau membawa atau tidak." jawab Melati ada benarnya juga karena dia tidak 24 jam bersama Rey.


"Apa perlu aku buktikan jika aku mau menikah denganmu?"


"Ya... perlu."


"Dengan cara apa?."


"Kenapa kau tanya aku, ya dengan caramu bagaimana sih!" Melati kesal karena Rey malah berbelit-belit.


Rey terkekeh melihat Melati yang kesal, "Aku sendiri juga tidak tau, yang aku rasa aku tidak bisa menolak dirimu dan pernikahan ini."


"Kenapa begitu? itu jawaban yang masuk akal kah!." kata Melati bingung.


Rey hanya menggedikkan bahunya.


"Itu berarti kau tidak mencintaiku."


"Bukan tidak, tapi belum."


"Hem.. baiklah awas saja jika aku sudah lelah mengejarmu maka jangan salahkan aku jika aku ada yang menginginkanku." kata Melati kesal sekali dengan Rey.


Rey langsung bereaksi mendengar kekesalan Melati dia menatap Melati dengan serius, tangan kekarnya menyentuh lengan Melati dengan kuat.


"Tolong jangan lakukan itu, maafkan aku. Aku memang bukan pria romantis tapi aku akan belajar untuk mencintaimu karena sejujurnya aku merasakan sesuatu yang berbeda darimu. Kau merubah hidupku kau juga merubah hari-hari ku tolong jangan lakukan itu. Melati." ucap Rey panjang lebar.


Ucapannya sangat tulus dari dasar hati sehingga Melati mendengarnya dengan sangat serius dan dia hanya bisa menjawab dengan anggukan.


Rey memang belum pernah mencintai dan belum pernah jatuh cinta, banyak gadis yang mengejarnya namun Rey sangat acuh dan tidak peduli karena dia di didik oleh ayahnya dengan sangat keras, baru Melati gadis yang mengejarnya berhasil membuat Rey meliriknya dan merubah hidupnya.


Rey tersenyum melihat Melati yang mengangguk lalu dia memajukan wajahnya sedetik kemudian Rey mencium kening Melati dengan khidmat, Melati pun memejamkan matanya merasakan ketulusan dari pria kaku ini.


"Terimakasih, kau sudah mau mengerti aku berjanji akan menyayangimu seumur hidupku dan menjadikanmu ratu di hatiku." ucap Rey kemudian.


Melati bengong tak bisa berkata-kata jantungnya terus berdegup kencang, dirinya sungguh terpesona akan sikap Rey yang begitu romantis menurutnya, jika di animasi kan mungkin terdapat banyak bunga bermekaran disekitarnya dan Melati juga tidak menyangka jika Rey belum pernah jatuh cinta sebelumnya juga merasa bangga karena dia gadis yang satu-satunya yang telah berhasil melakukan nya.

__ADS_1


'Semoga aku bisa tidur malam ini, oh Tuhan sungguh hatiku berbunga-bunga sekali dia benar-benar pria idamanku.' ucap Melati dalam hati sambil senyum-senyum sendiri.


Rey pun kemudian kembali melajukan mobilnya untuk mengantar Melati pulang kembali ke rumah besar Elang sambil terus menyunggingkan senyumnya yang khas.


__ADS_2