Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta

Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta
Bab 46


__ADS_3

Dipagi hari menyingsing terlihat tiga orang wanita telah turun dari angkot berdiri didepan rumah mewah bak istana, kedua dari wanita itu memandang takjub bangunan didepannya dengan mata tak henti berkedip dan mulut yang menganga sedangkan wanita satunya lagi terlihat biasa saja namun kesal melihat dua wanita disampingnya sangat kampungan menurutnya.


"Wahh... jadi anak sialan itu bekerja disini!" tukas wanita paruh baya yang mengawali pembicaraan setelah beberapa saat sangat takjub.


"Iya mah, berarti kemarin mereka membohongi kita." kata wanita muda berdecak kesal.


"Sudah pasti, kasian sekali kalian." wanita yang biasa saja namun terlihat angkuh itu berkata sambil terkekeh.


"Ya, mungkin kemarin kita dibohongi tapi lihat saja ketika aku sudah masuk dia tidak akan bisa aku biarkan bahagia." wanita paruh baya itu menggertakan rahangnya sambil mengepalkan tangan masih teringat kejadian kemarin yang salah memasuki rumah.


"Mah, lalu apa harus kita lakukan sekarang?" tanya wanita muda memandang wanita paruh baya itu.


Wanita paruh baya itu melotot tajam sehingga membuat wanita muda itu menunduk dan tak berani menatap.


"Kau ini bodoh sekali Sesil gunakan otakmu." Sesil, ya ternyata mereka bertiga adalah Rahma, Sesil dan Nina.


Mereka sudah sepakat bekerja sama, awalnya Rahma dan Sesil ragu namun setelah mereka dibawa ketempat ini mereka jadi yakin terhadap Nina.


Mereka sangat tidak menyangka jika Hafsa ternyata bekerja ditempat rumah orang yang sangat kaya raya, pantas saja waktu itu memberikan kompensasi begitu tinggi padanya.

__ADS_1


Mereka juga tidak sabar ingin masuk kedalamnya dan menikmati semua fasilitas dirumah itu.


Belum masuk saja mereka sudah berangan apalagi jika mereka mengetahui bahwa Hafsa ternyata menjadi istri dari tuan muda di rumah besar itu.


"Hey, kalian berdua saja yang masuk yah!" ucap Nina bersuara.


"Kau tidak masuk." tanya Sesil merasa heran.


"Tidak, urusanku hanya mengantar kalian. Ingat apa yang aku ucapkan kemarin." kata Nina dan Sesil serta Rahma hanya mengangguk.


"Ya sudah cepat masuk." perintah Nina.


Nina pun langsung beranjak pergi sebelum itu dia melihat keadaan sekitar dirasa aman barulah dia pergi.


Rahma dan Sesil kemudian mendekati gerbang tinggi itu dia menghampiri pintu pagar paling ujung yang terdapat lubang di tepian kenop pintu.


Kemudian Rahma melongok kedalam lubang itu seketika diapun langsung menganga karena didalam lebih indah dan megah.


Kemudian salah satu penjaga menyadarinya dan langsung menghampiri, kemudian membuka pintu pagar itu.

__ADS_1


"Selamat siang, apa ada yang perlu saya bantu?". tanya sang penjaga dengan ramah.


"E..eh.. saya.. saya sedang mencari anak saya pak!". jawab Rahma tergagap.


Sang penjaga mengernyitkan dahi, kebingungan dengan jawaban Rahma.


Melihat tatapan penjaga yang kebingungan itu Rahma segera beralih.


"Ahh.. maksud saya, anak saya bekerja disini pak! saya datang kesini ingin menemuinya karena dia sudah lama tidak pulang." jelasnya pada penjaga itu dengan tersenyum kikuk.


"Siapa nama anak ibu?" tanya penjaga itu singkat.


"Namanya Hafsa, Hafsa Aulia." jawab Rahma cepat.


Mendengar nama nona mudanya disebut dari mulut Rahma membuat penjaga itu sedikit terkejut. Diapun memandangi Rahma dan Sesil dari atas hingga bawah pasalnya bukan tidak percaya hanya saja dia merasa heran karena sewaktu nona nya menikah kedua wanita ini tidak ada diwaktu acara itu.


"Pak, kok malah diam." Rahma menggoyangkan tangannya kekanan kekiri didepan wajah penjaga itu supaya tersadar.


"Maaf, disini yang bernama nona Hafsa adalah istri dari tuan kami. Apakah kalian salah orang atau salah alamat?." ucap penjaga itu setelah terdiam lama.

__ADS_1


__ADS_2