Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta

Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta
Bab 68


__ADS_3

Lalu Rey melihat ke lemari Melati yang tertutup rapat dia mendekati, untungnya lemari pakaiannya tidak di kunci jadi dia membukanya dan terlihatlah pakaian Melati yang masih tersimpan rapi didalamnya, tas besar pun masih ada lalu apa yang di bawa Melati untuk pulang kampung.


Dia mendengar bahwa Melati dijemput dadakan oleh calonnya yang artinya tidak membawa apa-apa namun yang dia heran adalah kenapa bisa Melati mau menikah dengan orang lain sedangkan dirinya pernah bilang bahwa Melati menyukainya.


Namun juga ada yang janggal, hatinya berkata bahwa Melati tidak mungkin seperti itu dia pun mencari kembali sesuatu yang menguatkan dirinya bahwa Melati hanya mempermainkannya.


Rey menemukan sebuah buku yang terselip di bawah bantal lalu mengambilnya. Buku yang disampul berwarna pink bercorak volkadot dihiasi pita di pinggirnya sehingga membuat kesan manis pada pemiliknya bahkan Rey saja sampai tersenyum melihatnya.


Tanpa berkata dia membuka lembaran pertama yang berbentuk hati yang bernamakan Melati yang ternyata buku itu buku diary milik Melati.


"Sudah sebesar ini masih menulis." ucap Rey tersenyum merasa lucu karena masih mendapati seorang gadis menulis diary.


Rey terus membuka lembaran demi lembaran sampai matanya terfokus pada tulisan nama besar yang dihiasi bentuk hati yang ternyata itu adalah nama dirinya.


"Ini namaku kah." tanya Rey pada dirinya sendiri.


Dia pun membalik dan membaca tulisan dibelakangnya yang tertulis.


Dear Diary...


Kau tau aku senang karena ditempat perantauan ku aku tidak sia-sia karena dua hal, yang pertama hobiku tersalurkan dan yang kedua aku jatuh cinta pada pandangan pertama dan untuk pertama kalinya.


akhh senang sekali rasanya dia sangat tampan, tinggi seleraku sekali lah ya meski dia sangat dingin dan kaku tapi aku suka.


Meski aku tau aku dan dia bagaikan langit dan bumi tapi kan kita tidak tau jodoh itu seperti apa bisa jadi dia beneran jodohku, hehehe.


Kau tau siapa dia? dia adalah sekretaris Rey.


Akhh berani-beraninya aku yang seorang pelayan menyukai seorang sekretaris oh tidak tapi tidak apa-apa lagian aku cantik dan manis kok dia juga pasti suka padaku kalo sering bertemu.


Emm... sudahlah menghayal terus dari tadi aku tutup dulu yah mau bobo cantik.


Dahhh...


Diakhiri emoticon senyum.

__ADS_1


Rey yang juga membacanya ikut senyum-senyum sendiri tak sadar bahwa yang dibicarakan nya adalah dirinya.


"Jadi begitu, aku menurutmu." ucap Rey tersenyum dan senyumannya itu sangat manis jika Melati melihatnya pasti dia akan terpesona.


"Tapi aku tidak percaya." monolog Rey masih terus membuka buku itu.


Dan semua isinya hanya tentangnya yang membuat Rey jadi senyum-senyum sendiri karena Melati tidak hanya memujanya tetapi juga merutukunyi dan tidak ada menyangkut soal perjodohan ataupun tentang keluarganya sampai akhir tulisan.


Dan semua itu membuat Rey menjadi bingung benarkah Melati pulang ke kampung halaman untuk menikah, dia pun jadi teringat ponselnya yang sewaktu dia sedang sibuk ada yang menelfon segera dia mencari ponselnya untuk memeriksa.


Rey membuka panggilan ada nomor yang tak dikenalnya menghubunginya satu kali dan itu pada saat siang hari pukul 2.


Lalu Rey membuka pesan wa ada satu pesan yang belum dia buka dan nomornya pun sama dengan yang menelfonnya tadi siang dilihat waktunya pun sama dia mengirim pesan pada siang hari.


Kemudian Rey membuka dan membacanya yang bertuliskan 'Tuan ini aku Melati, tolong tuan nona Hafsa diculik.'


Membaca pesan singkat itu membuat jantung Rey tiba-tiba berdetak kencang antara percaya atau tidak.


"Melati, jika ini Melati dia mendapatkan nomorku dari mana?" gumam Rey.


"Tapi jika nona diculik lalu siapa nona yang dirumah ini?" Rey terus berfikir dan bertanya-tanya siapakah gerangan Hafsa yang ada dirumah ini.


Pagi Hari telah menyingsing, Melati membuka matanya perlahan mengerjap lalu menyempurnakannya.


Sudah terbuka sempurna tapi mulut terasa berat begitu juga dengan tangan dan kakinya ternyata mulutnya dilakban, tangan dan kakinya di ikat dan dia terbaring menyamping dikasur lepek yang tipis dan berdebu.


Emm...


Melati ingin berucap namun hanya gumaman saja yang terdengar.


'Ya Allah aku ada dimana? kenapa aku ada disini.?' dan kenapa aku diikat begini?' kata Melati dalam hatinya.


Ada perasaan takut dan cemas melihat kondisinya sendiri, apakah dirinya juga di culik? oh ya ampun bagaimana ini? lalu dirinya teringat akan sahabatnya Hafsa yang juga di culik dia melihat sekitaran sambil meliuk-liuk kan badannya tapi tidak ada siapa-siapa disana hanya ada satu orang pria yang duduk di kursi bukan duduk tapi seperti tertidur dalam posisi berbaring tapi terlihat tidak nyaman.


Siapa dia? apakah dia penculiknya untuk apa juga dirinya diculik dia hanya seorang pelayan, lalu Melati memberontak dan terus menggumam supaya dapat membangunkan penculik itu.

__ADS_1


Dasar Melati orang-orang kalau diculik takut ngebangunin penculiknya ini malah mau di bangunin.


Karena terdengar grasak grusuk sedari tadi membuat tidur si pria terganggu kemudian dengan sengaja dia mengambil botol disampingnya lalu melemparnya dengan kencang sehingga mengenai tembok dan pecah.


"Berisik sekali." Prannggg.


suara marah pria itu menggelegar dibarengi dengan suara botol kaca yang pecah.


Tentu saja hal itu membuat jantung Melati berdegup kencang sekali dirinya terkejut dan yang dia takutkan jika botol itu mengenai dirinya.


'Hah untung tidak kena aku.' ucapnya dalam hati.


'Hey, bangun kenapa aku mau pipis tidak tahan.' lanjutnya terus berusaha membuat kegaduhan.


Melati ternyata ingin buang air kecil karena kebiasaannya setiap bangun tidur selalu kebelet pipis.


Karena Melati tidak mau diam akhirnya pria itu bangun juga membuka topinya yang menutupi wajahnya terlihatlah wajah sangar namun manis dengan ditumbuhi rambut bewok yang tipis, badannya tegap dan tinggi medekati Melati yang terus memandanginya.


Lalu pria itu mendekati wajah Melati kemudian membuka lakban itu dengan paksa sehingga membuat Melati kesakitan.


"Aww..." keluh Melati.


"Cepat katakan apa yang kau butuhkan?" ucapnya dingin dengan aura kriminal yang begitu kentara sampai Melati saja yang tadinya biasa saja kini jadi gemetaran.


"A.. aku ingin pipis, tidak tahan." ucap Melati dengan terbata.


Pria itu menggeram menghela nafas berat inilah alasannya dia tidak ingin menjaga sandera tapi dia harus melakukannya jika ingin uang.


"Tidak ada kamar mandi di sini, lebih baik kau tahan saja." jawab pria itu acuh.


"Hey, enak saja di tahan kau juga sama manusia merasakan rasanya kebelet kan memangnya enak di tahan yang ada sakit. Cepat aku janji setelah ini akan kembali kesini." ucap Melati tanpa sadar.


Melihat Melati yang tidak nyaman ada sedikit rasa iba di hati pria itu lalu pria itu membukakan semua ikatan Melati.


"Sudah cepat aku antar." kata pria itu.

__ADS_1


"Terimakasih."


Melatipun berjalan dengan dipegangi oleh pria itu.


__ADS_2