
Elang dan Hafsa sudah kembali diner mereka namun bukan kembali ke penginapan Elang mengajak Hafsa ketempat pemandian air panas yang tersedia di penginapan itu.
"Kak Elang kita mau kemana seingat ku ini bukan tempat ke kamar kita." kata Hafsa yang bingung.
"Memang bukan, kita akan berendam." jawab Elang santai.
"Hah.. berendam." Hafsa sampai terkejut.
"Tapi kak ini sudah malam buat apa kita berendam."
"Sudah kau diam saja dan nikmati." kata Elang sambil mengerlingkan matanya.
Hafsa jadi curiga jika Elang sudah seperti itu dia jadi memutuskan untuk kabur darinya.
"Kak Elang sepertinya aku meninggalkan sesuatu dikamar aku ambil dulu yah.!" kata Hafsa namun Elang menarik tangannya.
"Kau jangan beralasan istri kecilku, mau dimana pun tempatnya tetap saja kau akan habis olehku." bisik Elang tersenyum smirk.
Benar juga dimana pun tempatnya dia pasti akan kena juga jadi untuk apa kabur.
Hafsa jadi menunduk pasrah membuat Elang tersenyum gemas.
"Ayo masuk." Elang menarik lembut tangan Hafsa.
Saat masuk Hafsa begitu terpesona dia kagum dengan keindahan tempat ini.
"Wah ini lebih bagus dari kamar yang tadi, tapi dimana tempat pemandiannya ini hanya seperti kamar saja." kata Hafsa karena katanya tempat pemandian tapi yang dia lihat sama saja kamar.
"Kau tidak lihat itu." tunjuk Elang pada jendela yang transparan dan tirai jendela nya beterbangan tertiup angin.
"Dan malam ini kita tidur disini." lanjut Elang.
"Hahh! kenapa?" tanya Hafsa.
__ADS_1
"Karena aku suka tempat ini." jawabnya santai.
"Ini pasti mahal, kau mudah sekali mengeluarkan uang." kata Hafsa sedikit khawatir.
"Kau tenang saja, biaya untuk kita disini tidak akan membuat aku bangkrut yang penting istri kecilku ini bisa menikmatinya." kata Elang.
"Sombong sekali aku doakan kau makin kaya." ucap Hafsa dan Elang tersenyum mendengarnya.
"Kau lucu juga aku kira kau akan mendoakan ku yang buruk." kata Elang tersenyum lucu.
"Ucapan adalah doa, jadi aku tidak mau sembarangan mendoakan yang buruk apalagi untuk suamiku."
"Terimakasih." sambil mengelus lembut rambut Hafsa.
"Ayo aku tunjukan tempat berendam nya." ajak Elang kemudian dan Hafsa menurut.
Elang kemudian membawa Hafsa menuju jendela itu dan membukanya, Hafsa melebarkan matanya saat melihat pemandangan didepannya.
Kolam renang yang luas yang sudah ditaburi kelopak bunga mawar berada diatas gedung tinggi yang disamping kanan kirinya dapat terlihat gedung-gedung tinggi dengan pencahayaan lampu yang indah jika dimalam hari.
"Hah kak Elang apa ini, apa kita tidak akan jatuh dan apa tidak ada yang mengintip." tanya Hafsa sambil melihat ke samping.
Elang tertawa dengan pertanyaan Hafsa, "Kau tenang saja, aku memilih tempat yang aman." kata Elang sambil melepas jas nya.
"Wah.. aku tidak menyangka manusia sekarang sangat pintar bisa membuat kolam renang di atas gedung. Pasti mereka yang bekerja di gaji besar." ucap Hafsa sambil berkeliling.
"Kau jangan bicara saja ayo turun tidak baik jika terlalu malam berendam." kata Elang dilihat dia sudah melepas semua pakaiannya hanya tinggal celana boxer saja.
"Hey, justru tidak baik jika berendam malam-malam kau sering melakukannya yah itu tidak baik." Hafsa mengomeli Elang.
"Tidak juga, aku melakukannya jika aku sedang mau dan lelah." Lalu Elang berjalan turun berbaring sambil meresapi kehangatan air yang beraroma mawar sangat harum hingga dia memejamkan matanya.
"Bukannya kau tau kebiasaan ku, mengapa kau heboh sekali." sambungnya lagi tanpa menatap Hafsa.
__ADS_1
"Hem.. tapi.."
"Kau tidak ingin turun aku pastikan kau akan menyesal jika tidak mencobanya." kata Elang yang sebenarnya merayu.
Awalnya Hafsa ragu namun karena Elang terus merayunya akhirnya dia ingin mencobanya.
Diapun melangkahkan kakinya namun saat kaki kanan masuk Elang langsung menyahutinya.
"Kau ingin berendam dengan memakai pakaian ini." Elang sampai bangun melihat istrinya yang masih berpakaian lengkap.
"Iya memang kenapa?" jawab Hafsa bingung.
"Lepas semua pakaianmu sisakan hanya pakaian dalam saja." kata Elang santai.
"Hah hanya pakaian dalam." sontak Hafsa terkejut.
"Kenapa kau malu? bukannya suamimu ini sudah mengetahui semua isi didalam pakaian itu." kata Elang tersenyum sinis.
"Iya juga untuk apa aku malu." lalu kemudian Hafsa melepaskan pakaiannya didepan Elang membuat Elang menahan nafasnya karena tentu saja itu sangat menggodanya dia pun memejamkan matanya untuk menahannya.
"Aku siap." Hafsa turun perlahan.
"Panas." mengangkat kakinya kembali.
"Ini tidak panas." kata Elang.
"Tidak apa-apa ayo aku bantu." lanjutnya dengan mengulurkan tangannya.
Terpaksa Hafsa menerimanya, lalu dengan sengaja Elang malah menariknya membuat Hafsa terkejut hingga tubuhnya jatuh di dada bidang Elang.
"Kak Elang kau sengaja yah." kata Hafsa mulai mencoba memberontak.
"jangan bergerak jika tidak ingin membangunkan juniorku." ucap Elang dengan pelan.
__ADS_1
Hafsa langsung terdiam, Elang tersenyum kemudian menaruh tubuh Hafsa di dadanya memeluk sambil berendam menikmati kehangatan air mawar itu.