
Di sebuah ruangan yang begitu luas didekorasi dengan sangat indah bernuansa manly sangat terkesan karismatik.
Disebuah ranjang king size nampak tertidur seorang wanita dengan sangat nyaman di baluti selimut tebal yang halus menambah kesan tenang untuk merilekskan tubuh.
Dan disampingnya seorang pria tengah duduk sambil memandangi wanita yang sedang tertidur itu.
Pria itu terus tersenyum sambil memandangi wajah ayu nan manis milik wanita itu karena wajah wanita itu terarah padanya.
Beberapa menit kemudian wanita itu menggeliat dengan menampakkan senyum alami sehingga membuat pria yang memandanginya semakin terpesona.
"Kau sudah bangun cantik." ucap pria itu.
Wanita itu terkesiap diam saat mengenali suara pria asing namun bukan suaminya lalu diapun menoleh dan semakin terkejut.
"Satria."
"Iya sayang ini aku Satria." ternyata pria itu Satria, dia mendekati wanita itu yang tak lain adalah Hafsa istri Elang Rahardian.
Hafsa mengedarkan pandangannya dia menemukan bahwa dirinya bukan dikamar suaminya lalu dia melihat pakaiannya yang juga bukan pakaiannya.
Namun dia segera menutupi setelah tau bahwa pakaian itu sangat tipis, lalu siapakah yang mengganti pakaiannya.
__ADS_1
"Kenapa aku bisa ada disini? dan kenapa kau ada disini?". tanya Hafsa dengan raut wajah bingung.
Satria tersenyum, "Kau berada di rumahku dan ini kamarku." jawabnya enteng.
Hafsa memukul kepalanya sendiri demi untuk mengingat kejadian kemarin yang dialami dirinya.
"Apa kau yang menculikku?" Hafsa mengingat bahwa dirinya ternyata diculik.
Satria terkekeh, "Aku menculikmu, tidak. Lebih tepatnya aku mengambil apa yang sudah jadi milikku." lanjutnya tersenyum smirk.
Hafsa mengernyitkan alisnya bingung, "Apa maksudmu?".
"Ya tentu saja kau adalah milikku, jadi kau seharusnya ada disini." ucap Satria menyentuh dagu Hafsa.
Mendengar kata Elang disebut membuat darah Satria naik dia lalu melempar vas bunga yang berada di nakas hingga pecah dan itu membuat Hafsa sangat terkejut.
"Jangan menyebut nama pria lain didepanku, ingat kau adalah milikku hanya milikku." ucap Satria dengan penekanan.
"Satria kau ini sudah gila yah, Elang itu temanmu dan aku adalah istrinya." ucap Hafsa dengan nada tinggi.
"Ya aku memang sudah gila, aku tergila-gila padamu dan Elang dia bukan temanku dan asal kau tau aku sangat membencinya." balas Satria dengan nada tinggi di awal.
__ADS_1
Mendengar suara Satria yang sangat keras membuat Hafsa meringsut mundur dia ketakutan karena pria yang saat ini bersamanya seperti bukan Satria yang dia kenal sebelumnya. Satria yang dia kenal meski genit namun tidak kasar tapi yang sekarang Satria seperti manusia yang kejam dan memiliki tempramen buruk.
"Sudah yah sayang, aku tidak ingin membuatmu takut jadi lebih baik kau turuti kataku. Ceraikanlah Elang dan menikahlah denganku." ucap Satria kemudian.
"Tidak, aku tidak mau menikah denganmu Satria." jawab Hafsa memelas.
Satria mengepalkan tangannya lagi-lagi mendengar penolakan dari wanita yang dicintainya.
Satria tak tahan dia mendekati Hafsa kemudian menarik selimut yang sedari tadi menutupi tubuh Hafsa. Lalu terpampang lah tubuh mungil dengan lekukan yang indah dan mulus karena ternyata Satria memberikan pakaian dres yang sangat tipis dan pendek diatas lutut.
Hafsa terkejut reflek dia mengambil bantal untuk menutupi bagian tubuh yang terlihat tapi lagi-lagi Satria merebutnya dan membuangnya sembarang.
Satria dengan senyum miringnya dia merangkak maju mendekati Hafsa yang sudah ketakutan.
"Kau mau apa Satria? jangan dekat-dekat." kata Hafsa satu tangan menghadang Satria.
"Aku ingin melakukan yang seperti Elang lakukan padamu." ucap Satria.
Tanpa aba-aba Satria menarik kaki Hafsa sehingga membuatnya berbaring dan Satria segera mencekal kedua lengan Hafsa dan menaruhnya di atas kepala.
"Satria ku mohon jangan lakukan ini, aku tau kau orang baik jangan lakukan ini." mohon Hafsa dengan berlinang air mata.
__ADS_1
Satria terdiam melihat air mata yang turun dipipi Hafsa dia jadi teringat seseorang.