Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta

Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta
Bab 119


__ADS_3

Ke esokkan harinya Rey membawa keluarga Melati untuk datang ke rumah utama Rey karena mereka akan membicarakan tentang pernikahan anak-anak mereka.


Bu Mala sudah di beri tahu Rey bahwa mereka akan datang jadi dia sudah mempersiapkan kedatangan mereka.


"Raka... cepat sebentar lagi mereka akan tiba." panggil Mala pada anak lelakinya.


"Iya Bu.." Raka mendekati ibu nya dengan penampilan yang sudah rapih.


"Nah! itu pasti mereka. Ayo kita sambut." ujar Mala begitu senang.


Raka menghembuskan nafas pelan, "Kenapa aku jadi ikut repot juga?." gumamnya pelan mengikuti langkah ibu nya.


Mala membuka pintu dengan tersenyum lebar menampakkan gigi nya yang rapih dan putih.


Orang yang di tunggu-tunggu nya akhirnya datang juga.


"Selamat pagi ibu." sapa Rey pada ibu nya.


"Pagi nak..!" Mala membalasnya dengan memberikan pelukan.


"Assalamualaikum." ucap Melati dan orang tua nya bersamaan.


"Waalaikum salam." balas Mala tersenyum lebar.


"Akhirnya kalian sampai juga, aku sudah menunggu kedatangan kalian dari kemarin." kata Mala menyentuh tangan Melati dengan sayang.


Dan mereka hanya tersenyum, merasa sangat segan sekali dengan ibu Rey, Melati juga tidak menyangka jika rumah utama Rey ternyata sama besarnya dengan rumah Elang.


Lalu tiba-tiba Raka datang menyusul ibunya.


"Bu...!" Raka begitu terkejut saat melihat seseorang di depannya.


"Oh iya perkenalkan ini Raka adik satu-satunya Rey." ucap Mala memperkenalkan Raka pada yang lain.


Melati menautkan alisnya tak menyangka jika dia satu kelas dengan calon adik iparnya.


"Raka kenalkan ini Melati dan orang tuanya. Melati ini adalah calon kakak ipar mu dia calon istri kakak mu Rey." jelas Mala membuat Raka terdiam seribu bahasa.


Sett... ada sesuatu yang sakit tapi tidak berdarah yang saat ini di rasakan oleh Raka karena ternyata gadis yang pertama kali membuatnya jatuh cinta ternyata sudah menjadi milik kakaknya.


"Jadi.. kau adiknya kak Rey. " ucap Melati menunjuk Raka.


"I-iya." jawab Raka gugup.


"Kau tidak bilang jika kau punya adik, kau tau dia ini sekelas denganku." seru Melati menatap Rey.


"Jadi... dia sekelas denganmu." Rey bingung karena dia sendiri pun baru tau jika adiknya masuk ke jurusan yang sama dengan Melati.

__ADS_1


"Hah.. jadi kau tidak tau kasihan... sabar ya Raka." kata Melati dengan wajah memelas pada Raka.


"Eh sudah-sudah malah jadi mengobrol di sini. Ayo masuk!." Mala akhirnya menyuruh semua masuk ke dalam.


"Ayo duduk!." Mala juga mempersilahkan semuanya untuk duduk di ruang tamu yang sangat luas.


Lagi-lagi Melati dan orang tuanya dibuat kagum dengan keadaan di dalam rumah karena di dalam pun tidak kalah mewah dan indahnya.


"Bi... siapkan minuman untuk mereka." perintah Mala pada pelayan.


"Baik nyonya."


"Terimakasih nyonya, kami jadi merepotkan." ucap ibu Melati sungkan.


"Jangan panggil nyonya kita kan akan menjadi besan panggil Mala saja." kata Mala.


"Ah, jangan kami tidak enak." tolak ibu Melati sangat sungkan.


Tak berapa lama pelayan datang membawa minuman serta cemilan dan menyajikannya di meja depan mereka. Lalu kemudian pergi.


"Silahkan di minum Bu, pak, Melati." ucap Mala menunjuk minuman di depannya.


"Terimakasih." jawab mereka yang di sebut Mala serempak sambil tersenyum.


"Oh iya jadi bagaimana? kapan acara pernikahan nya akan berlangsung." tanya Mala langsung pada intinya.


"Jadi Rey kapan kalian akan menentukan?." kini Mala bertanya pada Rey, sebenarnya dia juga bisa saja memutuskan hanya saja dia sangat menghargai keputusan utama dari anaknya.


"Emm... kebetulan aku sudah memikirkan nya dua hari lagi aku akan menikahi Melati." jawab Rey mantap.


Hahh


"Wah itu ide bagus nak, lebih cepat lebih baik ibu setuju. Bagaimana Bu, pak?." tanya Mala pada orang tua Melati.


"Kami juga setuju." jawab ibu di angguki ayah.


Sedang Melati hanya tersenyum malu dia menunduk karena Rey terus melihatnya tanpa berpaling dengan senyum yang sangat manis yang mampu meluluhkan jiwa ini.


Jangan lupa kan Raka yang kini menangisi nasibnya karena gadis yang di cintai nya karena sebentar lagi akan menjadi kakak iparnya.


'Sial sekali ternyata Melati adalah kekasih kakak ku sendiri. Jangan-jangan Hafsa sudah punya suami lagi.' ucapnya membatin dan menebak sendiri.


"Jadi selama acara itu akan di proses, kalian tinggal lah disini untuk beberapa hari ke depan sampai acara selesai." tutur Rey menatap orang tua Melati.


"Bagaimana Bu , yah apa kalian mau tinggal disini?." tanya Rey lagi.


"Em... Ya sudah tidak apa-apa, lalu Melati bagaimana?." jawab ibu.

__ADS_1


"Melati akan kembali ke rumah tuannya sampai aku membopongnya kesini." jawab Rey tersenyum melihat Melati.


"Oh.. ibu kira Melati juga akan tinggal di sini." ujar ibu sepertinya merasa tidak enak sendiri.


"Jika Melati tinggal disini, aku takut jika Rey tak dapat menahan jadi lebih baik di pisahkan saja dulu." jelas Mala menggoda Rey.


Rey hanya tersenyum.


"Dan kau akan merayakan nya dimana?." tanya Mala lagi menatap Rey.


"Rencana ku kami akan menikah di hotel dan biar orang-orang ku yang akan mengurus semuanya." jawab Rey lagi.


"Waw... kau memang anakku yang hebat Rey. Pokoknya buat pesta semeriah mungkin ya nak." sambung Mala begitu antusias.


Betapa tidak, karena semenjak suaminya meninggal dia jadi kesepian Rey dan Raka sibuk masing-masing dan setelah mendengar berita jika Rey sudah punya kekasih dia sangat senang sekali apalagi akan segera menikah dan yang paling dirinya tunggu adalah mempunyai cucu.


"Sepertinya pembahasan kita sampai sini dulu, lebih baik sekarang kita makan dulu, pelayan pasti sudah menyiapkan nya." ucap Mala mengakhiri acara mengobrol nya.


"Ayo ayah ibu kalian pasti lapar." sambung Rey mengajak mertua nya.


"Terimakasih kami tidak enak sekali." kata ibu salah tingkah karena mempunyai menantu yang kaya dan tampan seperti Rey.


Mereka pun beranjak pindah ke tempat makan di sana sudah di hidangkan beberapa menu spesial dan istimewa yang pasti menggugah selera.


"Ayo silahkan duduk." titah Mala mereka pun duduk manis di tempat masing-masing.


"Ayo silahkan jangan sungkan-sungkan."


Pelayan membantu orang tua Melati untuk menyendok makanan nya melalui isyarat nyonya karena terlihat mereka sangat sungkan sekali.


"Raka, kau juga makan jangan terus melihat ke arah Melati." ucap Mala membuat Raka terkejut sesaat karena ter ciduk memandangi Melati.


"Hey, kau jangan berani menatap calon istriku, carilah wanita mu sendiri." seru Rey menatap datar pada Raka.


Raka tak menjawab hanya mencebikkan bibirnya saja lalu fokus pada makanan nya.


"Melati, tante dengar kau pandai memasak."


"Em.. tidak pandai-pandai juga sih Tante." jawab Melati dengan malu-malu.


"Dia pandai sekali Bu Mala apa lagi jika membuat kue dia jagonya." ibu ikut menimpali membuat Melati tersenyum kikuk.


"Benarkah, setelah ini kita akan membuat kue bersama ya sayang." ajak Mala kemudian.


"Em.. iya Bu."


"Ya sudah ayo kita makan."

__ADS_1


Mereka pun makan dengan lahap tak ada suara hanya suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring.


__ADS_2