
Tiga bulan kemudian
Hafsa sudah bekerja selama tiga bulan lamanya dengan tuan muda Elang sikap Elang pun perlahan berubah tidak kasar dan tidak mengerjainya lagi setelah tau Hafsa adalah seorang yang penyabar dan tekun dalam bekerja.
Maka dari itu Elang mulai menyukai kinerja Hafsa yang pantang menyerah pada dirinya sehingga bisa bertahan selama ini.
Nyonya Sinta sebentar lagi akan kembali dari dinasnya selama tiga bulan itu dia ingin cepat pulang untuk melihat kinerja pengasuh Elang langsung karena dia mendapat laporan dari Rey bahwa kali ini Elang tidak memecat pelayannya dalam waktu yang singkat.
Nyonya Sinta pun tentu senang mendapat laporan seperti itu maka dari itu dia ingin segera pulang dan melihat keadaannya sendiri.
Dan beberapa bulan ini juga seorang wanita telah kembali untuk menemui Elang untuk merujuk kembali hubungan mereka, tapi bagaimana tanggapan Elang apakah dia mau kembali dengan wanita yang pernah dicintainya itu.
Ting tong...
Terdengar suara bel pintu berbunyi pelayan segera membukakan pintu dan terlihat seorang wanita memunggunginya.
"Maaf, cari siapa yah?" tanya pelayan dengan sopan.
Wanita itu berbalik dan tersenyum sombong pada pelayan, tanpa menjawab dia langsung melengos masuk.
"Nona tunggu, nona mencari siapa?" pelayan itu mengejar wanita sombong itu.
"Hey, berhenti disitu. Aku ingin bertemu dengan Elang dimana dia?" wanita itu berkata dengan nada yang angkuh.
Memang wanita itu sangat cantik dan seksi tapi perangainya tidak sopan.
"Tuan muda ada dikamarnya nona. Dia sedang beristirahat." jawab sang pelayan menunduk karena tidak ingin terkena masalah.
Wanita itu tanpa berkata lagi langsung menuju tempat yang sudah diduganya,. membuat Pelayan itu menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Wanita itu berjalan perlahan menaiki tangga dengan senyum bangganya. Dan tak tau malu memasuki kamar tuan muda Elang tanpa mengetuk pintu.
Saat itu Elang sedang berbaring di ranjangnya hendak tidur dan hanya memakai boxser saja seperti biasa.
"Siapa itu?" Elang mendengar pintu kamarnya terbuka, siapa dia berani-beraninya masuk.
Wanita itu mendekat dan duduk diranjang Elang dengan memamerkan paha nya.
"Ini aku sayang, aku kembali!" wanita masa lalu Elang yang tega meninggalkannya disaat Elang terpuruk kini datang kembali dimalam hari tanpa diundang.
Elang terperanjat kaget untuk apa dia kembali?
"Kau, Diana untuk apa kau kembali?" tanya Elang dingin menatap lurus kedepan.
Wanita yang disebut namanya Diana oleh Elang itu berjalan mengitari ranjang dan duduk disamping Elang kemudian menyentuh tangan Elang tapi langsung ditepis oleh Elang.
"Sayang, aku tau kau masih marah padaku, tapi ketahuilah sayang bahwa aku sebenarnya masih sangat mencintaimu." ucap Diana dengan lirih.
"Apa kau lupa? kau dulu pernah meninggalkanku, aku ingin kau pergi dari sini dan jangan pernah muncul dihadapanku lagi." ucap Elang dengan menekankan setiap kata-kata nya tersirat ada rasa kebencian didalamnya.
"Elang, aku tau kau masih mencintaiku. Aku pun sama maafkan aku yang dulu aku khilaf. Aku mohon kembalilah padaku." Kata Diana memohon dengan terisak.
"Maafkan aku, aku salah seandainya aku dulu tidak terpedaya oleh lelaki itu mungkin kita sudah menikah sekarang dan kita berbahagia. Aku benar-benar wanita yang bodoh meninggalkanmu hanya untuk lelaki lain dan sekarang aku menyesal betapa aku sangat kehilanganmu dan ingin bersama denganmu lagi." sambungnya sambil terisak, dia yakin kali ini Elang akan luluh lagi padanya seperti sebelum-sebelumnya selalu memaafkan dan kembali lagi meski Diana melakukan kesalahan.
Tapi Elang hanya diam saja dirinya merasa jadi pria yang begitu bodoh selama ini karena telah membiarkan hatinya terluka beberapa kali oleh wanita yang sama, kini dia berfikir dia tidak ingin dipermainkan lagi.
Sudah cukup bagi dirinya mencintai wanita itu meski wanita itu sudah mendapat apapun yang dia inginkan dari Elang karena Elang dulu sangat mencintainya itu tidak masalah baginya karena harta menurutnya dapat dicari tapi cinta yang tulus tak dapat dicari.
Apalagi sekarang dia mendapatkan pengasuh yang tulus padanya dan mau mengurusnya selagi ibunya tidak ada.
__ADS_1
Jadi nama Diana lama kelamaan tersisih dari pikirannya karena dia tidak sempat memikirkan wanita itu.
"Dengar Diana, aku bukan pria bodoh yang dulu yang akan selalu memaafkan kesalahanmu dan kembali kepadamu lagi. Sekarang aku adalah Elang pria yang bisa melepaskanmu dan melupakan mu untuk selamanya. Camkan itu dan kau aku ingin pergi dari sini sekarang sebelum aku marah." ucap Elang dengan penuh penekanan masih mencoba sabar dalam menghadapi Diana yang penuh kepalsuan.
Diana tentu saja terkejut, apa kali ini dia telah kalah dalam menaklukan Elang atau Elang sudah mendapat tambatan hatinya sehingga mengabaikan dirinya.
"Elang, apa ada gadis lain yang menjadi penggantiku, tidak mungkin secepat itu kan!" kata Diana dengan mata berkaca-kaca tentu saja itu palsu.
Elang berfikir dia memang harus berkata kalau dia sudah mempunyai pengganti, tapi siapa? lalu dia teringat dengan pengasuhnya maka dengan lantang Elang berkata.
"Ya aku memang sudah mendapat penggantimu dan dia adalah pengasuhku sendiri dan dia tinggal disini bersamaku dan kami akan segera menikah." ucap Elang mantap tak ada keraguan dalam kata-katanya.
Diana lagi-lagi dibuat tak percaya dengan kenyataan yang ada apakah ini benar? kalau ini benar maka dia akan kehilangan pundi-pundi uangnya.
"Tidak, tidak mungkin. Kau akan menikah dengan seorang pengasuh aku tidak percaya kau pasti hanya ingin mengelabui ku kan." jawab Diana mendadak frustasi dia beranjak dari duduknya dan mondar-mandir tidak jelas.
"Iya kan Elang, kau hanya ingin mengerjaiku kan aku tau kau bohong aku tau selera mu tidak mungkin kau ingin menikah dengan penagsuh." kata Diana dengan suara agak keras sehingga sangat menganggu Elang.
"Cukup Diana, kau tidak pantas berteriak di kamarku kalau kau tidak percaya itu urusanmu yang penting aku berkata benar." tukas Elang tak mempedulikan ocehan Diana.
"Kalau begitu dimana wanita itu, aku ingin melihatnya jika dia ada disini." ucap Diana mencoba menahan emosinya.
"Baik, akan aku panggilkan dia tapi setelah kau melihatnya kau harus cepat pergi dari kediamanku " kata Elang tenang, padahal semua ini diluar dugaan bagaimana kalau Hafsa pengasuh Elang itu tidak mau.
Melalui interkom disamping nakasnya Elang memanggil Hafsa tapi pasti gadis itu bingung karena Elang memanggilnya berbeda.
Sementara Hafsa yang ingin merebahkan tubuhnya di kasur tidak jadi karena mendengar suara panggilan yang pasti dari tuan mudanya.
"Ada apa tuan muda malam-malam begini memanggilku?" gumamnya lalu menjawab panggilan itu.
__ADS_1