Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta

Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta
Bab 90


__ADS_3

Mereka berdua terdiam di kala Elang menyebut status dirinya kemudian mereka pergi begitu saja dengan kecewa.


"Kalian tidak apa-apa?" tanya Elang pada Hafsa dan Melati.


"Aku tidak apa-apa."


"Tidak apa-apa tuan terimakasih." kata Melati bersyukur Elang cepat ada.


"Lain kali berhati-hatilah kalian orang baru mudah untuk ditebak maka dari itu kalian jangan terlalu menampakan diri." nasihat Elang yang tentu saja membuat dua gadis itu tidak mengerti.


"Maksudnya tuan." tanya Melati begitu juga Hafsa yang ikut mengangguk.


"Ya sudah kalau tidak mengerti, aku malas menjelaskan." Elang malah berlalu pergi membuat Hafsa dan Melati cemberut plus kesal.


"Suamimu itu gimana sih Sa ngasih tau tapi tidak memberi tahu." kata Melati bersungut-sungut.


"Aku juga tidak tau." kata Hafsa sambil mengikuti suaminya.


"Hah sebelas dua belas memang." Melati melongo dengan jawaban Hafsa kemudian mengikuti Hafsa dibelakang.


Mereka bertiga duduk di tempat yang tadi Elang duduk dan Elang sudah memesan empat minuman coklat hangat.


"Wah ada coklat, ini pasti untukku kan tuan." kata Melati sudah putus urat malunya pada Elang yang majikannya.


"Hmm..." Elang hanya berdehem.


"Minumlah coklat itu, untuk menghangatkan tubuhmu." Elang menyerahkan coklat hangat itu pada Hafsa.


"Terimakasih." Hafsa menerimanya dengan senang hati.


Lalu datanglah Rey dengan membawa paper bag. Seketika senyum cerah terpancar diwajah Hafsa karena Rey pasti datang dengan membawa ponsel untuknya.

__ADS_1


"Tuan, ini yang tuan minta." Rey menyerahkan paper bag pada Elang.


Elang menerimanya dan membukanya dan dia mengernyitkan alisnya bingung kenapa ada dua bukannya dia hanya meminta satu.


"Kau membelikannya dua." kata Elang sambil memperlihatkan dua kotak dus ponsel namun dengan warna dan tipe yang berbeda namun satu merek.


"Satu lagi yang berwarna silver untuk Melati tuan, itu resmi dariku bonus yang aku janjikan untuknya. Karena nona ingin membeli ponsel jadi sekalian saja tuan." jelas Rey panjang lebar ada rasa malu dihatinya saat mengatakan itu pada Elang.


Elang hanya tersenyum sarkas seperti mengerti tentang Rey, Hafsa bengong tidak percaya seorang Rey membelikan ponsel untuk seorang pelayan meski dengan alasan apapun dan apalagi dia berbicara panjang lebar.


Sedangkan Melati dia senyum-senyum sendiri karena Rey menepati janjinya.


"Kau sudah berubah ternyata, tidak apa-apa aku senang. Ini untukmu Melati tapi mungkin akan jadi nona Rey." ucap Elang tersenyum jahil sambil menyerahkan ponsel pada Melati.


"Terimakasih, tuan bisa saja." Melati mengambilnya dengan tersenyum malu.


"Aku tidak berubah tuan masih tetap seperti ini." Rey mengelak dengan datar.


"Dan ini untukmu nyonya Elang." kemudian menyerahkan ponsel pada istrinya dengan senyum menawan.


"Terimakasih tuan Elang." jawab Hafsa dengan tersenyum manis.


Sedang Rey tersenyum sangat tipis melihat Melati yang terlihat bahagia dengan pemberiannya.


"Wah... bagus sekali terimakasih tuan Rey kau baik sekali." ucap Melati sambil mengelus ponselnya dengan pipi.


"Iya bagus sekali terimakasih suamiku." kata Hafsa namun Elang membisikan sesuatu di telinganya.


"Ingat ada jasa untuk ini kau harus melayaniku dengan baik." bisik Elang ditelinga Hafsa.


Hafsa hanya bergidik malu mendengarnya tapi tidak menjawab.

__ADS_1


"Baiklah, sudah bisa aku pakai." kata Hafsa setelah ponselnya tadi dibenarkan oleh Rey berikut milik Melati pula.


"Sudah, silahkan bermain lah sepuasnya aku akan menunggu di sini." kata Elang.


"Benarkah, yey ayo Melati." Hafsa senang sekali seperti anak kecil yang dibolehkan hujan-hujanan oleh ibunya.


"Ayo..!"


"Ingat jangan jauh-jauh."


"Iya."


Elang pun tersenyum memandangi Rey.


"Sepertinya aku tertinggal banyak." kata Elang.


"Tidak ada yang terjadi antara aku dan Melati tuan." kata Rey masih saja mengelak.


"Oh benarkah, aku yakin bibi Mala pasti tidak akan melepaskannya." kata Elang lagi dengan tersenyum simpul.


Dan Rey hanya diam saja tidak menjawab.


Sedang disisi lain Hafsa dan Melati sedang mengabadikan momen mereka dinegara j dengan ponsel barunya, berbagai pose dilakukan dengan sangat apik.


"Lihat hasilnya."


"Ini."


"Wah bagus sekali selain pintar memasak kau juga pintar mengambil gambar yah."


"Oh iya dong Melati."

__ADS_1


__ADS_2