
tok tok tok
"Ini aku Melati tuan, tadi katanya tuan ingin bertemu denganku?" teriak Melati dari luar sengaja supaya yang didalam mendengar.
Pintu pun terbuka menampakan pria tegap nan tinggi dengan wajah datarnya. Sedangkan Melati memasang wajah tersenyum yang tak henti-hentinya.
"Tidak usah berteriak aku tidak tuli, masuk." katanya lalu masuk kembali tanpa menatap Melati sedikitpun.
Melati pun mengikuti kedalam dan menutup pintunya.
"Ada apa tuan? apa tuan rindu padaku?" dengan gamblangnya Melati berceloteh membuat Rey bereaksi.
"Aku tidak rindu padamu, tapi aku ingin memberi hukuman padamu karena kau telah membuat nona muda terlambat pulang sehingga harus dihukum oleh tuan muda." ucapnya menatap Melati dengan serius.
Yang diajak bicara malah bengong sambil terus menatap pria tampan itu.
"Hey, kenapa kau diam? dan malah menatapku seperti itu. Apa kau sedang menentangku?" ujar Rey lagi merasa risih dengan tatapan Melati.
__ADS_1
"Wah... akhirnya setelah aku berdzikir siang malam berdoa supaya tuan Rey menatapku terkabul terimakasih tuhan." Rey terperangah dengan penuturan gadis didepannya ini, bisa-bisanya dia sama sekali tidak takut dan malah seantusias itu ditatap olehnya.
"Kau benar-benar tidak takut aku hukum." Rey pun menyeringai tipis untuk pertama kalinya terhadap seorang gadis.
"Tidak tuan, tuan tampan untuk apa aku takut. Asal tuan tidak memecatku hukuman apapun aku terima jika itu... bersama tuan." Melati pun tersipu malu dengan kata-katanya sendiri.
Rey tersenyum tipis sangat tipis sehingga tidak terlihat oleh Melati bahwa hatinya merasa tergelitik karena baru kali ini ada seorang gadis yang secara gamblang didepannya mengatakan bahwa ia tampan padahal memang banyak yang mengatakan dia tampan tapi entah kenapa rasanya berbeda saat yang mengatakan itu Melati.
"Sebelum itu, apa kau bisa berenang ?" tanya Rey datar.
"Bisa tentu saja bisa, aku ini juara lomba renang tingkat RT dikampung ku." dengan bangganya Melati berucap.
'Wah apa dia mau mengajak aku mandi bersama yah! ah Melati pikiranmu itu, tidak mungkin lah' pikiran kotor terlintas begitu saja diotak gadis itu membuatnya memukul pelan kepalanya lalu tersenyum lagi.
'Apakah setelah melihat hukumanmu kau masih bisa tersenyum seperti itu' kata Rey dalam hati.
*****
__ADS_1
Sampailah ditempat tujuan yaitu kolam renang, Melati tercengang melihatnya betapa tidak kolam renang yang bersih dan jernih tiba-tiba kotor dengan banyak tumpukan sampah dan itu dilakukan memang dengan sengaja.
Karena Rey telah menyuruh pelayan lain untuk mengotori kolam renang itu.
"Sekarang kau lihat kotor sekali bukan, sekarang kau bersihkan itu tetapi... dengan tanganmu sendiri." ucapnya menatap Melati dengan tersenyum tipis.
"Tuan, tapi ini seperti sengaja dikotorkan." kata Melati mencoba bernegosiasi.
"Mau sengaja ataupun tidak, kau harus tetap membersihkannya dalam waktu 1 jam jika tidak selesai dalam waktu itu maka aku akan menambah hukumannya. Kau mengerti." Rey tersenyum puas dalam hati melihat wajah Melati yang memelas.
"Baiklah, akan aku kerjakan." Melati mengangkat tangannya keatas untuk menyemangati dirinya sendiri membuat Rey semakin tertantang.
"Ayo Melati semangat demi mengejar hati seseorang." teriak Melati seperti sengaja dia pun menceburkan diri ke kolam itu sehingga bajunya basah kuyup.
Dengan semangat Melati mengambil sampah-sampah itu sambil mencelupkan diri sekalian mandi katanya.
Melati justru senang bukannya sedih dia jadi asik bermain air seperti anak kecil.
__ADS_1
Sedangkan pria yang berdiri didepannya terbengong sendiri dengan apa yang dia lihat tanpa sadar dia memandangi Melati dengan bibir tertarik keatas.