Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta

Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta
Bab 116


__ADS_3

"Woy, kalian berdua kenapa bengong saja dari tadi?." tanya Rama teman Raka dan Angga.


"Sepertinya aku sedang jatuh cinta." jawab Angga tersenyum sendiri.


"Kau jatuh cinta, aku pun sama." timpal Raka.


Rama mengernyit, "Kalian kompak sekali jatuh cinta bersamaan. Jangan-jangan perempuan yang kalian suka sama lagi." ucapnya membuat Raka dan Angga menoleh bersamaan.


"Siapa gadis yang kau suka Ka?." tanya Angga pada Raka dengan menyipitkan matanya.


"Aku menyukai salah satu mahasiswi baru itu." jawab Raka.


"Jangan bilang kau juga menyukai salah satu dari mahasiswi baru itu." lanjut Raka menebak dengan benar.


"Iya, aku memang menyukai salah satu dari mereka." jawab Angga, hati mulai tidak karuan pasalnya dia baru merasakan yang namanya benar-benar jatuh cinta.


"Waduh jadi kalian beneran nih jatuh cinta dengan gadis yang sama." Rama mengira tebakannya benar.


"Jadi siapa yang kau suka?." Angga bertanya dengan tatapan tajamnya pada Raka.


Dia tidak mau jika harus bersaing dengan sahabat nya sendiri.


"Aku menyukai gadis yang bernama Melati, entah kenapa dia menarik perhatianku. Meski banyak para gadis yang mau denganku tapi hanya dia yang mampu menggetarkan hati ini hanya dalam pertemuan pertama." jawab Raka sambil membayangi Melati dengan tersenyum.


Angga bernafas lega, karena wanita nya berbeda.


"Hah.. hampir saja aku memukulmu Ka,." ujar Angga.


"Jadi kau menyukai Hafsa?." tebak Raka


"Benar.


Iya, dia benar-benar membuatku terpesona pada pandangan pertama." kata Angga membayangkan Hafsa.


"Kau benar, meski banyak para gadis cantik di sana tapi entah kenapa hatiku malah terpikat padanya." tambah Raka ikut membayangkan Melati.


Kini Raka dan Angga duduk sebelahan sambil menyangga kepalanya dengan tangannya, tapi pikiran nya melayang pada dua gadis yang baru bertemu.


"Hey, kalian membayangkan para gadis itu, bagaimana kalau ternyata mereka sudah punya kekasih atau bahkan sudah punya suami." ujar Rama mengingatkan.


Seketika langsung membuat Angga dan Raka terbangun dan terduduk tegak.


"Hey, kenapa kau malah bicara begitu?" kata Angga.


"Kau tak mendukung temanmu kah?." lanjut Raka.

__ADS_1


Raut wajah mereka berdua menandakan kekesalan pada Rama sehingga membuat Rama ciut juga.


"Sabar sabar aku kan hanya bicara saja kenapa kalian jadi sewot begitu.?." ucap Rama ingin tertawa karena perkataan nya di bawa serius oleh mereka.


"Tapi.. jika memang mereka sudah punya, aku akan tetap mengejarnya sebelum janur kuning melengkung." ucap salah satu dari mereka dengan serius.


"Kau serius dengan ucapan mu Ka,?"


"Tentu saja."


Rama hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala tak lagi menanggapi dua orang yang sedang jatuh cinta itu.


Sedang asyik dalam pikiran masing-masing tiba-tiba ponsel Raka berdering sehingga mengagetkannya.


"Ka telfon tuh!" ujar Rama.


"Iya aku tau." jawab Raka sedang Angga hanya tersenyum.


"Hallo!"


"Raka... cepat pulang bantu ibu dan kakak mu di sini." ucap suara di seberang sana begitu nyaring hingga Raka menjauhkan telinga dari ponselnya.


"Siapa ka?." tanya Angga.


"Memangnya ada apa? kenapa Raka harus pulang?." tanya Raka seolah tidak tau.


"Hey, kau jangan pura-pura tidak tau atau lupa yah! kakak mu sebentar lagi akan menikah dan kau harus ikut andil." ujar ibu Raka dengan nada sedikit tinggi.


"Bu, itu kan kakak yang akan menikah kenapa aku yang repot." balas Raka kesal.


"Oo... jadi kau mau di coret dari KK dan tidak mendapatkan apa-apa." ucap ibunya mengancam dengan wajah yang sinis.


Raka langsung bereaksi, wajahnya pias menunjukkan kepanikan, dirinya takut juga jika tidak dapat warisan.


"Eh iya Bu maaf, baiklah aku akan kesana sekarang." katanya kemudian pasrah.


"Nah! bagus ibu tunggu sekarang juga." Ibunya langsung menutup telfonnya sepihak membuat Raka mengomel sendiri.


Angga dan Rama yang melihat temannya menggerutu seperti itu menjadi penasaran.


"Ada apa ka? kenapa dengan ibumu?." tanya Angga.


"Ibuku menyuruhku pulang, karena aku harus membantu kakakku yang akan menikah sebentar lagi." jawab Raka cuek.


"Wah... kesempatan bagus nih! bisa makan gratis." timpal Rama semangat.

__ADS_1


"Betul tuh, harusnya kan kau senang." lanjut Angga malah melihat Raka yang cuek.


"Yah.. bukannya aku cuek cuma... sedikit iri saja sama kakak ku yang sempurna itu." kata Raka.


"Iri.., memang nya sesempurna apa kakak mu, selama ini aku belum pernah melihat kakak mu." kata Angga penasaran.


"Kakak ku itu selain tampan, dia cerdas, dia kaya dia juga seorang sekretaris dari perusahaan hebat." jelas Raka.


"Wihh keren tuh, jadi penasaran." timpal Rama.


"Kalian lihat lah nanti, sekarang aku pulang dulu, sebelum ibu ku mengomel lagi ." ucap Raka mengakhiri pembicaraan nya.


"Ya sudah pulang lah." jawab Angga dan Rama mengangguk.


*****


Pada malam hari saat Rey mengantar Elang, Rey tidak langsung pulang karena akan menjemput Melati untuk bertemu seseorang di apartemen nya.


"Sukses lah, aku duluan." ucap Elang tersenyum.


"Terimakasih tuan!." jawab Rey penuh hormat.


Elang sudah pasti mengetahui maksud Rey hanya saja dia tak mau banyak tanya.


Masuklah Rey kedalam dan menuju rumah belakang lalu bertemu dengan bi Rum.


"Selamat malam tuan." sapa bi Rum.


"Selamat malam bi, apakah Melati sudah pulang?." tanya nya datar.


"Sudah tuan, dia sekarang berada di kamarnya." jawab Bi Rum.


"Baiklah terimakasih bi." ucap Rey dan bi Rum hanya mengangguk.


Rey berjalan perlahan menuju kamar Melati saat sampai dia ketuk pintu itu namun tak ada jawaban saat dia memegang kenop pintu ternyata tidak di kunci dia pun masuk diam-diam dan menutupnya kembali.


Bertepatan saat Rey masuk, Melati keluar dari kamar mandi rupanya gadis itu baru saja selesai mandi dan sekarang hanya mengenakan handuk saja, handuknya pun mini sekali hanya sebatas paha jadi terlihat lah kaki yang jenjang dan putih bersih.


Rey menelan saliva nya saat melihat Melati yang hanya memakai handuk saja seketika membuat naluri lelaki nya berfikir liar.


Melati tidak menyadari kedatangan Rey dia malah sibuk dengan dunia nya sendiri dengan santai nya Melati memakai hand body di depan Rey.


Rey malah diam terpaku melihat pemandangan indah di depannya. Rey bahkan tidak mengedipkan mata sama sekali.


Saat sudah selesai Melati berdiri dan alangkah terkejutnya dia mendapati ada Rey di dalam kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2