Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta

Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta
Bab 38


__ADS_3

Hafsa terkejut karena disaat itu pula bibir mereka bersatu membuat desiran aneh yang menjalar ditubuhnya membuat matanya terbelalak.


Hafsa pun dengan segera mendorong dada bidang pria itu namun tanpa diduga Elang menyeringai dan malah menciumnya lebih dalam seakan tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada.


Dengan lihai Elang memagut bibir tipis itu memberi sensasi berbeda pada diri Elang. Yah mungkin karena Hafsa belum tersentuh oleh pria sama sekali dan itu membuat hati Elang sangat senang dia semakin gencar terus memagutnya.


Sedangkan gadis itu tentu saja memberontak dengan segala kekuatannya tapi apa daya kekuatannya tidak sebanding dengan pria itu, lama kelamaan gadis itupun menikmati ciuman itu karena lelah terus memberontak.


Karena tidak ada pergerakan dari Hafsa membuat Elang tersenyum dan dengan lembut dia terus menikmati bibir itu hingga suara deheman menyadarkan mereka.


"Ehem..." mendengar itu Hafsa langsung mendorong Elang dengan sangat kuat karena Elangpun juga terkejut akhirnya mereka duduk secara bersamaan demi melihat siapa yang berdehem, namun sebenarnya Elang merutuki orang itu karena telah mengganggu kesenangannya.


"Sepertinya aku datang diwaktu yang tidak tepat." ucap pria itu yang tidak lain adalah Satria.


"Sudah tau tidak tepat malah mengganggu." cibir Elang terdengar kesal.


"Hey, kenapa harus marah? justru aku membantu kalian karena kalau tidak kalian akan jadi bahan tontonan yang membuat orang sakit hati." ucapnya membuat Hafsa tidak mengerti.

__ADS_1


"Kau membual, disini tidak ada yang berani melihat apalagi menonton dengan apa yang aku lakukan. Bilang saja kau yang sakit hati!" kata Elang memang benar, pelayan dan pengawal disini tidak ada yang berani dengan apa yang dilakukan oleh tuannya.


"Waw.. kau pandai menebak juga sahabatku. Ya memang benar aku sakit hati karena aku jomblo." jawab Satria terkekeh.


"Jomblo.. kau bahkan memiliki banyak wanita di belakangmu." balas Elang mencebikkan bibirnya.


Hafsa yang berada ditengah-tengah mereka kebingungan pasalnya mereka adalah sahabat tapi kenapa seperti musuh apa mereka sedang bertengkar tapi kalau begitu untuk apa juga Satria datang ah.. membingungkan saja lebih baik ku cegah saja mereka sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


"Tu.. suamiku sepertinya kau lelah lebih baik kita beristirahat saja sudah cukup latihannya." kata Hafsa memasang wajah senyum padahal hatinya gugup sekali.


"Baiklah, kurasa sudah cukup dan tidak perlu meladeni dia " jawab Elang sambil berdiri.


"Hey, aku disini tamu kenapa diabaikan." ujar Satria memprotes.


"Kau tamu tidak diundang." balasnya sudah duduk dikursi roda.


"Ee.. tuan maaf suamiku ingin istirahat. Aku akan mengantar kekamarnya dulu."

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban Satria Hafsa berlalu begitu saja dengan mendorong kursi roda Satria. Satria yang tengah memandangi mereka mengepalkan tangannya erat ada rasa cemburu dan marah menjadi satu.


Yang dia sesalkan adalah mengapa dia harus jatuh cinta pada gadis yang dinikahi sahabatnya.


Sesampainya dikamar gadis itu ingin pergi setelah mengantar Elang ke balkon namun Elang segera menarik tangannya dan mendudukkan nya dipangkuannya serta memeluknya.


Hafsa tentu kaget dengan tindakan Elang yang tiba-tiba itu apalagi dia bisa melihat jellas wajah Elang yang rupawan itu meski buta tapi sorot matanya tetap memancarkan keindahan.


"A- ada apa tuan..?" tanya Hafsa gugup.


"Kau tau tadi itu aku sedang menikmatinya tapi diganggu olehnya dan sekarang aku ingin menuntaskan hasratku padamu." bisik Elang ditelinga Hafsa membuat bulu kuduk Hafsa meremang.


"Bibirmu sangat manis, sepertinya aku ketagihan." ucapnya lagi dengan lembut dan mendekatkan wajahnya ppada Hafsa.


Awalnya Hafsa linglung tapi dia segera sadar langsung memalingkan wajahnya jika dibiarkan maka akan merambat kemana-mana apalagi mereka sedang berada dikamar sekarang. Ya walaupun tau kalau dia dan Elang adalah suami istri tapi ada perjanjian tertulis untuk tidak menyentuh secara fisik.


"Tuan, maaf aku harus membantu Melati." ucapnya gugup langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Elang.

__ADS_1


Elang kesal tapi juga senang dia tersenyum sangat manis lalu menyentuh bibirnya sendiri ada getaran aneh saat dia menyentuh bibir itu, bibir yang akan menjadi candu baginya.


__ADS_2