Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta

Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta
Bab 95


__ADS_3

"Lepaskan mereka." kata Elang memerintah dengan tegas.


"Tapi tuan.."


"Aku mengenal mereka, kembalikan mereka masuk ke toko itu." perintah Elang.


Lalu mereka pun kembali masuk ke toko tadi.


"Kak, kenapa kita masuk kesini lagi?" tanya Hafsa menunduk.


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin memberi tahu pada mereka siapa dirimu dan jangan tundukkan kepalamu kecuali padaku kau mengerti." kata Elang serius tatapannya lurus ke depan.


"Emm... iya." dan Hafsa menurut meski malu tapi dia harus mendengarkan nasehat suaminya.


"Permisi tuan, ada yang bisa kami bantu." sapa pelayan yang pertama bertemu Hafsa dan Melati tadi dengan senyuman yang ramah pada Elang dan Rey.


Sedetik kemudian pelayan itu terkejut karena dua wanita yang mereka usir kembali lagi bahkan bersama pria yang disapanya.


"Pak, bapak belum usir mereka." tanya pelayan itu dengan ketus pada security.


Saat security ingin menjawab langsung dicegat oleh Elang.


"Urusanmu sudah selesai, silahkan pergi." kata Elang datar.


"Baik tuan " tanpa aba-aba security itu langsung pergi.


"Eh maaf tuan ada apa yah?" tanya pelayan mulai gelisah.


"Kau yang menuduh mereka pencuri." tanya Elang pada pelayan itu dengan menunjuk Hafsa dan Melati.


"I_ ya tuan mereka mencurigakan." jawabnya terbata entah mengapa berbicara dengan Elang dia jadi gugup karena auranya yang mengintimidasi.

__ADS_1


"Lalu apa kau melihat mereka mencuri? adakah barang yang mereka curi dan bagaimana caranya mereka mencuri secara toko ini sangat terjamin keamanannya? ayo jelaskan padaku." Elang bertanya secara beruntun dengan dingin membuat pelayan itu semakin gugup dan berkeringat.


Pelayan itu tak bisa menjawab hanya menunduk takut dan gelisah.


"Kenapa kau diam saja? ." kata Elang menipiskan matanya.


Saat itu juga datanglah pihak atasan mereka, karena dia melihat CCTV di ruangannya ada yang tidak beres maka dia langsung menghampiri.


"Maaf tuan dan nona ada apa ini?" tanya sang atasan menghampiri.


"Kau manager disini." tanya Elang balik.


"Iya tuan benar, ada yang bisa kami bantu." jawab sang manager.


"Pegawai mu telah menuduh istriku sebagai pencuri padahal dia ingin berbelanja disini." ucap Elang seketika membuat pegawai itu mendongak dengan ekspresi wajah yang begitu terkejut tidak bisa membayangkan apa yang terjadi setelah ini.


"Ma- maafkan saya tuan, saya tidak tau jika itu istri anda." pegawai wanita itu menunduk merasa bersalah.


"Kalau kau tidak tau, kau tidak harus langsung menuduhnya kan." kata Elang tersenyum sinis.


"Rey, apakah kita memiliki saham disini?". tanya Elang pada Rey.


"Ada tuan sekitar 50%." jawab Rey singkat.


Manager beserta semua pegawai itu terkejut mendengarnya.


"Anda, tuan muda Elang Rahardian." ucap Manager itu tak di sangka dirinya berhadapan dengan setengah pemilik mall ini yang tidak pernah berkunjung kesini semenjak kecelakaan itu hanya Rey saja yang sering mengontrol salahnya juga manager itu tidak mengenali Rey.


Karena Elang tertutup jadi dia tidak tau jika Elang sudah sembuh dan sudah menikah apalagi rencananya setelah liburan ini Elang akan kembali ke perusahaan.


Menjadi CEO utama memimpin perusahaan setelah selama ini diambil alih oleh Rey, kasihan juga Rey bekerja sendiri jika ada Elang beban Rey akan berkurang.

__ADS_1


"Ya dia tuan muda Elang Rahardian." ulang Rey lagi.


Sedang Hafsa dan Melati hanya saling tatap karena sama sekali tidak mengerti yang bisa mereka simak hanya mereka sedang mengobrol tapi kenapa wajah mereka seperti terbebani.


"Mel, mereka semua kenapa yah? pada takut kah sama suamiku." tanya Hafsa pada Melati dengan berbisik.


"Iya sepertinya, suamimu kan seram jadi mereka pada takut." ucap Melati dengan terkekeh.


"Hey, enak saja suamiku itu tampan tau." Hafsa reflek memukul lengan Melati karena tidak terima suaminya dibilang seram.


"Aw... iya iya maaf aku cuma becanda." ucap Melati sambil mengelus lengannya.


Sebenarnya Elang mendengar pembicaraan istrinya dengan Melati sampai dia


"Maafkan aku tuan, kami benar-benar tidak tau jika itu istri anda." manager itu meminta maaf sambil bersujud dan mengisyaratkan pegawainya untuk ikut bersujud.


"Maafkan aku tuan."


"Mel, kenapa mereka bersujud?" tanya Hafsa heboh sekali.


"Mana aku tau, mereka saja bicara pakai bahasa planet." jawab Melati.


"Kau tidak perlu meminta maaf padaku minta maaflah pada mereka dan keputusan ada ditangan istriku jika mereka memaafkan maka toko ini selamat namun jika tidak maka sebaliknya lah yang terjadi." kata Elang panjang lebar.


"Baik tuan." manager itu langsung berdiri untuk menghampiri Hafsa dan Melati namun dicegah oleh Elang.


"Tunggu."


Manager dan pegawai itu pun berhenti dengan harap-harap cemas.


"Berbicaralah dengan bahasa Indonesia supaya bicaramu nyambung dengannya." kata Elang kemudian.

__ADS_1


Manager itu lega karena untungnya dia menguasai bahasa itu namun pegawainya merasa bingung karena dia tidak menguasai bahasa itu.


"Baik tuan." lalu manager itu menghampiri Hafsa dan Melati.


__ADS_2