Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta

Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta
Bab 33


__ADS_3

"Aku sudah selesai tuan. Mari." Hafsa masuk kamar kembali ketika dari bawah dan Elang sudah terbaring di ranjangnya.


"Lama sekali, kau sengaja membuatku menunggu terlalu lama." ucap Elang dengan dingin.


"Tidak tuan, tuan kan tau sendiri jarak dari kamar tuan ke dapur itu sangat jauh apalagi kalau harus jalan kaki dan naik tangga dan itu setelah makan. Rasanya tuan sepertinya badan ini tidak akan gemuk kalau dilakukan setiap hari." adu Hafsa panjang lebar membuat Elang memutar bola mata jengah.


"Sudah diam, tidak usah banyak alasan cepat pijati aku." sergah Elang cepat karena malas mendengar ocehan istri rasa pelayannya.


"Baik tuan."


Dengan cekatan Hafsa memijat Elang mulai dari tangan kaki hingga punggungnya sampai Elang benar-benar tertidur.


Tak terasa sudah dua jam dirinya memijat suaminya, tangannya sudah kebas dan kram sudah tidak sanggup untuk memijat lagi.


"Lelah sekali, tapi dia melarangku untuk berhenti meski dia sudah tertidur." gumamnya seorang diri yang sudah melihat Elang tertidur pulas.

__ADS_1


"Ahh.. terserahlah aku lelah, lebih baik aku tidur." monolognya dengan parau tak mengindahkan kata Elang karena dirinya benar-benar sudah lelah dan menguap beberapa kali.


Matanya pun sudah beberapa kali terpejam hingga tanpa sadar gadis itu tertidur dengan kepala dipunggung Elang.


*****


Sudah hampir larut malam Melati masih diruangan kerja tuan Rey sedangkan pria itu masih fokus dengan pekerjaannya sambil sesekali tanpa sadar sudah memakan kue dan minuman yang disediakan Melati hingga habis.


Sedangkan Melati kepalanya beberapa kali terantuk meja saat rasa kantuk menguasainya karena tak tahan diapun tertidur dilantai dengan kepala bersandar ke dinding.


Saat dirinya mendongak dan ingin mengambil minum tapi ternyata sudah habis dan kuenya pun sudah habis.


"Ternyata sudah habis, nikmat juga kue buatannya." gumamnya tersenyum tipis tanpa sadar, lalu sekejap kemudian dia menggelengkan kepalanya.


Rey pun bangun dari duduknya kemudian matanya teralihkan pada sosok gadis yang sedang bersandar didinding, diapun berjalan perlahan untuk mendekatinya tapi gadis itu seketika ingin ambruk karena kepalanya terus kebawah secepat kilat Rey berlari menyanggah kepala itu dengan tangan kekarnya sebelum mencium lantai.

__ADS_1


"Untung saja aku cepat." gumamnya menghela nafas kemudian.


Lalu Rey merapikan rambut Melati yang menutupi wajahnya kebelakang telinga dan tanpa sadar memandangi wajah Melati dengan intens.


"Ternyata kau cantik juga." ucapnya pelan dengan bibir tertarik keatas membentuk senyuman.


Kemudian Rey mengangkat tubuh mungil itu dan membawanya ke sofa lalu membaringkannya.


Ditatapnya lagi wajah itu membuat tiba-tiba jantungnya berdegup kencang sungguh ini baru pertama kali dirasakannya terhadap seorang wanita.


"Ada apa dengan jantungku? sepertinya aku harus periksa kesehatanku." ucapnya memegang dadanya sendiri.


"Kenapa aku harus melakukan ini pada gadis itu? ini bukan diriku." ucap Rey terus menggelengkan kepala karena memang dirinya tidak pernah seperti ini terhadap wanita manapun sekalipun wanita itu menggodanya dan sangat cantik tapi berbeda dengan Melati yang hanya berstatus sebagai pelayan tapi mampu membuat hatinya berkata lain.


Rey pun menjauh dari Melati setelah menyelimuti gadis itu dengan jasnya dan menuju ke kursi kerjanya lagi, lalu lama kelamaan matanya terpejam dan tertidur dengan posisi duduk.

__ADS_1


__ADS_2